Menjelang lebaran tahun ini, stok sembako di wilayah Bojonegoro dipastikan dalam kondisi aman. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro Djoko Prasetyo di gedung DPRD Bojonegoro kemarin (9/9).
”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sejauh ini stok sembako yang tersedia diperkirakan masih cukup hingga lebaran nanti,” kata Djoko ditemui usai rapat kerja (raker) bersama Komisi B DPRD Bojonegoro kemarin.
Kendati demikian, Djoko mengaku pihaknya terus mewaspadai lonjakan pembeli dan permainan spekulan pasar. Yakni dengan menerjunkan tim pemantau dari dinas setempat. Harapannya, tidak akan terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan menjelang hari H lebaran nanti.
Selain itu, disperindag juga telah menyiapkan pelaksanaan oprasi pasar di wilayah Bojonegoro. Yakni khusus untuk kedelai dan minyak goreng (migor). Alasannya, hanya kedelai dan migor yang mendapar subsidi dari pemerintah pusat. ”Subsidi untuk kedelai sebesar Rp 1.000 per kilo dan minyak goreng sebesar Rp 2.500 per liter,” jelasnya.
Untuk Bojonegoro, menurut Djoko kedelai yang disiapkan untuk operasi pasar mencapai 500 ton. Sasarannya, para pengusaha tahu dan tempe. Namun, selama ini stok kedelai untuk operasi pasar belum pernah terserap seluruhnya. Sehingga terjadi over load stok kedelai di Kota Ledre ini.
”Untuk operasi pasar minyak goreng hanya tersedia 225 liter,” katanya. ”Penyalurannya pun dilakukan oleh distributor langsung ke kecamatan dan diterimakan kepada calon penerima yang memiliki kupon,” terang Djoko. (dim)
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=27065
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must log in to post a comment.