Mulai kemarin, PT Pertamina EP Region Jawa Area Cepu mengebor sumur minyak baru di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon. Terkait pengeboran itu warga berharap bisa dipekerjakan dan tak ingin kasus seperti lumpur Lapindo terjadi.

DI hamparan tanah yang luas di atas perbukitan di tengah hutan Desa Semanggi kemarin siang terlihat ramai. Dua tenda besar dipasang bersebelahan dengan alat-alat berat milik Pertamina, di antaranya rig dan tower rig.

Di sekitar lokasi tersebut tampak dengan jelas bukit-bukit yang ditumbuhi pohon jati. Karena berada di dataran tinggi, dari lokasi itu mata bisa dengan bebas menikmati pemandangan alam berupa hutan dan tebing-tebing serta perbukitan. Pemukiman penduduk agak jauh dari lokasi tersebut.

Sementara itu, di dalam dua tenda besar tersebut terdapat kursi plastik tertata rapi berderet memanjang ke bekalang. Di tempat inilah kemarin digelar doa bersama jajaran Pertamina Area Cepu dan masyarakat sekitar. Doa bersama ini untuk menandai dimulainya kegiatan pengeboran di sumur minyak baru tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku punya sejumlah harapan, sekaligus kekhawatiran. Harapan mereka, bisa ikut menikmati rezeki dari keberadaan sumur minyak tersebut. Setidaknya, ada tenaga kerja lokal yang bisa ikut bekerja di proyek itu. “Setidaknya bisa meningkatkan kesejahteraan warga sini (Semanggi),” kata ketua DPD setempat, Sunarto.

Terkait keinginan itu, mereka ingin Pertamina banyak melibatkan warga setempat untuk kegiatan yang memang bisa dilakukan warga setempat. Sunarto menyadari, SDM sebagian besar warganya memang belum mumpuni. Namun, dia tidak ingin hal itu menjadi alasan untuk meninggalkan warga dalam kegiatan proyek.

Selain itu, dengan semakin banyaknya sumur yang dibor di desanya, dia berharap bantuan yang diberikan untuk desa juga besar. “Kami ingin ekonomi warga sini meningkat. Jadi, Pertamina harus memperhatikan,” tambahnya.

Selama ini, lanjut dia, Pertamina memang sudah membantu, seperti merehab sekolah atau musala. Namun, menurut dia hal itu masih belum seberapa. Warga juga butuh pinjaman modal agar bisa berusaha sendiri.

Selain harapan-harapan tersebut, menurut Sunaro yang kemarin datang dengan didampingi sesepuh Desa Semanggi Mbah Diar, menyatakan bahwa warga juga menyimpan kecemasan. Meski berada di desa tengah hutan, masyarakat Semanggi tidak ketinggalan informasi. Mereka juga mengetahui bencana lumpur panas Lapindo yang terjadi di area pengeboran minyak di Porong, Sidoarjo. Karena itu, warga Semanggi tidak ingin kasus serupa terjadi di desanya.

“Kami minta jaminan dari Pertamina. Sebab, kalau sampai (kasus lumpur panas) terjadi, desa kami yang di bawah bukit pasti habis duluan,” katanya.

Terkait hal itu, mereka meminta Pertamina tidak hanya memikirkan untung, namun juga harus memikirkan keselamatan warga setempat dengan menjaga lingkungan serta tidak mencemari lingkungan.

“Kalau mereka (pihak Pertamina) setelah bekerja meinggalkan lokasi. Sedangkan warga yang hidup di sini akan repot kalau lingkungan tidak dikelola dengan baik,” tegasnya.

Field Manajer Pertamina Area Cepu Sigit Widjayandaru ketika dikonfirmasi terkait harapan dan kecemasan warga tersebut menyatakan, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk menghindari kemungkinan adanya bahaya. Dia memahami kalau warga trauma bencana lumpur panas Lapindo. Karena itu, standar operasional pengeboran sejak awal dia terapkan benar. Salah satu alat yang disediakan adalah BOP (blow out preventer), yakni alat untuk menahan semburan liar. “Kalau semua semua standar operasi sudah kita penuhi, insya Allah tidak terjadi itu,” katanya.

Alat BOP, kata dia, memang wajib ada di setiap proyek pengeboran minyak. Selain itu, yang menambah keyakinan mereka, sumur yang dibor kali ini merupakan sumur pengembangan dari sumur yang sudah ada. Karena itu, Pertamina sudah memiliki daftar sejarah sumur tersebut, misalnya terkait tekanannya, sehingga bisa diantisipasi.

“Kita sediakan tekanan yang lebih besar. Tekanan itu diketahui dari catatan yang sudah ada. Dengan standar yang sedemikian detail kita lakukan, kita berharap semua berjalan lancar,” tambahnya.