BOJONEGORO - Main di Bojonegoro, Persebaya selalu dibayangi keberuntungan. Mengawali debut Divisi I musim 2006 di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro, sore kemarin, Green Force kembali meraup kemenangan. Tim yang diarsiteki Freddy Muli itu mempermalukan Persibo untuk kali kedua di depan publik sendiri 2-1 (0-0).
Persebaya mengawali kemenangan melalui sundulan striker asal Paraguay, Ever “Barigol” Barientos saat babak kedua baru berjalan dua menit. Umpan lambung Mat Halil menusuk dari kanan pertahanan Persibo berhasil diselesaikan Barigol. Memanfaatkan tinggi badan kala berduel di udara dengan pemain belakang Persibo, Rudianto, tandukan Barigol menjebol gawang Persibo.
Beberapa menit berselang, Persibo menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi oleh Iswandi Dai pada menit ke-71. Penalti dihadiahkan wasit Aris Munandar (Jember), lantaran Anang Ma’ruf melakukan pelanggaran kepada penyerang Persibo Roni Irawan di kotak penalti. Tendangan Iswandi ke sudut kiri atas, gagal diantisipasi kiper Ngadiono.
Lima menit menjelang pertandingan usai, gelandang Green Force Uston Nawawi tampil sebagai pahlawan. Tendangan bebasnya dari luar kota penalti gagal diantisipasi kiper Persibo Nugroho Bramantiko.
Dengan kemenangan ini, Bejo Sugiantoro dkk semakin percaya diri menatap laga berikutnya. Sebab, Rabu (15/3) mendatang, Persebaya kembali melakoni laga kedua, away ke markas Persis Solo. Persis sama-sama mengantongi poin absolut di laga perdananya di kandang Gresik United, menang 2-0.
“Masa adaptasi anak-anak di lapangan tadi terlalu lama. Ini juga tidak terlepas dari kondisi lapangan yang buruk. Persibo memang lebih mengenal dan menguasai lapangan. Kemenangan tipis ini setidaknya menjadi awal baik bagi Persebaya menjelang away ke kandang Persis,” kata Freddy usai pertandingan.
Pelatih yang mengantarkan Persebaya meraih juara Piala Gubernur IV itu mengakui bahwa tekanan Laskar Angling Dharma sempat membuat anak asuhnya kehilangan pola bermain. Selain disebabkan kurang disiplinnya skuad Green Force menjaga daerah, absennya Taufik menyebabkan lini tengah kerap dikuasai lawan.
“Kami harus segera membenahi kelemahan dalam pertandingan tadi. Saya yakin Persis pasti mengintip permainan anak-anak,” imbuh Freddy. Karena laga berikutnya lima hari lagi, manajemen langsung memboyong skuad Persebaya ke Surabaya tadi malam.
Sementara itu dari kubu Persibo, pelatih Sanusi Rahman mengakui permainan anak asuhnya sudah maksimal. “Ini pengalaman kedua kami bertemu Persebaya dengan waktu yang tak lama. Anak-anak sendiri sudah memberikan perlawanan yang bagus. Hanya, kami kurang beruntung,” balas Uci, panggilan akrab mantan pelatih Petrokimia Putra Gresik itu. (sep)
Source : Jawapos
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must log in to post a comment.