Kisah juara Olimpiade Matematika dan MIPA
Posted on 08. Mar, 2007 by Deddy Novrandianto in Sekolah dan Alumni
Tiga siswa SMAN 1 Bojonegoro belum lama ini berhasil menjuarai olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tiga siswa SMAN 1 Bojonegoro tampak duduk santai di ruang kesiswaan sekolah setempat. Saat wartawan koran ini masuk ke ruangan tersebut, ketiga siswa itu lalu tersenyum.
Ketiganya adalah Fajar Willys, Indra Bagus, dan Lutfi Nur Farid. Ketiga siswa kelas XII IPA-1 ini pada 25 Februari lalu berhasil menjuarai Olimpiade MIPA Jawa Timur 2007.
Menurut Lutfi, keikutsertaan mereka di olimpiade tersebut sebenarnya tanpa perencanaan. Awalnya, Januari lalu dirinya menerima brosur pendaftaran peserta olimpiade MIPA dari kepala sekolah setempat. Karena tertarik, dia lantas mengajak Fajar dan Bagus untuk mendaftar. “Karena masing-masing tim terdiri dari tiga orang, maka kami mendaftar bertiga,” katanya.
Untuk menghadapi olimpiade tersebut, lanjut Lutfi, tak ada persiapan khusus. “Kami hanya latihan mengerjakan soal di rumah masing-masing. Dan, kebetulan dari soal yang diberikan (waktu tes) banyak kesamaan,” tambah Fajar.
Menurut Fajar, kalau ada latihan soal yang kurang dipahami, dia dan dua temannya kemudian berkonsultasi kepada salah seorang guru pembimbing. Karena hanya sedikit latihan soal yang kurang dipahami, konsultasinya pun sesekali.
Saat penyisihan di SMAN 1 Lamongan pada 11 Februari lalu, Fajar, Bagus, dan Lutfi harus bersaing dengan peserta dari Tuban, Gresik, dan tuan rumah sendiri.
Setelah dinyatakan lolos dari babak penyisihan, ketiganya diminta berlaga final yang digelar di kampus STIKES Jombang pada 24-25 Februari lalu. Pada babak final itu, tiga siswa asal Kota Ledre ini harus bersaing dengan 37 tim dari beberapa kota di Jawa Timur. “Dari 37 tim itu, dibagi tiga kelompok. Panitia mengambil tiga terbaik dari masing-masing kelompok,” jelas Bagus.
Materi yang diperlombakan pada babak final olimpiade tersebut meliputi 20 pertanyaan di tahap cepat dan tepat, 10 pertanyaan wajib, 5 pertanyaan lemparan, dan peragaan. “Untuk peragaan, panitia menentukan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan,” kata Bagus.
Setelah semua peserta dinilai, tim SMAN 1 Bojonegoro yang beranggotakan Fajar, Bagus, dan Lutfi itu dinyatakan sebagai pemenang pertama dengan 2.650 poin. Mereka berhasil mengalahkan tim dari SMAN 2 Jombang yang akhirnya harus puas berada di urutan kedua. Atas keberhasilan itu, ketiga siswa tersebut berhak atas Piala Gubernur Jawa Timur, sejumlah uang tunai, dan piagam penghargaan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Chafidz Affandi yang ikut mendampingi ketiga siswanya menambahkan, kelas yang dihuni Fajar, Bagus, dan Lutfi, termasuk kelas unggulan di SMAN 1 Bojonegoro. “Meski pun tanpa bimbingan khusus, tapi mereka sudah dipersiapkan sejak dini untuk bisa mengikuti even-even seperti itu,” katanya. (*)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=154710&c=87


