<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.: bojonegoro.com :.</title>
	<atom:link href="http://www.bojonegoro.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bojonegoro.com</link>
	<description>Semua Tentang Kota Bojonegoro</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jan 2010 00:45:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bupati Canangkan Program Penghijauan Karya Bhakti TNI</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/bupati-canangkan-program-penghijauan-karya-bhakti-tni/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/bupati-canangkan-program-penghijauan-karya-bhakti-tni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 00:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemda]]></category>
		<category><![CDATA[bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[suyoto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Bupati Bojonegoro Suyoto berkenan melakukan penanaman pohon penghijauan dalam rangka Karya Bhakti TNI di depan Pos Ramil Gayam, Kecamatan Ngasem, Kamis (31/12/2009). Kegiatan tersebut dihadiri pejabat Muspida Bojonegoro, Muspika Kecamatan Ngasem, dan tokoh masyarakat desa setempat.

”Kami sangat mendukung dengan kegiatan penghijauan yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro ini,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto, disela-sela penanaman pohon mahoni.
Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Bojonegoro Suyoto berkenan melakukan penanaman pohon penghijauan dalam rangka Karya Bhakti TNI di depan Pos Ramil Gayam, Kecamatan Ngasem, Kamis (31/12/2009). Kegiatan tersebut dihadiri pejabat Muspida Bojonegoro, Muspika Kecamatan Ngasem, dan tokoh masyarakat desa setempat.<br />
<span id="more-269"></span><br />
”Kami sangat mendukung dengan kegiatan penghijauan yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro ini,” kata Bupati Bojonegoro Suyoto, disela-sela penanaman pohon mahoni.<br />
Menurut bupati, gerakan penghijauan ini perlu mendapat dukungan semua pihak, bukan hanya TNI. Sebab dengan kegiatan ini dapat meminimalisir dampak bencana alam. Meskipun penanaman penghijauan yang dilakukan saat ini akan dapat terasa manfaatnya pada lima sampai enam tahun mendatang.</p>
<p>”Apalagi kondisi hutan kita saat ini gundul. Karena itu mengembalikan kondisi hutan yang gundul dan menghijaukan wilayah kita merupakan tanggungjawab bersama,” ajak Kang Yoto.</p>
<p>Sebelumnya, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro Letkol. Inf. Taufik menegaskan, bahwa kegiatan pencanangan penghijauan dalam rangka Karya Bhakti TNI ini merupakan atensi dari Kodam Brawiajaya untuk ditindak lanjuti semua jajarannya, termasuk Kodim 0813 Bojonegoro. ”Puncak pencanangannya akan dilaksanakan nanti pada tanggal 6 Desember di Kabupaten Kediri oleh Pangdam,” jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, sebagai alat pertahanan negara, TNI juga berkewajiban untuk menjaga wilayahnya dari ancaman bahaya, termasuk bencana banjir dan tanah longsor. Karena itu, Kodim 0813 Bojonegoro dengan suka rela akan membantu setiap program pembangunan pemerintah daerah, termasuk menghijaukan hutan maupun hutan rakyat.</p>
<p>”Kita siap mendukung pengembangan potensi yang ada didaerah sini. Ini merupakan bentuk implementasi kita dalam menjalin kebersamaan dengan masyarakat dan sekaligus mewujudkan pembangunan didaerah yang lebih baik,” terang Taufik.</p>
<p>Camat Ngasem, Bambang Waluyo menambahkan, bahwa dalam kegiatan pencanangan pohon penghijauan dalam rangka Karya Bhakti TNI ini disiapkan 1.000 bibit pohon mahoni. Bibit penghijauan tersebut didatanam disepanjang jalan dekat Early Productions Facility (EPF) Banyuurip, Blok Cepu. “Mudah-mudahan dengan gerakan ini nantinya bisa mengurangi bencana banjir diwilayah ini,” pungkasnya. (Kominfo/PTI)</p>
<p>http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=327:berita-bojonegoro&#038;catid=37:content-berita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/bupati-canangkan-program-penghijauan-karya-bhakti-tni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Motif Batik Jonegoro di Launching</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/9-motif-batik-jonegoro-di-launching/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/9-motif-batik-jonegoro-di-launching/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 00:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Ny. Maffudoh Suyoto memang tidak pernah lelah bila mempunyai obsesi, terbukti dengan telah dilauchingnya 9 Motif Batik Jonegoroan kemarin, sebagai wujud keberhasilan ikut mengangkat nama Bojonegoro keluar daerah, hal ini mampu untuk membantu  menata dan mensejahterakan wong  jonegoro, “ Keinginan untuk mengembangkan usaha yang asli atau khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://beritajatim.com/berita/brt471666891.jpg" alt="Batik" /><br />
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Ny. Maffudoh Suyoto memang tidak pernah lelah bila mempunyai obsesi, terbukti dengan telah dilauchingnya 9 Motif Batik Jonegoroan kemarin, sebagai wujud keberhasilan ikut mengangkat nama Bojonegoro keluar daerah, hal ini mampu untuk membantu  menata dan mensejahterakan wong  jonegoro, “ Keinginan untuk mengembangkan usaha yang asli atau khas Bojonegoro, memang telah menjadi angan-angan jauh sebelum menjadi istri Bupati, akan tetapi keinginan tersebut baru terlaksana hari ini,” Ungkap Ny. Maffudoh Suyoto  usai launching 9 Motif Batik Jonegoro di alun-alun kemarin.<br />
<span id="more-266"></span></p>
<p>Masih menurut Ny. Maffudoh Suyoto bahwa, sebenarnya di Bojonegoro ada Batik yang telah lama menggema yaitu batik Jumput dari Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo, agar Batik Bojonegoro bisa lebih dikenal maka beberapa waktu yang lalu Tim Penggerak PKK kabupaten Bojonegoro, mengadakan lomba mendesain Batik yang memiliki khas Bojonegoro, dari 600 karya yang ada setelah dilakukan penyeleksian dari pihak akademis dari Solo dan Bandung, maka terlahirlah motif batik yang menjadi kebanggaan warga Bojonegoro. “ Ada Motif jagung, tembakau, Minyak ( Gotro), sapi, Wayang Tengul, Jati dan Padi serta Kayangan Api. Dari kesembilan Motif Batik Jonegoro ini akan menjadi Motif awal sebelum muncul Motif – motif lain yang nantinya bisa membuat nama Bojonegoro di kenal di negara lain, sebab pada launching kali ini di hadiri oleh Dubes Swis,” Tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Bojonegoro H. Suyoto menjelaskan bahwa dengan telah diresmikannya 9 Motif Batik Jonegorro ini, masyarakat Bojonegoro harus mau ikut membudayakan untuk ikut memiliki Batik Jonegoro dan menggunakan pada hari Kamis dan Jumat bagi Karyawan Pemkab, untuk Pengusaha bisa menganjurkan penggunaan Batik Jonegoro pada karyawannya serta bagi siswa sekolah juga bisa diseragamkan pada setiap hari jum’at, masih banyak peran serta masyarakat dalam ikut membantu melestarikan penggunaan Batik jonegoro ini. “ jangan setelah dilaunching lalu dilipat, harus digunakan dan mulailah gemar menggunakan batik Jonegoro dalam setiap event, “ Tegas Suyoto sambil menunjukkan bajunya yang bermotif kayangan  api yang akan digunakan pada penayangan iklan batik Jonegoro di salah satu Televisi.</p>
<p>&#8220;Batik di Bojonegoro sebenarnya tidak ada satu melainkan 2 yakni Batik Jumput dan Batik Madrim, untuk nama Batik Madrim ini orang sudah banyak mengenal merupakan Patih dari Raja Angling Darma dari Kerajaan Malowopati yang petilasannya ada di Desa Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, “ Ungkap Suyoto sebelum melakukan pelaunchingan 9 Motif Batik Jonegoroan dengan ditandai penandataangan menggunakan Canting Batik di kain putih serta pemukulan gong sebanyak 9 kali menandakan ada 9 Motif Batik yang di launching.</p>
<p>Untuk memeriahkan acara launching 9 Motif Batik Jonegoro kali ini, telah dilakukan peragaan Busana dengan menggunakan ke 9  Motif Batik Jonegoro oleh para Kange – Yune 2009 dan yang tidak kalah menariknya juga di buka basar batik Jonegoro di halaman pemkab serta bagi masyarakat yang ingin memliki batik Jonegoro bisa mendapatkannya di Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander dan Purwosari. (Kominfo/PTI)</p>
<p>Source : http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=324:berita-bojonegoro&#038;catid=37:content-berita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2010/01/07/9-motif-batik-jonegoro-di-launching/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekeringan di Bojonegoro Meluas</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/kekeringan-di-bojonegoro-meluas/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/kekeringan-di-bojonegoro-meluas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 23:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Meski di beberapa daerah di Jawa Timur sudah mulai turun hujan, tetapi masalah kekeringan di Bojonegoro belum tuntas.
Dilaporkan JOE dari Radio Suara Bojonegoro Indah FM dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Sabtu (17/10), sejak 2 bulan terakhir, kekeringan di Bojonegoro sudah meluas hingga 15 kecamatan. Dari jumlah itu 12 kecamatan diantaranya benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan air [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski di beberapa daerah di Jawa Timur sudah mulai turun hujan, tetapi masalah kekeringan di Bojonegoro belum tuntas.</p>
<p>Dilaporkan JOE dari Radio Suara Bojonegoro Indah FM dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Sabtu (17/10), sejak 2 bulan terakhir, kekeringan di Bojonegoro sudah meluas hingga 15 kecamatan. Dari jumlah itu 12 kecamatan diantaranya benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.</p>
<p><span id="more-263"></span><br />
Dari data terakhir di kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) tercatat 64 desa di 12 kecamatan mengalami kekeringan. Penambahan desa diantaranya berasal dari Kecamatan Tambakrejo yakni Desa Jatimulyo, Malingmati, dan Turi. Sementara di Kecamatan Kedungadem, kekeringan meluas hingga di 13 desa.</p>
<p>MULYANTO Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Disnakertransos Bojonegoro mengatakan sudah menerima laporan mengenai kekeringan itu.</p>
<p>Dikatakan MULYANTO pihaknya juga sudah melakukan dropping air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan tersebut. Sedikitnya 7 armada dikerakan untuk melayani permintaan air bersih di daerah-daerah itu.</p>
<p>Jika sampai akhir bulan ini belum juga turun hujan, MULYANTO mengatakan tidak menutup kemungkinan jumlah desa yang mengalami kekeringan di Bojonegoro bertambah.</p>
<p>Untuk memenuhi permintaan air bersih, MULYANTO menyampaikan Disnakertransos sudah menggandeng PDAM Bojonegoro mewakili 3 wilayah barat, tengah dan timur Bojonegoro. Ketiganya dari Kecamatan Padangan, Kota, dan Kanor. (far/git)</p>
<p>http://www.suarasurabaya.net/v06/kelanakota/?id=833af4a84679791b794ef36712de1710200970436</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/kekeringan-di-bojonegoro-meluas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stok Pupuk di Bojonegoro Dipastikan Aman</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/stok-pupuk-di-bojonegoro-dipastikan-aman/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/stok-pupuk-di-bojonegoro-dipastikan-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 23:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjamin ketersediaan pupuk aman pada musim tanam padi Desember mendatang. Jatah pupuk yang dimiliki sebanyak 87.185 ton.
&#8220;Stok pupuk aman pada masa taman mendatang. Karena jatah yang kita terima sebanyak 87.185 ton,&#8221; kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Subekti, Jumat (16/10).

Menurutnya, dengan alokasi pupuk bersubsidi dari produsen PT Petrokimia Gresik tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjamin ketersediaan pupuk aman pada musim tanam padi Desember mendatang. Jatah pupuk yang dimiliki sebanyak 87.185 ton.</p>
<p>&#8220;Stok pupuk aman pada masa taman mendatang. Karena jatah yang kita terima sebanyak 87.185 ton,&#8221; kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Subekti, Jumat (16/10).</p>
<p><span id="more-261"></span><br />
Menurutnya, dengan alokasi pupuk bersubsidi dari produsen PT Petrokimia Gresik tersebut lahan seluas 27.000 hektare (ha) yang akan ditanami padi dipastikan tidak akan kekurangan pupuk.</p>
<p>Ia mengakui setiap tahun pihaknya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 87.185 ton. Rinciannya, 62.185 ton pupuk urea, phonzka 15.000 ton, dan NPK sebanyak 10.000 ton.</p>
<p>Subekti menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyosialisasikan cara pembelian pupuk. Diharapkan petani membeli pupuk tidak pada saat hendak tanam yakni, sekitar Desember, karena pupuk sebenarnya bisa mulai dibeli sejak saat ini dengan kartu kendali Pupuk.</p>
<p>&#8220;Sekarang petani sudah punya kartu itu. Artinya, pupuk juga bisa dibeli mulai sekarang,&#8221; ujarnya. (YK/OL-01)</p>
<p>http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/16/100587/125/101/Stok-Pupuk-di-Bojonegoro-Dipastikan-Aman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/stok-pupuk-di-bojonegoro-dipastikan-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>200 Peserta Ikuti Kemah Budaya Jawa</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/200-peserta-ikuti-kemah-budaya-jawa/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/200-peserta-ikuti-kemah-budaya-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 23:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober 2009.
&#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, M. Chuzaini.
Peserta yang bisa hadir antara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 200 peserta dipastikan mengikuti Kemah Budaya Jawa 2009 di Wana wisata Dander, Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, 27 -29 Oktober 2009.</p>
<p>&#8220;Dari 322 undangan yang kami sebarkan, ada 200 peserta yang malaporkan bisa hadir dalam acara kemah budaya Jawa di Bojonegoro,&#8221; kata Sekretaris Panitia Kemah Budaya Jawa, M. Chuzaini.</p>
<p>Peserta yang bisa hadir antara lain mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, sedang peserta lain dari Yogyakarta, Jember, Surabaya, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro.<br />
<span id="more-258"></span><br />
Menurut dia, pendataan dari berbagai kalangan yang diundang dalam kemah budaya di Bojonegoro hingga saat ini terus dilakukan, termasuk pembicara yang tampil dalam acara itu.</p>
<p>Dalam sarasehan membedah aksara Jawa, dosen Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Damardjati Supadjar dan KRT Sutrimo, hampir bisa dipastikan hadir sebagai nara sumber.</p>
<p>&#8220;Pembicara lainnya yang dipastikan adalah sastrawan Jawa, Jayus Pete, asal Bojonegoro, yang akan berbicara dalam sarasehan dialek bahasa daerah Bojonegoro atau Bojonegaran dalam himpitan industrialisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, sarasehan dengan tema, globalisasi sastra Jawa, dengan nara sumber, Arswendo Atmowiloto, masih dalam konfirmasi dengan yang bersangkutan.</p>
<p>&#8220;Kami masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Arswendo Atmowiloto tentang kehadirannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam acara kemah budaya Jawa 2009 itu, akan diisi juga dengan berbagai kesenian khas Jawa, mulai wayang thengul, wayang tobos, cokekan dan sandhur kasepuhan dan kentrung.</p>
<p>Dia menjelaskan, pelaksanaan kemah budaya Jawa ini, merupakan langkah yang strategis bagi Indonesia, sebab keberadaan bahasa Jawa dan berbagai kesenian yang menyertainya merupakan produk asli bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Apalagi, dengan mencuatnya berbagai kasus kesenian mulai Reog Ponorogo, batik dan terakhir tari Pendet yang diklaim Malaysia. Kemah budaya Jawa juga, sekaligus untuk menyongsong diselenggarakannya kongres Bahasa Jawa ke-5 tahun 2011,&#8221; katanya.(*)</p>
<p>http://www.antara.co.id/berita/1255779421/200-peserta-ikuti-kemah-budaya-jawa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/10/18/200-peserta-ikuti-kemah-budaya-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kualitas Produksi Tembakau Bojonegoro Membaik</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/kualitas-produksi-tembakau-bojonegoro-membaik/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/kualitas-produksi-tembakau-bojonegoro-membaik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 00:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengatakan, kualitas tanaman tembakau virginia voor oosgt (VO) hasil panen musim tanam tahun ini, membaik. &#8220;Membaiknya kualitas tanaman tembakau virginia VO di Bojonegoro, tidak hanya tembakau yang bermitra dengan pabrikan, namun juga tembakau yang ditanam petani secara swadaya,&#8221; kata Bupati Bojonegoro, Suyoto, Senin (12/10).
Suyoto mengakui, pihaknya sudah melakukan evaluasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengatakan, kualitas tanaman tembakau virginia voor oosgt (VO) hasil panen musim tanam tahun ini, membaik. &#8220;Membaiknya kualitas tanaman tembakau virginia VO di Bojonegoro, tidak hanya tembakau yang bermitra dengan pabrikan, namun juga tembakau yang ditanam petani secara swadaya,&#8221; kata Bupati Bojonegoro, Suyoto, Senin (12/10).</p>
<p>Suyoto mengakui, pihaknya sudah melakukan evaluasi tembakau virginia VO di Bojonegoro, setelah panen mendekati rampung pekan lalu. Dari hasil evaluasi disimpulkan, dari segi kualitas produksi tanaman tembakau musim panen tahun ini membaik.<br />
<span id="more-256"></span><br />
Ini bisa dilihat dari harga di tingkat petani, tertinggi mencapai Rp 25.000 per kilogram rajangan kering. Meningkat dibandingkan tahun lalu, harga tertinggi Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, tembakau hang atau flue cured, yang merupakan petikan daun bawah Rp 8.000 per kilogram. Meningkat dibanding harga tahun lalu,  Rp 5.500 per kilogram.</p>
<p>Dari segi `rendemen` produksi panenan tembakau tahun ini, meningkat. Setiap kuintal bisa menghasilkan sekitar 22 kilogram tembakau rajangan, yang biasanya hanya 17 kilogram. &#8220;Intervensi yang dilakukan pemkab, hingga kini baru bibit tembakau virginia VO jenis T 45 yang diberikan secara gratis, kepada para petani,&#8221; katanya. Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro Subowo mengatakan, pada musim tanam 2010 sudah dipersiapkan bibit tembakau virginia VO jenis T 45, sebanyak 150 kilogram. Ini bisa mencukupi untuk areal tanaman tembakau seluas 15.000 hektar.</p>
<p>&#8220;Disamping bibit, para petani juga menerima bantuan pupuk,&#8221; katanya menambahkan. Baik Suyoto maupun Subowo, belum bisa memastikan kapan pamor tembakau virginia VO di Bojonegoro kembali berjaya, bisa menjadi primadona para petani, termasuk pabrikan. &#8220;Yang jelas dibutuhkan waktu,&#8221; kata Suyoto. Ia mengatakan, di era orde baru dengan eksploitasi tanah pertanian, mempengaruhi komposisi unsur hara di dalam tanam. Unsur hara tanah di Bojonegoro, yang sementara ini hanya tinggal tiga perlu ditingkatkan. Dan pemanfaatan pupuk kimia secara bertahap, harus dihilangkan.</p>
<p>&#8220;Pemecahannya para petani harus mulai memanfaatkan pupuk organik, sebagai obat tanah untuk meningkatkan unsur hara. Dengan begitu, bisa menghilangkan kandungan khlor di dalam tanah, yang bisa mempengaruhi kualitas tanaman tembakau,&#8221; katanya. Dari data pada Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bojonegoro, pada musim tanam tahun ini, areal tanaman tembakau Virginia VO tertanam seluas 9.127 hektar. Bersama dengan 132 kelompok tani serta jumlah petani 6.689 jiwa, yang tersebar di puluhan desa pada 12 kecamatan di Bojonegoro. Sedangkan tanaman tembakau Jawa seluas 804 hektar, ditanam 14 kelompok tani dengan jumlah 276 petani di Kecamatan Gondang, Bubulan, Temayang, Sugihwaras, Balen, Sukosewu, Ngasem dan Malo.(Ant/*)</p>
<p>http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2009/10/12/4358/Kualitas-Produksi-Tembakau-Bojonegoro-Membaik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/kualitas-produksi-tembakau-bojonegoro-membaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bojonegoro Siapkan Dana Tanggap Darurat Rp6,1 Miliar</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/bojonegoro-siapkan-dana-tanggap-darurat-rp61-miliar/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/bojonegoro-siapkan-dana-tanggap-darurat-rp61-miliar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 00:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan dana Rp6,1 miliar sebagai tanggap darurat untuk mengantisipasi tujuh ancaman bencana yang kerap melanda wilayah itu.
Pengalokasian dana tersebut diputuskan Pemkab Bojonegoro setelah rapat koordinasi bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD)terkait.

Sekretaris Pemkab Bojonegoro Suhadi Moelyono mengatakan, alokasi dana tersebut berasal dari pos Dana Alokasi Khusus(DAK) APBD periode 2009-2010.
Menurutnya, dana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan dana Rp6,1 miliar sebagai tanggap darurat untuk mengantisipasi tujuh ancaman bencana yang kerap melanda wilayah itu.</p>
<p>Pengalokasian dana tersebut diputuskan Pemkab Bojonegoro setelah rapat koordinasi bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD)terkait.<br />
<span id="more-253"></span><br />
Sekretaris Pemkab Bojonegoro Suhadi Moelyono mengatakan, alokasi dana tersebut berasal dari pos Dana Alokasi Khusus(DAK) APBD periode 2009-2010.</p>
<p>Menurutnya, dana tanggap darurat tersebut diperuntukkan bagi tujuh bencana yang kerap melanda daerah itu, di antaranya banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, kekeringan, dan kegagalan industri. &#8220;Total dana sebanyak Rp6,1 miliar,&#8221; tegasnya, seusai memimpin rapat kooordinasi, Kamis (15/10).</p>
<p>Menurut Moelyono, dana tersebut dibagikan kepada sejumlah SKPD dengan rincian Dinas Pekerjaan Umum Rp4 miliar, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan, dan Aset(DPPKA) sebesar Rp910 juta.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, juga berada di kantor Bagian Pembangunan Rp750 juta, Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmaspol) Rp208,5 juta, sedangkan di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) sebesar Rp250 juta.</p>
<p>Berdasarkan catatan Media Indonesia, Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 27 kecamatan termasuk wilayah yang setiap tahun menjadi langganan banjir luapan Bengawan Solo. Sebanyak 15 kecamatan di sepanjang aliran sungai itu menjadi wilayah sasaran luapan bengawan.</p>
<p>Kecamatan tersebut antara lain Tambakrejo, Padangan, Purwosari, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Malo, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, dan Kecamatan Baureno. (YK/OL-01) </p>
<p>http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/15/100428/125/101/Bojonegoro-Siapkan-Dana-Tanggap-Darurat-Rp61-Miliar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/10/16/bojonegoro-siapkan-dana-tanggap-darurat-rp61-miliar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PMR Lantik 600 Anggota Baru</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/pmr-lantik-600-anggota-baru/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/pmr-lantik-600-anggota-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 22:14:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah dan Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Palang Merah Remaja (PMR) mendapat tambahan amunisi baru.
Kemarin (9/5), PMR Kabupaten Bojonegoro melantik 600 anggota baru. Mereka berasal dari berbagai pelajar SMA di Bojonegoro.
Eko Novi ARd, ketua komandan relawan PMR, mengatakan, sebelum dilantik menjadi anggota, mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

&#8220;Sebab, PMR adalah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan merupakan transformasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Palang Merah Remaja (PMR) mendapat tambahan amunisi baru.</p>
<p>Kemarin (9/5), PMR Kabupaten Bojonegoro melantik 600 anggota baru. Mereka berasal dari berbagai pelajar SMA di Bojonegoro.</p>
<p>Eko Novi ARd, ketua komandan relawan PMR, mengatakan, sebelum dilantik menjadi anggota, mereka terlebih dahulu berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).<br />
<span id="more-251"></span><br />
&#8220;Sebab, PMR adalah organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan merupakan transformasi dari PMI,&#8221; katanya di sela-sela upacara pembukaan di halaman SMAN 2 Bojonegoro kemarin.</p>
<p>Sebelum melantik 600 anggota baru, usai pembukaan upacara, PMR akan melakukan tes dan evaluasi keanggotaan. Meliputi, penjelajahan di lokasi tertentu dan evaluasi materi dalam bidang PMR. &#8220;Evaluasi ini diharapkan agar semua anggota baru dapat mengetahui tujuan, pokok dan fungsi (tupoksi) organisasi PMR,&#8221; ujar pria asal Kapas itu.</p>
<p>Selain dihadiri pengurus PMR, lanjut dia, pelantikan anggota PMR baru juga diikuti oleh Kepala Markas PMI Cabang Bojonegoro Suko Hawidodo. &#8220;Cukup bangga, tik disangka pelajar masih respek dengan PMR,&#8221; kata Suko saat memberikan sambutan. Dia berharap keberadaan PMR bisa berguna bagi masyarakat. Termasuk, di setiap sekolah.</p>
<p>Sementara itu, data dari panitia menyebutkan, anggota baru PMR terbanyak dari MAI Talun, yakni 110 pelajar. Sisanya, dari berbagai sekolah di Bojonegoro. (rij)</p>
<p>www.jawapos.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/pmr-lantik-600-anggota-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segera Razia Penambangan Pasir Liar</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/segera-razia-penambangan-pasir-liar/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/segera-razia-penambangan-pasir-liar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 22:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Pemprov Jawa Timur memberi tiga opsi atas maraknya penambangan pasir liar yang menggunakan mesin mekanik di aliran Bengawan Solo. Tiga opsi tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendapat laporan Bakorwil Bojonegoro setelah sidak terhadap dampak lingkungan dari penambangan pasir liar.
Kepala Bakorwil Bojonegoro Setiadjit mengatakan, tiga opsi itu adalah pemkab bersikap represif, melakukan reklamasi, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemprov Jawa Timur memberi tiga opsi atas maraknya penambangan pasir liar yang menggunakan mesin mekanik di aliran Bengawan Solo. Tiga opsi tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendapat laporan Bakorwil Bojonegoro setelah sidak terhadap dampak lingkungan dari penambangan pasir liar.</p>
<p>Kepala Bakorwil Bojonegoro Setiadjit mengatakan, tiga opsi itu adalah pemkab bersikap represif, melakukan reklamasi, dan merazia penambangan pasir liar secara total. Menurut dia, sikap represif akan dilakukan pemkab dengan merazia keberadaan penambangan pasir liar. Namun, setelah merazia, pemkab akan melakukan pembinaan terhadap masyarakat penambang pasir. Salah satunya dalam hal lapangan pekerjaan.<br />
<span id="more-249"></span><br />
Sementara opsi kedua (reklamasi), lanjut Setiadjit, adalah pemkab membenahi dampak lingkungan atas terjadinya penambangan pasir liar. Di antaranya, menanami bantaran Bengawan Solo dengan tanaman yang mempunyai akar serabut yang banyak. Sebab, keberadaan penambangan pasir liar itu mengakibatkan bantaran sungai tergerus. &#8220;Untuk opsi ketiga dengan cara razia total penambangan pasir liar yang memakai mesin mekanik. Kalau razia ini dilakukan oleh satpol PP,&#8221; ujar pria kelahiran Tuban ini.</p>
<p>Dari tiga opsi yang ditawarkan gubernur, Setiadjit lebih memilih melakukan cara represif dalam waktu dekat. Yakni, merazia sekaligus memberi pengarahan dan pembinaan terkait lapangan pekerjaan para penambang pasir. Mereka tersebar di lima desa di Kecamatan Ngraho. Yakni, Desa Luwihaji, Payaman, Sumberarum, Mojorejo, dan Tapelan. &#8220;Kami tidak memberi solusi terhadap penambang pasir secara mekanik,&#8221; tegasnya. Sedangkan penambang pasir manual, Bakorwil tidak mempermasalahkannya.</p>
<p>Kapan razia dilaksanakan? Setiadjit memastikan dalam waktu dekat, usai berkoordinasi dengan pemkab Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Sebab, ketiga kota itu ada di aliran Bengawan Solo yang terdapat penambangan pasir secara mekanik. (rij)</p>
<p>www.jawapos.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/segera-razia-penambangan-pasir-liar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Target 100 Sekolah-100 Posyandu</title>
		<link>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/target-100-sekolah-100-posyandu/</link>
		<comments>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/target-100-sekolah-100-posyandu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 22:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deddy Novrandianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah dan Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bojonegoro.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro terus gencar melaksanakan School Program 2009 Jawa Timur Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dinkes-disdik dengan SPeKTRA Surabaya dan Yayasan Uni Peduli (PT Unilever Indonesia Tbk).
Menurut Alexander Mubarok, Tim Motivator Kabupaten School Program Jawa Timur 2009, hingga Jumat (8/5), sejumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro terus gencar melaksanakan School Program 2009 Jawa Timur Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dinkes-disdik dengan SPeKTRA Surabaya dan Yayasan Uni Peduli (PT Unilever Indonesia Tbk).</p>
<p>Menurut Alexander Mubarok, Tim Motivator Kabupaten School Program Jawa Timur 2009, hingga Jumat (8/5), sejumlah sekolah dan posyandu, yang merupakan sasaran dari program ini sudah mempraktikkan PHBS. Program yang dimulai pada 30 Maret serta berakhir 31 Juli nanti itu dengan kelompok sasaran 100 sekolah dan 100 posyandu di 7 kecamatan. &#8220;Seperti kemarin (Jumat, 8/5) kita melakukan di TK Dharma Wanita, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas,&#8221; kata Alex, panggilan Alexander Mubarok, kemarin (9/5).<br />
<span id="more-247"></span><br />
Dia menjelaskan, school program bertujuan untuk memberi penyadaran PHBS bagi siswa SD dan masyarakat melalui posyandu dalam bentuk kegiatan KIE (kampanye, informasi dan edukasi). &#8220;Untuk anak sekolah, PHBS dipraktikkan antara lain dengan cara sikat gigi dengan benar dan cuci tangan hingga bersih,&#8221; terangnya. Sedangkan untuk para kader posyandu, tambah Alex, antara lain dipraktikkan dengan memasang media kampanye dan modul posyandu. (rij) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bojonegoro.com/2009/05/10/target-100-sekolah-100-posyandu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
