Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) yang diketahui Tariyono dilantik oleh PW Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur di aula At Taqwa kemarin. Pelantikan DPM periode 2007-20012 berlangsung khidmad, dipimpin langsung oleh sekretaris PWPM, Ali Mukti.

Pelantikan terasa istimewa karena dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan disaksikan jajaran pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Wakil Bupati Setyo Hartono, Kepala Dinas Infokom dan Pengaduan Layanan Publik, Djindan Moehdin, Kepala Bekasbanglinmas, Sudaryanto dan Wakadisdikda, Djoko Soepeno.

Ketua PDM, Zainudin dalam sambutannya mengatakan PDPM merupakan salah satu ujung tombak dalam mengembangkan gerakan dakwah dan sosial Muhammadiyah. Karena itu, dia berharap agar PDPM dimasa kepemimpinan yang baru mampu menjadi lebih baik dibandingkan kepemimpinan periode lalu. “Orang atau organisasi yang baik jika mampu menjadi lebih baik dibandikan kemarin dan esok lebih baik dibandingkan hari ini,”kata mantan alumnus ponpes Gontor, Ponorogo tersebut.

Dia mengingatkan PDPM agar menjadi organisasi pemuda yang mampu menjawab tantangan zaman. Sebab, masa mendatang Bojonegoro bakal menjadi kota minyak. “Pemuda mempunyai peranan yang cukup penting di masa mendatang,”jelasnya

Saat Zainuiddin berpidato diatas podium, perhatian hadirin yang awalnya menyimak pidato pria yang kerap dipanggil Buya tersebut terpecahkan. Gara-garanya, bupati Suyoto tiba-tiba hadir dan langsung duduk bersama para undangan yang memenuhi aula At Taqwa. Kehadiran Suyoto yang datang secara tiba-tiba tersebut membuat suasana menjadi lebih meriah. Suyoto langsung disalami oleh para hadirin dan diminta untuk duduk di jajaran depan bersama Haedar Nashir

Seusai Zainuddin memberikan sambutan, panitia lalu meminta Suyoto untuk menyampaikan sambutan. Suyoto meminta maaf karena datang terlambat. Dia menceritakan bahwa semalam dirinya datang langsung ke lokasi longsor di Kecamatan Gondang dan banjir di Temayang. Tiba di Bojonegoro sepulang dari lokasi pukul 04.00 WIB. “Saya ingin langsung ke lokasi dan tidak ingin hanya menerima laporan dari staf saya,”ujar Ketua DPW PAN ini.

Menurut dia, seorang pemimpin harus ada bersama rakyatnya yang sedang kesusahan. “Begitu juga seharusnya yang dilakukan oleh pemuda Muhammadiyah, spirit gerakan Muhammadiyah yakni proaktif dan tidak berhenti untuk membari manfaat kepada masyarakat,”tambah mantan Ketua Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat PWPM Jawa Timur ini.

Suyoto juga member semangat agar PDPM tidak pernah berhenti untuk bercita-cita. “Cita-cita tinggi yang menggerakkan kita untuk selalu dinamis dalam bergerak, selalu proaktif dan bukan pasif,”jelasnya.

Sementara itu, Haedar Nashir mengungkapkan PDPM harus mencontoh apa yang dilakukan oleh Suyoto. “Yakni harus tampil pertama ketika ada bencana alam. Seharusnya yang datang ke lokasi pertama kali bukan pejabat tapi pemuda,”jelasnya. Hal itu, sesuai dengan khittah dari Pemuda Muhammadiyah yakni menjadi organisasi kemasyarakatan yang harus hadir ditengah rakyat yang sedang susah.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir juga melantik pengurus Muhammadiyah Disarter Management Center (MDMC) atau Pusat Penanganan Bencana Muhammadiyah. (nas)