Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

6.033 Rumah Layak Huni Akan Dibangun Pemkab Bojonegoro Melalui Program Aladin

IMG 20220414 WA0052

Bojonegoro.com  – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya terus merenovasi rumah warga miskin melalui program Aladin. Pada tahun 2022 ini, Pemkab akan membangun 6.033 rumah menuju layak huni.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman DPKPCK Kabupaten Bojonegoro Zamroni menyampaikan, jumlah rumah/unit ini sesuai dengan rencana dan tidak ada perubahan. Jumlah 6.033 unit berasal dari APBD induk 2022.

“Saat ini sedang menunggu SK Bupati terkait calon penerima Aladin,” ujarnya Kamis (14/4/2022).

Pihaknya menjelaskan, setelah SK Bupati turun, jumlah unit yang akan direnovasi tetap sama dengan pengajuan awal. Setelah itu prosesnya akan diadakan pengukuran ulang (Uitzet Lapangan).

“Saat uitzet, pekerjaan langsung disosialisasikan dengan warga. Sehingga kendala insyaAllah tidak ada,” pungkasnya.

Berdasarkan data portal Satu Data Bojonegoro, jumlah program Aladin meningkat secara signifikan. Pada 2018, ada 1.194 unit rumah yang direnovasi. Lalu tahun 2019 meningkat menjadi 1.558 unit. Sementara puncak peningkatan di tahun 2020 dan 2021. Pada 2020 sebanyak 3.743 unit dan 2021 sebanyak 5.415 unit. Jumlah ini naik berkali lipat setiap tahunnya.

“Kebutuhan Aladin masih diperlukan untuk pengentasan kemiskinan. Untuk tahun 2023 mohon dianggarkan lagi untuk menuntaskan Aladin yang tinggal sedikit,” ucapnya.

Berikut syarat kriteria penerima bantuan program Aladin :

1. Warga yang sudah jompo atau tidak berpenghasilan

2. Warga miskin atau yang tidak berpenghasilan tetap

3. Warga berpenghasilan per bulan di bawah rata-rata

4. Rumah tidak layak huni

5. Tanah milik sendiri (ada buki kepemilikan)

6. Tanah tidak bermasalah

7. Tanah bukan milik desa, silir helo, PT KAI atau milik orang lain

Syarat kriteria rumah :

1. Atap sudah rapuh/rusak berat

Baca Juga :  Pj Bupati Bojonegoro: Idhul Adha Jadi Momen Tumbuhkan Rasa Solidaritas dan Kepekaan Sosial 

2. Lantai masih tanah

3. Dinding masih dari sesek/gelam/papan yang telah rapuh

4. Kurang ventilasi udara dan cahaya

Sementara, untuk mekanisme pengatuan Aladin yaitu melalui Pemdes, dan pemdes mengajukan proposal beserta kondisi rumah warga yang bersangkutan dan identitas. [cs/nn]

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Para kader penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro mendapat pelatihan pengolahan pangan alternatif berbahan dasar tepung mocaf atau tepung dari...

Kabar

Bojonegoro.com  – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 78 Tahun 2024, Polres Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitaran...

Kabar

Bojonegoro.com – Dalam menyambut hari Bhayangkara ke 78 tahun 2024, Polres Bojonegoro menggelar Bakti Religi di sejumlah tempat ibadah di Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (14/6/2024)....

Kabar

Bojonegoro.com  – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 78 Tahun 2024, Polres Bojonegoro kembali salurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada warga...

X