Sejumlah orang tua pendaftar PSB online di Bojonegoro mengeluhkan penerapan sistem tersebut di beberapa sekolah. Mereka menilai sistem itu belum ideal untuk daerah Kota Ledre tersebut.

“Sistem ini semakin merepotkan dan membingungkan masyarakat,” kata Win, 35, salah satu orang tua pendaftar PSB online asal Kecamatan Kanor, saat ditemui Radar Bojonegoro di salah satu warnet di Bojonegoro kemarin.

Menurut dia, sistem online semakin menyulitkan masyarakat di luar kota Bojonegoro yang ingin megetahui hasil pendaftaran anak atau keluarganya. Sebab, jumlah warnet di luar Bojonegoro sangat terbatas. Selain itu, ada yang lokasinya sangat jauh.

Ketika sampai di warnet, tambah dia, masalah belum selesai. Sebab, rata-rata masyarakat pedesaan seperti dirinya tidak bisa mengakses internet. Akibatnya, dia harus meminta bantuan operator/penjaga warnet.

Bukankah informasi PSB bisa diakses melalui SMS? Dia membenarkan hal itu. Namun, menurut dia informasi yang diberikan operator melalui SMS sangat terbatas. Salah satunya, tidak diketahuinya posisi ranking pendaftar.

Hal senada disampaiakan Hendro, yang mendaftarkan anaknya di SMPN 2 Bojonegoro. Menurut dia, untuk mengakses internet dirinya mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra. Yakni, untuk biaya sewa internet dan transportasi dari rumahnya hingga warnet yang tidak dekat.

“Kami berharap pemerintah punya solusi yang lebih baik untuk daerah seperti Bojonegoro,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kasubdin Dikmen Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro Zainuddin mengatakan, sebenarnya untuk melihat pengumuman secara online tidak harus datang ke warnet. Sebab, sekolah penyelenggara PSB online juga bisa melayani permintaan informasi.

“Jika ada yang butuh informasi PSB online, dinaspun (disdikda, Red) bisa melayani,” katanya.

Namun demikian dia mengakui adanya sedikit masalah dalam proses akses PSB online. Masalah itu yakni lambannya proses akses pengunjung untuk masuk ke website disdikda. Lambannya proses itu, kata dia, murni karena masalah traffic operator. “Kami berharap masyarakat bisa memaklumi dan mengerti hal tersebut,” ujarnya.