Pemkab setempat mendesak panitia pembangunan pasar Desa Sumberrejo segera membentuk badan usaha milik desa (BUMDes). Sebab, badan usaha inilah yang akan mengelola pasar desa tersebut.Sekkab Bojonegoro Bambang Santoso menyatakan, BUMDes Sumberrejo memang harus segera dibuat. Sebab, April mendatang bangunan pasar yang baru, sudah bisa ditempati. Artinya, harus segera ada pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan pasar tersebut.
Sementara, lanjut dia, pada Maret mendatang, pembagian kios dan bedak sudah bisa dimulai. “Sebelum dibagi, kami minta ini didata ulang. Sebab, ada pembengkakan jumlah pedagang,” kata Bambang.
Membengkaknya jumlah pedagang lesehan tersebut, terungkap saat tim pembangunan pasar desa rapat koordinasi dengan tim kabupaten di ruang Batik Madrim, beberapa waktu lalu.
Saat itu, Sekkab secara tegas menolak keinginan tim desa yang akan menampung pedagang lesehan di lahan para pedagang sepeda. Sebab, pemkab sudah komitmen hanya menyediakan tempat untuk 254 pedagang lesehan. Namun, jumlahnya membengkak menjadi 314 pedagang.
Terkait dengan pembentukan BUMDes, Bambang meminta agar semua unsur masyarakat dilibatkan, sehingga semua pihak terwakili.
Menurut dia, badan usaha inilah yang akan mengelola semua aset pasar tersebut. Mulai retribusi sampai pendapatan lainnya.
Apakah sebagian pendapatan masuk ke pemkab? Bambang menyatakan bahwa semua pendapatan tersebut akan dikelola oleh desa dan digunakan untuk kesejahteraan desa pula. “Tidak ada yang masuk ke pemkab,” tegasnya. (ono)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must log in to post a comment.