Jul
Tujuh Nama dikirim ke DPP PDIP
Seluruh nama bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Bojonegoro yang lolos verifikasi DPC PDIP setempat akan dikirimkan ke DPP PDIP. Keputusan itu kemarin diambil dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC PDIP Bojonegoro.
Dalam rapat di Kantor DPC PDIP, Jalan Panglima Polim Bojonegoro itu, tak ada satu pun pengurus PAC yang menyatakan tidak setuju ketujuh bakal calon yang ada diusulkan ke DPP.
Ketujuh bakal calon itu adalah Marsanto, mantan direktur utama Perhutani; Anwar Sholeh, mantan ketua DPRD Bojonegoro; Andreas Wahyono, kepala Kantor Ketahahan Pangan Pemkab Bojonegoro; dan Sukaemi, Sekcam Kota. Selanjutnya, Soedarto, ketua Dekopinda Bojonegoro; Agus Soeyanto, kontraktor; dan Budi Irawanto, ketua DPC PDIP Bojonegoro.
Dengan demikian, rencana awal untuk penentuan siapa yang diusulkan ke DPP melalui kerja cabang khusus (rakercabsus) batal. Rakercabsus Minggu nanti hanya sebagai tempat mendengarkan visi dan misi bacabup dan bacawabup dari PDIP.
Budi Irawanto dalam kesempatan itu menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada satupun nama yang direkomendasi DPP PDIP. “Dikirim saja kan belum, kok sudah ada yang direkomendasi. Ini kan lucu,” tuturnya.
Jika ada kabar yang menyebutkan seseorang telah mendapatkan rekomenfasi DPP, ketua DPC yang akrab disapa Wawan, itu meminta pengurus PAC dan kader PDIP untuk tidak percaya terhadap informasi tersebut. “Dan satu lagi, kita harus tetap menjaga persatuan di antara kita agar tetap solid meski diguncang berbagai isu termasuk pilkada,” katanya.
Dalam rakercab yang dimulai pukul 10.00 tersebut, juga tercapai kesepakatan siapa yang akan menjadi utusan dalam rakercabsus. Mereka yang berhak mengikuti rapat itu adalah seluruh pengurus PAC serta ketua dan sekretaris ranting se-DPC PDIP Bojonegoro. “Pendanaan rakercabsus nanti ditanggung para bakal calon dan DPC PDIP,” ujar Budiono, ketua panitia penjaringan bacabup dan bacawabup PDIP.
Bagaimana jika bakal calon tak mengikuti penyampaian visi dan misi? “Ya harus ikut,” imbuh Budiono tanpa mau menyebutkan adanya sanksi atau tidak terhadap bakal calon yang absen.
Sementara itu, DPC Partai Demokrat Bojonegoro terus berusaha meraih dukungan sebanyak-banyaknya dari partai politik (parpol) lain menghadapi pilkada mendatang. Setelah mendapatkan dukungan dari PPP dan Koalisi Partai Nonparlemen Bersatu, partai yang dipimpin M. Santoso itu menjajaki koalisi dengan parpol lain yang belum masuk kelompoknya. “Ya agar semakin menyatu dan semakin kuat,” katanya.
“Yang jelas siapapun yang ingin bergabung kami membuka lebar-lebar pintu koalisi dalam pilkada mendatang,” imbuhnya.
Hingga kini, kata Santoso, hasil koalisi telah memenuhi syarat bagi dirinya untuk maju dalam pilkada nanti. Tentang siapa yang bakal digandeng, dia hanya menyebutkan bahwa orang tersebut harus mempunyai kekuatan politik. “Tapi kalau siapa nama orangnya, tunggu nanti,” pintanya. (ade)