DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bojonegoro akhirnya memutuskan berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD) dalam pilkada setempat mendatang. Keputusan itu merupakan hasil rapat pimpinan cabang (rapimcab) partai tersebut kemarin di kantor DPC setempat. Rapat ini digelar tertutup.

Menurut Wakil Sekretaris DPC PPP M. Muchsin rapat tersebut berlangsung cukup alot. Beberapa pengurus mengajukan argumentasinya untuk mengusung nama bakal calon (balon) bupati yang akan didukung PPP.

Karena alot, rapat akhirnya deadlock dan disepakati untuk dilakukan voting. “Bahkan, sampai panas situasi rapatnya,” kata Muchsin yang juga menjadi notulen dalam rapat tersebut.

Nama-nama yang usung dalam rapat itu, kata dia, Santoso (ketua DPC PD Bojonegoro), Suyoto (ketua DPW PAN Jatim), dan M. Thalhah (ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro). Akhirnya, lanjut dia, saat voting, dari 16 peserta rapat 9 mendukung Santoso, 6 mendukung Suyoto, dan 1 mendukung M. Thalhah.

Namun, menurut Ketua DPC PPP M. Hadits Saridi, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah yang telah disepakati oleh para pengurus harian DPC. “Bukan voting. Kita sepakat mengedepankan musyawarah untuk mufakat, berkoalisi dengan Partai Demokrat,” katanya.

“Hasil keputusan berkoalisi dengan PD berarti PPP mendukung Ketua DPC PD Santoso dalam pilkada mendatang,” tambahnya.

Menurut dia, alasan PPP memilih berkoalisi dengan PD adalah PPP merupakan partai minoritas, sehingga lebih tepat berkoalisi dengan PD. Selain itu, DPC PD dinilai lebih proaktif melakukan komunikasi politik dengan PPP.

“Lha kalau dengan PDIP atau dengan Golkar jelas tidak mungkin karena keduanya merupakan partai besar,” ujarnya.

Dia mengakui rapat tertutup tersebut berlangsung cukup alot karena para pengurus mengusulkan tiga nama tersebut yang bakal didukung sebagai balon bupati. Namun, tambah dia, melalui musyawarah akhirnya mendukung berkoalisi dengan PD pimpinan Santoso.

Hadits juga membantah adanya money politics dalam rapimcab tersebut. “Kalau ada money politics, mana uangnya, nanti saya ambil,” kata dia sambil tertawa.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris DPC PPP Choirul Anam (Irul). Dia menyatakan bahwa dalam rapat tersebut tidak terjadi voting. Keputusan disepakati melalui musyawarah.

Namun, lanjut dia, PPP juga mengajukan syarat kepada PD. Yakni, kader PPP hrus digandeng untuk menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Santoso. Jika Santoso menolak syarat itu, tambah dia, pihaknya akan mengajukan syarat lain. “Opsi lain belum dibahas, tapi yang jelas tetap mendukung PD,” katanya.

Menurut dia, awalnya peserta rapat mengajukan dua opsi. Yakni, mendukung secara langsung balon bupati atau berkoalisi dengan partai lain. “Peserta akhirnya sepakat untuk berkoalisi dengan DPC PD dan tidak sempat voting,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Santoso menyatakan terima kasih kepada PPP yang telah memutuskan untuk mendukungnya dalam pilkada mendatang. “Ya, mudah-mudahan dapat bekerja sama,” ujar bupati Bojonegoro itu.

Ketua DPD PAN Bojonegoro Heni Sulisytaningsih juga mengapresiasi hasil rapimcab PPP tersebut. “Kami berterima kasih kepada peserta rapimcab PPP yang telah melibatkan nama Suyoto,” katanya. (nas)