<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bojonegoro.com</title>
	<atom:link href="http://www.bojonegoro.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bojonegoro.com</link>
	<description>Media Online dan Informasi Kota</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 May 2011 10:39:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Ibu Boyong Balita Korban Ledakan Gas Bertemu Presiden</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/ibu-boyong-balita-korban-ledakan-gas-bertemu-presiden/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/ibu-boyong-balita-korban-ledakan-gas-bertemu-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Pepatah bijak kasih ibu sepanjang jalan tetap berlaku bagi korban ledakan tabung gas. Susi Hariani asal Bojonegoro nekat ke Istana Negara buat minta bantuan untuk pemulihan anaknya. Ibu usia awal 30 tahun tersebut tiba di Istana sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (19/7/2010). Dia mengendong anak lelakinya, Ido (4th), yang menderita luka bakar di bagian muka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pepatah bijak kasih ibu sepanjang jalan tetap berlaku bagi korban ledakan tabung gas. Susi Hariani asal Bojonegoro nekat ke Istana Negara buat minta bantuan untuk pemulihan anaknya.</p>
<p>Ibu usia awal 30 tahun tersebut tiba di Istana sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (19/7/2010). Dia mengendong anak lelakinya, Ido (4th), yang menderita luka bakar di bagian muka hingga kaki.<br />
<span id="more-334"></span><br />
&#8220;Saya mau ketemu presiden. Saya mau minta tolong bantuan operasi pemulihan anak saya,&#8221; ujar Susi kepada wartawan yang menemuinya di tempat parkir sepeda motor.</p>
<p>Susi lalu menuturkan, musibah akibat ledakan tabung gas bocor terjadi pada 24 Maret 2010 dini hari. Waktu itu dia hendak menyiapkan sarapan dan tidak sadar bahwa terjadi kebocoran gas.</p>
<p>Ketika menyalakan kompor, seketika api berkobar dan membakar lengan serta kakinya. Malang bagi Ridho Januar alias Ido, balita yang sedang terlelap tersebut tersambar api mulai dari muka hingga kakinya.</p>
<p>Pengobatan awal telah ditangani oleh Pemprov Jawa Timur. Keluarga buruh itu tidak mengeluarkan uang seseper pun untuk biaya pengobatan.</p>
<p>&#8220;Tapi kasihan anak saya, mukanya jadi rusak. Ayahnya sedang urus buat jamkesnas, kalau nggak tembus ya kami nggak kuat biayai,&#8221; isak Susi.</p>
<p>Sejauh ini Susi dan Ido belum mendapat kepastian apakah akan mendapatkan bantuan dari Presiden SBY. Jubir Kepresidenan Julian Ardian Pasha yang dihubungi lewat telepon memastikan Susi dan Ido akan diterima oleh Pertamina untuk masalah bantuan pengobatan.</p>
<p>&#8220;Saya sudah koordinasi dengan Mensesneg, mereka akan diterima oleh Pertamina,&#8221; ujar Julian. (lh/gah) </p>
<p>http://www.detiknews.com/read/2010/07/19/145601/1402138/10/ibu-boyong-balita-korban-ledakan-gas-bertemu-presiden</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/ibu-boyong-balita-korban-ledakan-gas-bertemu-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Gedung SDN Rusak Dialokasikan Dana Rp 28 M Lebih</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/perbaikan-gedung-sdn-rusak-dialokasikan-dana-rp-28-m-lebih/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/perbaikan-gedung-sdn-rusak-dialokasikan-dana-rp-28-m-lebih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan dana sebesar Rp 28,3 Miliar untuk perbaikan 1.536 ruang kelas sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami rusak. Soalnya, kerusakan ruang kelas ini membuat aktivitas belajar mengajar tertanggu. Kepala Seksi Sarana TK /SD Dinas Pendidikan Pemkab Bojonegoro Jatmiko, menjelaskan ribuan lokal ruang kelas SDN itu rusak dikarenakan usia bangunan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan dana sebesar Rp 28,3 Miliar untuk perbaikan 1.536 ruang kelas sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami rusak.</p>
<p>Soalnya, kerusakan ruang kelas ini membuat aktivitas belajar mengajar tertanggu.<br />
<span id="more-332"></span><br />
Kepala Seksi Sarana TK /SD Dinas Pendidikan Pemkab Bojonegoro Jatmiko, menjelaskan ribuan lokal ruang kelas SDN itu rusak dikarenakan usia bangunan yang sudah tua.Menurutnya, kondisi tersebut diperparah karena tersentuh dana bantuan untuk rehab rutin.</p>
<p>“Tapi, kita sudah alokasikan dana Rp28,3 miliar untuk perbaikan ruangan rusak itu,” ungkapnya.</p>
<p>Diakuinya, untuk perbaikan ruang kelas yang rusak itu pada tahun ini Pemkab Bojonegoro mengalokasikan dana bagi hasil Migas sebesar Rp 2,325 Milliar bagi pembangunan 15 ruang kelas.</p>
<p>Selain dari dana itu,terangnya, perbaikan gedung sekolah akan diambilkan dari dana percepatan Infrastruktur pendidikan dan dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari APBN.</p>
<p>Dan ditambah lagi dengan dana pendamping yang besarannya mencapai Rp26 Miliar. Dana sebesar itu direncanakan untuk pembangunan 100 ruang kelas yang masing-masing sekolahan mendapatkan dialokasikan menerima dana sebesar Rp260 juta.</p>
<p>Harusnya, kata dia, ruangan –ruangan yang rusak tersebut mendapatkan perawatan secara ruting hingga kondisinya tidak makin memprhatinkan. Dari jumlah 1536 ruangan itu, lanjutnya, sebanyak 896 lokal kelas dalam kondisi rusak berat dan sisanya sejumlah 511 ruang dalam kondisi rusak ringan.</p>
<p>“ Namun, saat ini ruangan itu sudah dilakukan upaya tambal sulam,” jelasnya</p>
<p>http://www.maiwanews.com/berita/perbaikan-gedung-sdn-rusak-dialokasikan-dana-rp-28-m-lebih/</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/perbaikan-gedung-sdn-rusak-dialokasikan-dana-rp-28-m-lebih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertibkan Pelajar, Satpol PP Bojonegoro Gelar Operasi Sayang</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tertibkan-pelajar-satpol-pp-bojonegoro-gelar-operasi-sayang/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tertibkan-pelajar-satpol-pp-bojonegoro-gelar-operasi-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Satuan Polisi Pamong Praja Pemeritah Kabupaten (Satpol PP Pemkab) Bojonegoro, Senin (19/7/2010), menggelar operasi Sayang. Operasi yang dilakukan puluhan Satpol PP, bertujuan menjaring pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah. Operasi digelar di beberapa jalan maupun tempat yang sering dipakai mangkal para pelajar, petugas mengecek warung-warung atau tempat yang dijadikan mangkal pelajar, semisal Pasar Desa Sukorejo, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satuan Polisi Pamong Praja Pemeritah Kabupaten (Satpol PP Pemkab) Bojonegoro, Senin (19/7/2010), menggelar operasi Sayang. Operasi yang dilakukan puluhan Satpol PP, bertujuan menjaring pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah.</p>
<p>Operasi digelar di beberapa jalan maupun tempat yang sering dipakai mangkal para pelajar, petugas mengecek warung-warung atau tempat yang dijadikan mangkal pelajar, semisal Pasar Desa Sukorejo, warnet di sepanjang Desa Sukorejo, Jl Panglima Polim, dan beberapa wilayah lain.<br />
<span id="more-330"></span><br />
Pelajar yang mengetahui kedatangan petugas Satpol PP langsung melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor yang terparkir di luar warung. Akibatnya, sempat terjadi saling kejar-kejaran, walaupun petugas sempat melepas mereka yang sudah terlalu jauh meninggalkan lokasinya dengan motor. Namun, tidak sedikit yang tertangkap dan dimarahi.</p>
<p>Jumlah total yang diamankan petugas kurang lebih 30-an pelajar, para pelajar yang ditangkap didata di Kantor Satpol PP, Kompleks Pemkab Bojonegoro Jl Mas Tumapel Kota Bojonegoro. Setelah didata, para pelajar akan diberikan peringatan keras. Selanjutnya, pihak sekolah juga nantinya akan diberitahukan, sehingga ada pembinaan lebih lanjut.</p>
<p>Kepala Satpol PP Pemkab Bojonegoro, Kamidin, mengatakan, operasi serupa, akan dilakukan untuk menertibkan siswa yang bolos saat jam pelajaran. “Keberadaan mereka sangat mengganggu dan tidak pantas. Sehingga, kami menertibkannya, operasi serupa akan terus kita gelar, diharap siswa jera dan mau masuk sekolah jika jam pelajaran berlangsung,” jelasnya. (yen/isp)</p>
<p>http://www.zonaberita.com/jawa-timur/tertibkan-pelajar-satpol-pp-bojonegoro-gelar-operasi-sayang.html/</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tertibkan-pelajar-satpol-pp-bojonegoro-gelar-operasi-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pendidikan Aswaja bagi Generasi Muda</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tingkatkan-pendidikan-aswaja-bagi-generasi-muda/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tingkatkan-pendidikan-aswaja-bagi-generasi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Memahami dan membentengi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di era globalisasi seperti sekarang ini, tidak hanya perlu. Melainkan, juga sangat penting untuk mempertahankan demi akidah umat Islam ke depan. Hal itu disampaikan Habib Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional (Unas) Bandung dalam seminar nasional bertema penyegaran faham Aswaja di era globalisasi, yang digelar Alumni Abuya Bojonegoro, Tuban, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami dan membentengi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di era globalisasi seperti sekarang ini, tidak hanya perlu. Melainkan, juga sangat penting untuk mempertahankan demi akidah umat Islam ke depan.</p>
<p>Hal itu disampaikan Habib Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional (Unas) Bandung dalam seminar nasional bertema penyegaran faham Aswaja di era globalisasi, yang digelar Alumni Abuya Bojonegoro, Tuban, Lamongan di Masjid Baabus Sofa kemarin (18/7).<br />
<span id="more-327"></span><br />
&#8220;Pendidikan Aswaja harus dimulai sejak dini di madrasah-madrasah di Indonesia. Karena, diharapkan umat ini mengenal akidah secara benar. Sehingga umat Islam, punya daya tolak terhadap ancaman dan tantangan dari luar yang semakin tinggi intensitasnya,&#8221; kata guru besar sosiologi agama Unas ini dalam pemaparannya di depan peserta seminar.</p>
<p>Pria berkaca mata ini menuturkan, perlunya peningkatan pendidikan Aswaja harus dilakukan, mengingat semakin banyak faham agama yang bermunculan. Namun, dari kemunculan tersebut masih banyak masyarakat yang tidak tahu mana yang memecah belah umat atau membangun ukhuwah (persaudaraan). &#8220;Ada empat hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai ancaman dan tantangan eksternal terhadap Aswaja,&#8221; paparnya.</p>
<p>Yakni, mengefektifkan pendidikan Aswaja yang memadai kepada generasi muda agar mempunyai daya tolak terhadap berbagai sempalan yang kadang sulit dideteksi. Selain itu, mempererat ukhuwah organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Kemudian, menerbitkan buku yang menyegarkan pemikiran Aswaja, sehingga dapat menjadi pegangan bagi generasi muda penerus Aswaja ke depan. (tis/fiq)</p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=170601</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/tingkatkan-pendidikan-aswaja-bagi-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agus Sunarno, 13 Tahun Sendirian Urusi Museum</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/agus-sunarno-13-tahun-sendirian-urusi-museum/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/agus-sunarno-13-tahun-sendirian-urusi-museum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian besar orang, bekerja sendirian selama lebih dari 10 tahun, tentu sangat membosankan. Namun tidak bagi Agus Sunarno. Dia menjalani pekerjaan mengurusi Museum Rajekwesi, Bojonegoro, dengan penuh kesabaran. Seorang pria berdiri di teras sebuah bangunan yang terletak di sebelah barat kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, di Jalan Pattimura. Pria itu hanya diam, sambil melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sebagian besar orang, bekerja sendirian selama lebih dari 10 tahun, tentu sangat membosankan. Namun tidak bagi Agus Sunarno. Dia menjalani pekerjaan mengurusi Museum Rajekwesi, Bojonegoro, dengan penuh kesabaran.  </p>
<p>Seorang pria berdiri di teras sebuah bangunan yang terletak di sebelah barat kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, di Jalan Pattimura. Pria itu hanya diam, sambil melihat beberapa orang yang lalu lalang di depannya. Sebab, secara kebetulan di depan tempat pria tersebut berdiri, digunakan sebagai tempat parkir bagi karyawan dan tamu di Disdik Bojonegoro.<br />
<span id="more-325"></span><br />
Kegiatan itu dilakukan oleh Agus Sunarno, demikian nama pria tersebut, usai melakukan tugasnya membersihkan dan mengurus artefak Museum Rajekwesi. &#8220;Sejak tahun 1997 ya begini ini, sendirian mengurusi museum,&#8221; ungkap Agus. </p>
<p>Sehari-hari, Agus memang bekerja sebagai petugas jaga Museum Rajekwesi. Meski lokasi museum di kompleks disdik, Agus bukan pegawai disdik. Agus adalah karyawan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto yang ditempatkan di Bojonegoro.</p>
<p>Kepada <em>Radar Bojonegoro</em>, Agus mengungkapkan keluh kesahnya mengurusi artefak-artefak museum. Dia mengaku sering kerepotan dan mendapat teguran dari berbagai kalangan yang datang ke museum, karena mendapati gedungnya tutup. Hal itu terpaksa dilakukan karena Agus bertugas sendirian. &#8220;Kalau sedang keluar karena ada keperluan, kan otomatis tutup. Apalagi kalau sakit, ya tutup, karena saya sendirian,&#8221; ujarnya.  </p>
<p>Semestinya, petugas jaga museum ada tiga orang. Sehingga, dia bisa bergantian dengan yang lain. Apalagi, tugas Agus selama ini ganda. Selain bertugas melayani tamu yang datang, Agus juga harus membersihkan gedung museum. &#8220;Termasuk juga merawat berbagai benda yang tersimpan di museum. Itu semua tugas saya, bukan hanya menerima tamu, tapi semuanya,&#8221; paparnya. </p>
<p>Dia kemudian menceritakan pengalaman selama liburan sekolah yang baru saja berlalu. Selama musim liburan dua pekan lalu, museum diramaikan dengan kunjungan tamu, terutama pelajar di Bojonegoro. &#8220;Siswa biasanya datang bersama guru untuk memantau dan membuat laporan berbagai benda yang ada di museum,&#8221; jelasnya. Total selama dua minggu itu ada sekitar 400 pelajar SMA yang berkunjung. Karena itu, Agus mengaku sempat kewalahan. Karena selain menjelaskan, masih harus melayani pengunjung.  </p>
<p>Tugas ini cukup berat. Karena, di museum tersimpan 115 item artefak. Mulai benda-benda prasejarah berupa fosil binatang purba, hingga benda zaman sejarah seperti yoni dan benda-benda etnografi. Selain itu, museum juga diisi dengan benda-benda etnografi yang dimanfaatkan masyarakat dengan usia 50 tahun, tetapi tidak ada kaitannya dengan sejarah. &#8220;Ya seperti dokar yang ada di depan (museum) itu. Kan tidak ada hubungannya dengan sejarah,&#8221; jelasnya. Ini berbeda dengan dokar di Keraton Solo, Jateng, yang sudah berusia ratusan tahun dan dikeramatkan oleh masyarakat.<br />
<strong>(*/fiq)</strong></p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=showpage&#038;rkat=7</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/19/agus-sunarno-13-tahun-sendirian-urusi-museum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mantan Kadinkes Serahkan Diri</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/mantan-kadinkes-serahkan-diri/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/mantan-kadinkes-serahkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 07:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menjadi buron atau daftar pencarian orang (DPO) sekitar dua tahun, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro Setyo Budi akhirnya menyerahkan diri. Jumat (9/7) petang lalu tersangka dugaan korupsi dana proyek Water Sanitation for Low Income Communities (WSLIC) 2007 di dinkes Rp 593,8 juta, itu mendatangi kejaksaan negeri (kejari) setempat. Setelah menjalani proses pemeriksaan di lembaga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menjadi buron atau daftar pencarian orang (DPO) sekitar dua tahun, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro Setyo Budi akhirnya menyerahkan diri. Jumat (9/7) petang lalu tersangka dugaan korupsi dana proyek Water Sanitation for Low Income Communities (WSLIC) 2007 di dinkes Rp 593,8 juta, itu mendatangi kejaksaan negeri (kejari) setempat. </p>
<p>Setelah menjalani proses pemeriksaan di lembaga ini, dia dijebloskan ke tahanan dan dititipkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) setempat. &#8221;Tersangka menyerahkan diri ke kejari bersama dengan keluarganya,&#8221; kata Kasi Intel Kejari Bojonegoro Sigid Januaris Pribadi kepada wartawan koran ini kemarin (10/7).<br />
<span id="more-322"></span><br />
Informasi dari intern kejari, tersangka menyerahkan diri diantar putrinya yang bekerja di RSUD dr R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Sigid menuturkan, kejari akan melanjutkan perkara dugaan korupsi yang menjerat tersangka. Saat tersangka melarikan diri, proses penyelesaian perkara ini terhenti. &#8221;Dulu pada tahap penyelesaian penyidikan,&#8221; katanya saat dikonfirmasi melalui ponselnya.</p>
<p>Menurut Sigid, saat menyerahkan diri, tersangka dalam keadaan sakit. Namun, dia tidak dapat memastikan penyakit yang diderita Setyo Budi. &#8221;Intinya sekarang tersangka sudah kita amankan,&#8221; ujar pria yang tinggal di Sidoarjo ini.</p>
<p>Ada alasan penyerahan diri? Sigid mengaku tidak tahu. Apa penyerahan diri ini terkait mantan Kasipidsus yang dimutasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar beberapa waktu lalu? Dia tidak dapat memastikan. &#8221;Kalau terkait itu, saya no comment saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasubsi Registrasi Lapas Bojonegoro Atmari mengakui menerima tambahan tahanan titipan Setyo Budi dari kejari setempat. Setyo Budi masuk ke tahanan lapas di Jalan Diponegoro sekitar pukul 21.00. Setelah dilakukan registrasi, tersangka diletakkan di ruang D1 lapas setempat. </p>
<p>Atmari mengakui mantan kadinkes itu mengalami sakit. Namun, dia belum tahu apakah Setyo Budi akan dibawa ke RSUD setempat untuk mendapatkan perawatan atau tidak.</p>
<p>&#8221;Kalau dirawat di rumah sakit ada prosedurnya, termasuk persetujuan dari penyidik. Sebab kapasitas tersangka merupakan tahanan titipan penyidik kejari,&#8221; katanya saat dikonfirmasi secara terpisah.</p>
<p>Seperti diberitakan, Setyo Budi menjadi tersangka dugaan dugaan korupsi dana proyek WSLIC 2007 dinkes Rp 593,8 juta. Anggaran dari proyek WSLIC 2007 tersebut berasal dari APBN Rp 389,4 juta dan APBD Rp 204,3 juta. Dalam penggunaannya, ditemukan adanya dugaan penyimpangan dana yang tidak sesuai peruntukan Rp 284,8 juta.</p>
<p>Ketika penyidik membutuhkan keterangan Setyo Budi, yang bersangkutan menghilang. Dia akhirnya menjadi DPO sejak Juni 2008. Kejari telah menyebar berbagai poster maupun pamflet terkait identitas tersangka. </p>
<p>Dalam kasus ini, tidak hanya melibatkan Setyo Budi. Juga menyeret pimpinan proyek Supono. Bahkan Supono telah menjalani sidang di pengadilan negeri setempat sejak 17 Juni lalu. Informasi dari petugas lapas, kedua tersangka ini berada di tahanan dengan ruang yang berbeda. (rij/yan)</p>
<p>Sementara itu, Suningsih, anggota Komisi D DPRD Blora mengaku menerima banyak keluhan dari warga terkait pungutan dalam PPDB tahun ini. Menurut dia, kebanyakan sekolah memang tidak menarik biaya pendaftaran. Namun, orang tua atau wali calon peserta didik diminta membantu sekolah. Bantuan itu ditetapkan besaran minimalnya. </p>
<p>&#8221;Ada yang menetapkan bantuan minimal Rp 250 ribu dan harus dibayar langsung. Itu kan ironis masak bantuan kok ditetapkan besarnya,&#8221; ujar anggota DPRD dari Partai Golkar ini.</p>
<p>Suningsih menuturkan, dirinya menerima laporan di sebuah SMPN di Blora menetapkan minimal bantuan uang Rp 250 ribu. Calon peserta didik diminta membayar cash. Jika tidak, maka pihak sekolah mengatakan tidak menjamin calon peserta didik tersebut bisa bersekolah di lembaga pendidikan tersebut. &#8221;Jelas ini pemaksaan, kami akan klarifikasi, jangan seenaknya seperti itu. Jangan gunakan sebagai kesempatan meraup untung,&#8221; tutur wakil rakyat asal Kecamatan Jepon ini.</p>
<p>Suningsih mengaku menerima banyak pengaduan serupa, khususnya di SMPN-SMPN. Dia meminta disdik turun tangan. Sehingga, sekolah tidak seenaknya melakukan pungutan. &#8221;Ini tidak bisa dibiarkan. Katanya sekolah-sekolah melakukan subsidi silang, mana buktinya?,&#8221; tanya dia.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdik Blora Ratnani Widowati mengaku tidak tahu soal pungutan itu. Menurut dia, pihaknya sudah melarang sekolah memungut biaya dalam pendaftaran. Hal itu dilakukan dengan menerbitkan surat edaran ke sekolah-sekolah. Dia mengaku akan mencari tahu, meski tidak punya wewenang mencampuri kebijakan di sekolah yang bersangkutan. &#8221;Kami akan cek dulu bagaimana sebenarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Ratnani mengatakan, tahun ini sekolah-sekolah negeri tidak menerima dana rutin menyusul minimnya APBD Blora tahun 2010. Menurut perkiraan dia, ada sekolah yang berusaha menutup operasionalnya dengan menarik &#8221;pungutan&#8221; dari calon peserta didik. Jika &#8221;pungutan&#8221; itu meresahkan, maka harus dicari solusinya. &#8221;Kita akan cari dimana persoalannya. Harus dicari jalan keluarnya,&#8221; katanya. (rij/ono)</p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=169294</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/mantan-kadinkes-serahkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rp 5,5 Miliar untuk Pengusaha Tembakau</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/rp-55-miliar-untuk-pengusaha-tembakau/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/rp-55-miliar-untuk-pengusaha-tembakau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 07:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Pemkab Bojonegoro segera menyalurkan dana pinjaman penguatan modal bagi kelompok tani (poktan) dan pengusaha tembakau. Nilai dana pinjaman Rp 5,5 miliar, yang dianggarkan dari APBD 2010. &#8220;Kita berharap dengan pinjaman ini bisa meningkatkan mutu tembakau di Bojonegoro,&#8221; ungkap Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Achmad Djupari. Pinjaman itu, lanjut dia, juga untuk memperkuat jalinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemkab Bojonegoro segera menyalurkan dana pinjaman penguatan modal bagi kelompok tani (poktan) dan pengusaha tembakau. Nilai dana pinjaman Rp 5,5 miliar, yang dianggarkan dari APBD 2010. &#8220;Kita berharap dengan pinjaman ini bisa meningkatkan mutu tembakau di Bojonegoro,&#8221; ungkap Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Achmad Djupari. Pinjaman itu, lanjut dia, juga untuk memperkuat jalinan kerja sama kelompok tani di usaha tembakau.</p>
<p>Djupari menjelaskan, untuk tahap pertama akan dicairkan Rp 566 juta. Dana tersebut akan dibagikan untuk 10 kelompok tani di sejumlah kecamatan yang dikenal sebagai sentra penghasil tembakau Virginia Voor Osgt (VO). &#8220;Bantuan tersebut, di antaranya untuk biaya produksi, pembelian pupuk, dan pekerjaan lainnya dalam upaya budi daya tembakau,&#8221; terangnya.<br />
<span id="more-320"></span><br />
Karena sifatnya pinjaman, kata Djupari, dana tersebut harus dikembalikan. Sedangkan mekanisme pencairannya, ketua kelompok tani harus membuat surat pernyataan bersedia mengembalikan. &#8220;Sedangkan, penerima pinjaman, baik dari kelompok tani maupun pengusaha tembakau besar dan kecil, persyaratan utamanya harus dengan jaminan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sedangkan tahap kedua adalah sebesar Rp 5,015 miliar. Menurut Djupari, dana itu akan disalurkan kepada pengusaha besar dan kecil di bidang pertembakauan. &#8220;Sesuai dengan kesepakatan, dana pinjaman tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan pembelian tembakau, mengolah, hingga memprosesnya, baik dalam bentuk rajangan atau krosok,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Penerima pinjaman besar tersebut, masih kata Djupari, adalah pengusaha oven yang melakukan pembelian tembakau. Diharapkan, dengan adanya pinjaman ini akan dapat membantu mengatrol harga tembakau agar tetap tinggi. Sehingga, petani tembakau juga akan mendapatkan keuntungan. </p>
<p>Realisasi areal tanaman tembakau Virginia VO di Kabupaten Bojonegoro hingga tutup tanam akhir Juni lalu seluas 5.012,5 hektare (ha). Sedangkan target tanaman tembakau Virginia VO berdasar kebutuhan pabrikan dan pengusaha tembakau, diproyeksikan seluas 8.775 ha. (ade/fiq) </p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=169288</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/rp-55-miliar-untuk-pengusaha-tembakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajukan Perbaharuan Izin Lokasi</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/ajukan-perbaharuan-izin-lokasi/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/ajukan-perbaharuan-izin-lokasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 07:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu, mengajukan izin lokasi untuk pengembangan blok minyak tersebut kepada Pemkab Bojonegoro. Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kusnandoko Tjatur P., MCL ajukan pembaharuan izin lokasi pengembangan lapangan Banyuurip. Sebab, izin yang dibuat tiga tahun lalu sudah habis. &#8220;Sedangkan untuk pembebasan lahannya belum sepenuhnya selesai,&#8221; ujarnya. Sebab, lanjut dia, berdasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu, mengajukan izin lokasi untuk pengembangan blok minyak tersebut kepada Pemkab Bojonegoro. Menurut Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kusnandoko Tjatur P., MCL ajukan pembaharuan izin lokasi pengembangan lapangan Banyuurip. Sebab, izin yang dibuat tiga tahun lalu sudah habis. &#8220;Sedangkan untuk pembebasan lahannya belum sepenuhnya selesai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebab, lanjut dia, berdasar data terbaru, MCL membutuhkan lahan seluas 600 hektare (ha) untuk keperluan pengembangan Blok Cepu. Namun, sejauh ini baru terpenuhi sekitar<br />
<span id="more-318"></span><br />
180 ha. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk kawasan CPF (central production facilities). &#8220;Karena itu, mereka kemudian memperbaharui izin,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia menuturkan, minggu depan surat pengajuan pembaharuan izin lokasi tersebut baru akan dibahas. Pihaknya juga bakal memproses pengajuan izin tersebut secepatnya. &#8220;Kita akan segera memprosesnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain MCL, bagian pemerintahan desa juga mendapatkan satu lagi pengajuan izin lokasi. Yakni, dari Perumahan Citra. Menurut Kusnandoko, perumahan tersebut akan dibangun di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. &#8220;Namun, bagaimana detail izin lokasinya, saya belum tahu,&#8221; imbuhnya. (ade/fiq)</p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=169286</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/ajukan-perbaharuan-izin-lokasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stadion Letjen Soedirman Mulai Direhab</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/stadion-letjen-soedirman-mulai-direhab/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/stadion-letjen-soedirman-mulai-direhab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 07:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sempat beberapa kali tertunda, Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro kemarin (10/7) akhirnya memulai renovasi dan rehab Stadion Letjen H Soedirman. Sejak pagi beberapa pekerja bangunan mulai membongkar sebagian dinding ruangan yang ada di dalam stadion kebanggaan Bojonegoro itu. Sesuai rencana, ada beberapa ruang yang akan diperlebar karena fungsinya berubah. &#8221;Sebelum kompetisi superliga dimulai sudah akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sempat beberapa kali tertunda, Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro kemarin (10/7) akhirnya memulai renovasi dan rehab Stadion Letjen H Soedirman.</p>
<p>Sejak pagi beberapa pekerja bangunan mulai membongkar sebagian dinding ruangan yang ada di dalam stadion kebanggaan Bojonegoro itu. Sesuai rencana, ada beberapa ruang yang akan diperlebar karena fungsinya berubah. &#8221;Sebelum kompetisi superliga dimulai sudah akan selesai,&#8221; kata kepala Dinas Pekerjaan Umum, Andi Tjandra.<br />
<span id="more-316"></span><br />
Dia menjelaskan, untuk tahap awal ini pengerjaan meliputi pengadaan ruang pengawas pertandingan (PP), ruang konferensi pers serta ruang untuk studio siaran langsung. &#8221;Untuk ruang pengawas pertandingan akan memanfaatkan gudang dan tinggal menambah kamar mandi saja,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sedangkan untuk ruang konferensi pers nantinya akan memanfaatkan sebelah selatan gerbang utama. &#8221;Bagian loket akan dibongkar agar ruangannya lebih luas,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sisi utara pintu masuk juga akan dibongkar. Sebagian nantinya akan digunakan sebagai studio untuk siaran langsung. Sementara, ruang ganti pemain nanti masuknya tidak melewati pintu utama, namun akan dibuatkan pintu masuk sendiri. &#8221;Sehingga pintu masuk tengah steril,&#8221; terangnya.</p>
<p>Andi menambahkan, sebagai pengganti loket nantinya akan dibangun terpisah dari stadion. Menurut rencana, loket bakal ditempatkan di tepi jalan masuk menuju stadion.</p>
<p>Sementara itu, ketua pansus LKPJ Agus Susanto Rismanto mengatakan, pihaknya akan mengawal proyek renovasi stadion tersebut. &#8221;Yang jelas rehab dan pemasangan lampu stadion harus sudah selesai sebelum ISL digelar. Itu memang janji eksekutif,&#8221; tuturnya. (ade/wid)</p>
<p>http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&#038;rid=169275</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/07/11/stadion-letjen-soedirman-mulai-direhab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

