.: bojonegoro.com :.

Semua Tentang Kota Bojonegoro

.: bojonegoro.com :. header image 2

Tim MCL Teliti Lumpur Setren

November 30th, 2006 · No Comments

Ketua DPRD-Ketua DPD PAN Bojonegoro Tinjau Lokasi
BOJONEGORO - Kasus keluarnya lumpur dari bekas titik seismik di Dusun Jombok, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, direspons Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan ExxonMobil yang mengelola Blok Cepu.

Kemarin, tim Safety, Health, and Environment (SHE=keselamatan, kesehatan, dan lingkungan) MCL datang ke lokasi lumpur tersebut. Tim yang dipimpin Arif itu datang sekitar pukul 09.00 bersama staf Public Relations MCL Slamet S. dan Cord Security Sahala Tambunan beserta sejumlah stafnya.

Kedatangan tim dari MCL itu hanya selang beberapa saat setelah Ketua DPRD Bojonegoro Tamam Syaifuddin, Ketua DPD PAN Bojonegoro Heni Sulistyoningsih, dan Kasat Intelkam Polres Bojonegoro AKP Tejo Pramono, tiba di lokasi.

Selama kurang lebih 30 menit, Arif dibantu tim dokumentasi MCL memantau di sekitar lokasi. Mereka membawa gas detector, alat pendeteksi gas.

Hasilnya? Kepada Radar Bojonegoro Arif mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dengan gas detector, kandungan CO (karbon dioksida) H2S (hidrogen sulfida) di titik lumpur -bekas titik seismik 2002-2003- dan sekitarnya 0 (nol). “Kandungan O2 (oksigen) sebesar 20,9, serta kandungan LER (gas yang mudah terbakar semisal metan) adalah 0 (nol),” kata Arif.

Berdasarkan hasil pengamatan secara teknis itu, lanjut Arif, lumpur beserta air yang keluar dari bekas titik seismik tersebut masih aman dan tidak membahayakan warga di sekitarnya.

“Kesimpulan sementara kami memang ini (lumpur, Red) belum membahayakan. Ini bisa Anda lihat sendiri datanya,” kata Arif seraya menunjukkan hasil analisis dari gas detector.

Namun, tim lingkungan hidup MCL itu tak sampai menganalisis dan mengukur kedalaman sumur tersebut.

Arif menambahkan, hasil dari analisis teknis itu akan dilaporkan kepada MCL, selanjutnya dipelajari dan dikaji secara teknis di laboratorium.

“Dan, apa pun hasil dari pengamatan ini akan kami sampaikan kepada Pak Vasta Choesin (PR MCL Vasta C. Choesin, Red),” timpal Slamet.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Tamam Syaifuddin meminta agar keluarnya lumpur tersebut, meski debitnya kecil, tidak dipandang enteng dan remeh. Dia berharap kasus itu tetap dicermati dan diteliti lebih lanjut. “Lebih baik kita melakukan pencegahan dini,” katanya.

Hal itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. “Kami berharap pemkab, Exxon, MCL, dan pihak terkait segera melakukan sesuatu. Kita sendiri (DPRD) segera mengagendakan memanggil MCL untuk berembuk soal ini,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua DPD PAN Bojonegoro Heni Sulistyoningsih mengatakan, lumpur yang keluar dari bekas titik seismik itu patut direnungi bersama. Dia berharap kasus lumpur panas Lapindo di Sidoarjo tidak terjadi di Bojonegoro. “Harus ada langkah-langkah dari pemkab dan dewan agar soal ini tidak sampai berlarut-larut,” ujar wanita yang juga anggota DPRD Bojonegoro dari DP V (termasuk Kecamatan Ngasem) itu.

Sementara itu, lokasi titik semburan lumpur kemarin dilokalisasi. Yakni, dipagari dan di-police line.

Menurut Pairan, warga setempat, pagar itu dibuat oleh warga pada pukul 07.00 hingga 08.30 kemarin, rangkap dua. Pagar pertama di bagian luar berukuran 6 x 6 meter, terbuat dari kayu, sedangkan berikutnya mengelilingi titik lumpur berukuran 1,3 x 1,3 meter, terbuat dari bambu.

Sementara itu, titik lumpur yang sebelumnya digali berbentuk lingkaran kemarin digali lagi berbentuk persegi. Di bekas titik seismik, yakni seukuran pipa 2 dim yang berada di tengah galian, kedalamannya belum diketahui oleh warga. Yang pasti, kayu sepanjang 3 meter yang dimasukkan warga tak sampai menyentuh dasarnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro M. Santoso meminta aparatnya meningkatkan kewaspadaan terkait bekas titik seismik yang mengeluarkan lumpur tersebut. “Tapi jangan berlebihan,” katanya.

Menurut dia, pemasangan police line di lokasi lumpur tersebut atas permintaannya setelah Selasa sore lalu melihat langsung ke lokasi. “Ya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, karena sudah menjadi tontonan masyarakat,” katanya.

Dia juga menyatakan bahwa tim dari MCL sudah turun dan melakukan observasi terhadap titik lumpur. “Di situ kan ada beberapa bekas seismik, yang lainnya dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber air, sementara yang satu ini kan katanya mengeluarkan lumpur,” tambahnya. (FIQ/ade)

Tags: Blok Cepu

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

You must log in to post a comment.