Aug
Pemberdayaan Pemuda Area Blok Cepu oleh GP Ansor
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Bojonegoro bakal mempertajam program pemberdayaan pemuda. Salah satu fokusnya pemuda di area sumur migas Banyuurip.
Adapun rumusan teknisnya bakal dibicarakan dalam rapat kerja (raker) PC GP Ansor di Griya Dharma Kusuma (guesthouse) Jalan Trunojoyo, Bojonegoro, siang ini.
“Untuk tahun ini, program kerja kami fokuskan pada pemberdayaan anggota dan organisasi,” kata Ketua GP Ansor Cabang Bojonegoro Zainuddin Ashari kemarin.
Dia mengatakan, pemberdayaan pemuda di area Blok Cepu merupakan kebutuhan yang harus segera terealisasi. Sebab, dengan dibebaskannya ratusan hektare lahan di area tersebut ribuan warga kehilangan sumber mata pencaharian. Karena itu, lanjut dia, harus ada solusi yang tepat bagi mereka. Dan program pemberdayaan pemuda itu diharapkan mampu menjembatani persoalan tersebut.
Menurut dia, peserta raker akan dibagi dalam tiga komisi. Yakni, komisi program, komisi organisasi, dan komisi rekomendasi.
Komisi program, lanjut dia, fokus bahasannya evaluasi dan rencana program kerja yang telah dirumuskan dalam rapat kerja sebelumnya. Dengan demikian, program yang belum maksimal pada tahun pertama bisa diteruskan pada tahun ini.
Dia menambahkan, ada beberapa program sebelumnya yang bakal ditindaklanjuti tahun ini. Salah satunya diklat tingkat dasar (DTD) yang akan dilanjutkan ke diklat tingkat lanjut (DTL).
Dia menuturkan, program pemberdayaan tahun ini bakal lebih mengedepankan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan. Sehingga, lanjut dia, anggota Ansor dapat melakukan hal yang lebih praktis dan berguna bagi kehidupannya. Salah satu yang telah terbentuk adalah Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).
“Tahun lalu BUMA terbentuk, ke depan akan kami maksimalkan untuk kepentingan anggota dan organisasi,” katanya.
Bagaimana dengan komisi rekomendasi? Menurut Zainuddin, komisi itu akan merumuskan rekomendasi internal dan ekternal. Salah satu poin bahasan untuk rekomendasi eksternal adalah soal sikap GP Ansor Bojonegoro menghadapi pilkada setempat mendatang.
Meski mempunyai gambaran bakal calon (balon) bupati-wakil bupati, dia mengaku tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada peserta raker.
“Apa pun yang diputuskan dalam raker, itulah garis kebijakan organisasi yang harus kita laksanakan,” katanya.
Raker itu bakal merumuskan partisipasi GP Ansor dalam pengamanan pilkada. Salah satunya dengan menyiapkan anggota banser untuk turut mengamankan massa. Namun, lanjut dia, hal itu perlu dibicarakan lebih jauh bersama stake holder terkait. (dim)