Home / Berita / Bojonegoro terancam kekeringan karena air waduk menipis

Bojonegoro terancam kekeringan karena air waduk menipis

Kekeringan

Lima belas dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam krisis air lebih cepat pada musim kemarau tahun ini. Sebab, kantung-kantung air, termasuk Waduk Pacal di Kecamatan Gondang, makin menyusut dan diperkirakan tinggal cukup untuk satu-dua bulan mendatang. “Stok air di Waduk Pacal makin menipis,” ujar Kepala Seksi Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Muchtarom, Minggu, 8 Juni 2014.

Menurut Muchtarom, selain Waduk Pacal, Bojonegoro memiliki kantung-kantung air berupa embung (waduk kecil) yang jumlahnya 200. Gunanya, menandon air selama musim kemarau. Stok air di Waduk Pacal sendiri tinggal 9 juta meter kubik dan diutamakan untuk lahan pertanian. “Stok Waduk Pacal khusus untuk pengairan sawah,” kata Muchtarom. (Baca juga: Kekeringan, Petani NTT Terancam Kelaparan)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah memetakan 13 kecamatan yang rawan kekeringan, yaitu Kecamatan Ngasem, Ngraho, Gondang, Balen, Margomulyo, Baureno, Kedungadem, Kanor, Kepohbaru, Sekar, Sugihwaras, Temayang, dan Sumberejo. Kecamatan-kecamatan itu tidak dilewati Sungai Bengawan Solo.

Menurut Bagian Logistik BPBD Bojonegoro Budi Mulyono, pihaknya telah mengantisipasi timbulnya kekeringan dengan memanfaatkan tandon air yang ada di desa-desa. Mobil tangki air milik BPBD, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial, dan Perusahaan Daerah Air Minum telah disiapkan untuk menyuplai air bersih ke wilayah yang dilanda kekeringan. “Ditambah mobil tangki milik perusahaan-perusahaan swasta,” tutur Budi.

Antisipasi yang lain ialah merealisasikan program seribu embung yang ditetapkan Bupati Bojonegoro Suyoto. Program pembuatan embung ini dilaksanakan bertahap dari 2013 hingga 2017. Saat ini embung yang sudah dibangun Dinas Pengairan Bojonegoro sebanyak 170 unit. “Embung ini bermanfaat untuk stok air pada musim kemarau,” kata Budi. 

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/06/08/058583401/Air-Waduk-Menipis-Bojonegoro-di-Ambang-Kekeringan

About

Scroll To Top