Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

14 GTT Berprestasi, Heroik dan Berdedikasi Terima Penghargaan Dari Cabdindik Bojonegoro.

IMG 20210823 WA0033

Bojonegoro.com – Pendidik atau guru sekarang ini bisa tersenyum bahagia dengan tunjangan dan tingkat kesejahteraan yang terbilang tinggi, nasib guru sekarang tidak lagi seperti nasib jaman Oemar Bakri, kesejahteraan pendidik saat ini sudah sangat terjamin, namun ternyata tidak semua guru mendapatkan nasib yang demikian, Guru Tidak Tetap (GTT) misalnya, banyak GTT yang nasibnya tidak sebaik rekan rekannya yang lain, banyak tersebar tenaga pendidik yang masih berstatus GTT memiliki dedikasi yang luar biasa, namun nasib mereka masih dalam keadaan nelangsa.

Melihat hal tersebut, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 14 Guru Tidak Tetap (GTT) yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, kegiatan penyerahan penghargaan dilakukan di Aula kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jalan Basuki Rahmat Bojonegoro,  Senin, 23/08/2021.

Penghargaan dan apresiasi kepada 14 GTT di dua wilayah kabupaten tersebut diberikan setelah sebelumnya diseleksi oleh panitia. Dengan beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh para GTT.

Ketua panitia seleksi, Agus Huda mengatakan, komponen yang harus dipenuhi meliputi portofolio yang diserahkan, mempunyai masa kerja minimal 10 tahun, mendapat rekomendasi dedikasi dari kepala sekolah, kondisi ekonominya kurang beruntung.

“Yang tidak kalah penting dan menjadi pertimbangan panitia adalah beban keluarga GTT yang ditanggung, jarak tempuh dan kesulitan medan dari rumah menuju sekolah.Tentu juga menjadi hal utama dalam penilaian adalah prestasi yang dimiliki oleh GTT,” terang Agus.

Adapun yang menjadi Latar belakang kegiatan ini adalah disebabkan banyaknya GTT yang dianggap belum bernasib baik atau kurang beruntung, namun memiliki pengabdian yang luar biasa. Dalam catatan panitia seleksi Terdapat GTT yang telah mengabdikan dirinya mengajar selama 24 tahun dengan gaji hanya Rp 300 ribu per bulan.

Baca Juga :  Hardiknas 2022 "Kita Pemimpin dari Gerakan Pemulihan Dunia, Bergerak untuk Merdeka Belajar"

“Ada pula GTT yang harus menempuh jarak sejauh 32 kilometer dari rumah menuju sekolah setiap harinya. Berangkat pagi pulang menjelang magrib,” jelas Agus.

Kepala Bank Jatim Bojonegoro, Hero Sasongko Perdana Putra, yang ikut hadir dalam kegiatan penyerahan penghargaan mengaku merinding mendengar pernyataan ketua panitia seleksi, Agus Huda. Hal tersebut diluar bayangan yang ada di benaknya.

“Saya betul-betul merinding, dan sungguh tidak menyangka, ada guru yang masa pengabdiannya hampir separuh umur saya dengan kendala yang tidak bisa dikatakan mudah, namun yang membuat terharu adalah dedikasi mereka akan dunia pendidikan sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Cabdindik Bojonegoro-Tuban, Adi Prayitno menjelaskan tujuan pemberian penghargaan kepada 14 GTT berprestasi di wilayah dinasnya adalah sebagai bentuk apresiasi dan memberikan motivasi agar mampu berkiprah lebih baik lagi.

GTT sering kali dipandang sebelah mata, Padahal, kewajiban mereka sama dengan ASN (Aparatus Sipil Negara) yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil). Yakni mencerdaskan para murid. Tetapi haknya tidak sama. Dengan diadakan kegiatan penghargaan berupa sertifikat prestasi, diharapkan mampu membuka mata dan kepedulian berbagai pihak.

“Kalian yang dengan ikhlas dan penuh perjuangan mendidik dan mengajar siswa, tentu akan mendapat tempat dihati Tuhan, kalian adalah calon penghuni SurgaNya”

Kalau guru dengan gaji yang tinggi, dibayar negara, dan memiliki dedikasi adalah hal yang wajar, sudah menjadi kewajiban para pendifik, namun dengan gaji dibawah kelayakan namun tetap berjuangan dan berdedikasi, itu baru luar biasa, tegas Adi.

“Oleh karena perjuangan dan keihlasan kalian, saya sangat kagum dan mengapresiasi, Harapan saya, kepada para GTT bisa berdedikasi lebih baik lagi,” imbuhnya.

Selain pemberian hadiah dan sertifikat prestasi, kegiatan ditandai pemberian tabungan secara simbolis senilai Rp 2,5 juta dari Bank Jatim Bojonegoro dan Tuban.

Baca Juga :  38 Guru Pengajar Praktik Bojonegoro Dinyatakan Lulus Seleksi Kurikulum Merdeka

“Mohon jangan lihat besaran uangnya, Tapi kami mohon yang dilihat perhatiannya, kepeduliannya. Semoga mampu menjadi hikmah atau pelajaran untuk kita semua, semoga apa yang kalian dapat hari ini bermanfaat dan menjadikan motivasi lebih bagi guru guru yang lain, tutupnya.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) MARGO SASONO KARYO MULYO Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro mengikuti misi dagang dan investasi bersama...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Thengul merupakan kesenian khas yang telah menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro mampu menarik perhatian banyak pihak, inilah yang menjadi dasar Tim Badan Pengembangan...

Kabar

Bojonegoro.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesian (PSMTI) kabupaten Bojonegoro kembali melakukan kegiatan sosial dengan membagikan ratusan sembako, kali ini menyasar Bojonegoro bagian barat...

Profile

Bojonegoro.com – Selamat Pagi Bojonegoro – Hallo Bojonegoro, Sapaan itu selalu terdengar setiap hari dari seorang penyiar radio Malowopati FM 95,8 MHz. Itu adalah...

X