2 Comments to “Calon Guru Dibekali Kecerdasan Hati”

  1. gunsa

    Feb 5th, 2009

    Sampai hari ini Tujuan Pendidikan masih membingungkan kalangan dunia usaha yang membutuhkan lulusan yang produktif dan kreatif, berorientasi pada produktifitas (menghasilkan produk), berkualitas (produknya berkualitas) dan efisiensi (mampu menekan biaya produksi baik melalui kreatifiats maupun teknologi).
    Difinisi kualitas pendidikan tidak mengikuti kualitas produk yang dihasilkan oleh lulusannya pedahal persaingan kualitas SDM diseluruh dunia adalah pada hasil produknya, bukan pada ijaazh dan angka kelulusannya UAN (passing grade). Pendidikan Dunia telah menghasilkan Pemimpin, profesional dan entrepreneur. Apa yang mau dihasilkan pendidikan Indonesia? Apa yang dihasilkan dari kecerdasan emosionil dan spirituil ini? Kemana mencari lulusan yang produktif dan kreatif standard industri?

  2. nkhoironi

    Nov 2nd, 2009

    Peranan, fungsi dan tanggung jawab guru berkait dengan profesionalismenya sangat mengikat guru untuk ‘hanya’ memikirkan siswa dan kelasnya. Dari sekian konteks yang akhirnya terlepas dari perhatian guru adalah kualitas leadership di sekolah dan birokrasi pendidikan.

    Dengan alpanya guru dalam hal leadership baik di sekolah atau birokrasi, fungsi dan peranan guru menurun hanya sebagai pelaksana di lapangan. Padahal, sumber ‘bencana’ dunia pendidikan kita sementara ini adalah lemahnya leadership di tingkat manajemen sekolah dan birokrasi pendidikan.

    Meski demikian, kita ucapkan salut dengan perkembangan Bojonegoro di sisi kualitas seleksi kepala sekolah di lingkungan diknas. Mungkin ilmu ini bisa ditularkan ke lain departemen yang juga menangani masalah pendidikan. Jangan ada lagi jabatan kepala sekolah yang bisa dibeli. Malu, dong!


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.