Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi (Mbah Hasyim) kembali menegaskan dukungannya kepada pasangan cabup-cawabup M. Thalhah-Tamam Syaifuddin (Tahta). Kali ini disampaikan di hadapan peserta Istihlal dan Istighotsah Majelis Pembina Taman Pendidikan Alquran (Mabin TPQ) An Nahdliyah Cabang Bojonegoro.
Kegiatan itu sendiri dipusatkan di gedung Islamic Center Jalan Panglima Polim Bojonegoro, kemarin (18/11).
“Secara legalitas NU tidak berpolitik. Tetapi warga NU memiliki kekuatan untuk menentukan seorang pemimpin. Tentu saja pemimpin yang amanah,” kata tokoh asli Bangilan, Tuban, tersebut.
Menurut dia, bukan rahasia umum lagi jika saat ini banyak pemimpin yang kurang bisa amanah. Karena itu, dia meminta warga NU berhati-hati dalam menentukan pilihan, termasuk dalam konteks pilkada Bojonegoro.
Dia menuturkan, salah satu kriteria pemimpin yang amanah adalah mempunyai komitmen menyejahterakan masyarakat. Komitmen tersebut harus benar-benar tulus, bukan sekadar janji-janji untuk mendapat simpati dari masyarakat.
“Sekarang saya tanya, apakah sampeyan semua sudah merasa sejahtera?” kata dia yang dijawab “tidak” secara serentak oleh peserta acara yang mayoritas guru ngaji dan guru TPQ.
Komitmen untuk menyejahteraan masyarakat, kata dia, tidak bisa diukur dengan pemberian uang maupun meteri lainnya oleh pasangan cabup-cawabup, tapi melalui terwujudnya komitmen tersebut ke dalam sebuah kebijakan pemerintahan.
Meski demikian, tambah dia, komitmen memperjuangkan kesejahteraan masyarakat tersebut tidak bisa diserahkan kepada sembarang calon. “Kalau saya menjadi orang Bojonegoro, saya akan pilih Thalhah. Sebab, nek dititipno wong liyo, iso eling iso gak (kalau dititipkan orang lain, mereka bisa ingat, bisa juga tidak, Red),” ujar dia disambut tepuk tangan hadirin.
Karena itu, Mbah Hasyim berharap warga NU Bojonegoro bersatu menghadapi pilkada 10 Desember nanti. Sebab, hanya dengan cara itu mereka dapat memperoleh pemimpin yang amanah. Jika tidak bersatu, tutur dia, kekayaan alam yang terkandung di perut bumi Angling Dharma ini tidak bakal dapat dinikmati warganya.
“Saya kan pernah bilang, warga NU ojo mbuka pracangan dewe-dewe (jangan berdagang sendiri-sendiri, Red). Kalau mau dagangan, sekalian bukalah grosir, tapi hasilnya harus untuk kesejahteraan warga,” tegasnya.
Lalu apa tugas PC NU Bojonegoro? Pria yang pernah dicalonkan sebagai wakil presiden berdampingan dengan capres Megawati Soekarnoputri ini mengatakan, PC NU juga bertanggung jawab memperjuangkan kesejahteraan warga nahdliyin. Hanya, cara yang dilakukan tentu saja berbeda. Salah satunya, dengan menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPRD.
“Kalau DPRD-nya sudah setuju, maka tinggal bupatinya. Dan hal itu bisa terjadi jika bupatinya orisinil dari NU,” jelasnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PC NU Bojonegoro KH Maimun Syafi’i dalam sambutannya mengatakan, meski tidak terlibat langsung dalam tim sukses pasangan Tahta, dia berharap pasangan tersebut mendapat ridlo dan berkah dari Allah SWT, sehingga saat memimpin nanti dapat menjadi rahmat bagi warga Bojonegoro.
Acara tersebut ditutup dengan lantunan salawat badar bersama oleh Mbah Hasyim, KH Maimun Syafi’i, anggota Kaukus Perempuan NU Bojonegoro, dan pasangan Tahta diikuti seluruh peserta. (dim)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must log in to post a comment.