BOJONEGORO - Setelah terpilih menjadi ketua DPC Partai Demokrat (PD) Bojonegoro, M. Santoso, bupati Bojonegoro, menyatakan siap maju lagi dalam pilkada setempat yang diagendakan Desember mendatang.
Karena PD Kota Ledre itu belum memenuhi syarat untuk mencalonkan sendiri jagonya dalam pilkada, Santoso menyatakan siap menggandeng parpol-parpol yang tergabung dalam Fraksi Gabungan (F-Gab) DPRD setempat.
“Insya Allah maju lagi,” kata Santoso dalam jumpa pers di rumah dinas bupati Bojonegoro kemarin.
Terkait PD Bojonegoro, Santoso yang kemarin didampingi Sekkab Bambang Santoso dan Kepala Dinas Infkom Djindan Muhdin menyatakan dirinya segera konsolidasi dengan para kader PD. Sebab, lanjut dia, sebagai orang baru di partai itu dia harus kenal dulu dengan PD serta para anggotanya.
Dia juga menyatakan akan mempelajari organisasi serta progran-program PD. “Kita akan teruskan programnya. Mulai program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang,” tambahnya.
Program jangka pendek Santoso adalah menyolidkan barisan PD sampai ke tingkat paling bawah. Sedangkan program jangka menengahnya adalah pilkada.
Dalam pilkada, kata Santoso seperti disampaikan Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo sat pembukaan muscab PD Bojonegoro Senin lalu, PD menargetkan kursi bupati. Namun, karena PD Bojonegoro hanya memiliki empat kursi di DPRD setempat, lanjut Santoso, pihaknya akan menggalang koalisi. “Kemungkinan kita akan koalisi dengan Fraksi Gabungan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk program jangka panjang dia akan mengembangkan PD agar dalam pemilu legislatif 2009 bisa mendapatkan kursi di DPRD lebih dari empat.
Terkait keinginannya untuk mencalonkan lagi saat pilkada mendatang, Santoso menyatakan tunduk dengan peraturan yang ada, termasuk putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan kepala daerah yang ingin maju lagi dalam pilkda harus nonaktif.
“Saya akan taat hukum. Namun, harus prosedural. Putusan itu belum bisa langsung dilaksanakan karena harus mengubah UU dulu,” urainya.
Menurut Santoso, putusan MA tersebut untuk mengubah PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Padahal, lanjut dia, PP tersebut bersumber dari UU Nomor 32/2005 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda).
“Kalau mau mengubah PP harus mengubah UU dulu. Dan itu prosesnya panjang, harus melalui sidang di DPR juga,” katanya.
Saat ditanya soal Wabup yang akan digandeng dalam pilkada mendatang, Santoso belum mau membeberkannya. Menurut dia, sekarang belum waktunya. “Nanti kalau sudah dekat saja,” katanya.
Soerawi Legawa Terima Hasil Muscab PD
Seperti Asnaida, calon ketua yang tersisih dalam muscab Partai Demokrat (PD) Bojonegoro Soerawi menyatakan legawa dan bisa menerima hasil muscab yang memilih Santoso sebagai ketua DPC PD Bojonegoro periode 2007-2012 Senin lalu.
“Saya sadar bahwa dalam proses demokrasi ada yang menang dan kalah,” katanya.
Dia menyatakan sangat menghormati aturan dan tata tertib muscab tersebut. Dia juga menyatakan sejak awal menyadari bahwa dirinya tidak mungkin merebut posisi ketua DPC PD Bojonegoro.
“Saya hanya diberangkatkan oleh PAC yang masih mempunyai idealisme dan saya cukup bangga dengan kekalahan melawan Pak Santoso,” lanjutnya.
Selanjutnya, dia menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan DPP, DPD Jatim, dan Ketua DPC PD Bojonegoro terpilih, Santoso, untuk mengakomodasi semua calon kandidat dalam jajaran pengurus DPC PD Bojonegoro periode 2007-2012.
“Karena saya yakin kebijakan tersebut orientasinya adalah keinginan untuk membesarkan PD di Bojonegoro,” tambahnya.
Dia juga menyatakan tetap akan bergabung dengan PD. “Partai Demokrat merupakan pilihan terakhir saya karena sudah sesuai dengan aspirasi saya,” ujarnya.
Karena itu, dirinya juga akan mendukung seluruh kebijakan DPP, DPD Jatim, dan DPC PD Bojonegoro jika mencalonkan Santoso sebagai bacabup dalam pilkada Bojonegoro mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PAC Kalitidu Haryono, yang disebut-sebut sebagai pendukung Soerawi, juga menyatakan menerima hasil muscab tersebut. Namun, dia menyayangkan proses muscab yang tidak mengagendakan pemaparan visi dan misi dari bakal calon ketua DPC.
Dia menilai jajaran PD di Bojonegoro menutup mata dan dengan sengaja mencederai hakikat demokrasi yang sesungguhnya. “Tidak banyak yang kita harapkan dari proses suksesi seperti ini,” katanya.
Dia berharap, dalam kepemimpinan ketua DPC yang baru PD Bojonegoro menjadi lebih baik dan menjunjung tinggi semangat demokrasi. “Semua siap kalah dan menang, asalkan dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat,” tambahnya. (ono/nas)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must log in to post a comment.