Para pekerja kemarin siang melakukan unjuk rasa. Aksi mereka kali ini dilakukan dengan menutup pintu masuk ke lokasi pengeboran Sumur Sukowati yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ). Para pekerja ini bekerja di bawah naungan sub kontraktor PT Nana Yamano Teknik dan PT Tunas Mulia.

Unjuk rasa 96 pekerja itu dilakukan karena mereka tak lagi dipekerjakan di sumur migas tersebut. Mereka menuntut agar dalam masa tenggang waktu pengeboran antarsumur para pekerja yang ada tetap dipekerjakan. “Selama ini jika pengeboran sumur pindah ke sumur lain, maka kami tetap masuk,” ujar Jaswadi, salah satu pengunjuk rasa.

Dia menjelaskan, mulai 1 Agustus lalu hingga sekarang dirinya bersama rekan-rekannya belum dipekerjakan. Padahal, sebelumnya dia dipekerjakan bersama pekerja lainnya. “Misalkan untuk sumur 4 pindah ke sumur 5 kemarin, kami tetap masuk,” tambahnya.

Namun, setelah pengeboran sumur 6 selesai dan pindah ke sumur 4, para pekerja tersebut ternyata belum bekerja. Para pengunjuk rasa itu berharap Suhaemi, perwakilan dari PT Nana Yamano Teknik, dapat menemui mereka untuk membicarakan masalah tersebut.

Akibat aksi tutup jalan itu, sebuah truk Fuso L 7674 TU tertahan di depan pintu masuk. Sampai berita ini ditulis sekitar pukul 14.30, aksi tersebut masih berlangsung.

Sementara itu, Field Admin Super Intenden JOB P-PEJ Sunjani belum berhasil dikonfirmasi. Ketika dihubungi melalui ponselnya, tidak aktif.