Bojonegoro.com – Guna melestarikan kebudayaan kesenian wayang thengul khas Bojonegoro agar mampu bertahan dan bersaing dengan kesenian modern Pemerintah Daerah (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Workshop Pagelaran Wayang Thengul di gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark jl Panglima Sudirman 24 Kepatihan Bojonegoro. Selasa (29/04/25)
Workshop akan dilaksanakan selama dua hari 29-30 April diikuti 53 peserta yang terdiri dari Dalang Wayang Thengul 15 Orang, Sinden 5 Orang, Pengrawit muda 17 orang, Pengrawit Senior 16 orang, pengurus Pepadi 5 orang.
Untuk memenuhi target dari tujuan dilaksanakannya Workshop, Disbudpar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, mereka adalah :
1. Wejoseno Yuli Nugroho,S.Sn.M.Sn dari Institut Seni Indonesia Surakarta membawakan materi “Sejarah Pakeliran Padat, Garap Sanggit dan Bedah Naskah”.
2. Setyaji, S.Sn dari Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta materi “Garap Iringan.
3. Bambang Paningron Astiaji Direktur Festival dari Yogyakarta menyajikan “Tata Kelola Seni Pertunjukan”,
4. Sinarto, S.Kar.MM, Ketua Pepadi Provinsi Jawa Timur memberi materi tentang pengalamannya memberi pengaruh sentuhan pakeliran di banyak kabupaten dan memberi masukan kepada seluruh stakeholder bagaimana seharusnya pengembangan wayang Thengul di Bojonegoro.
Hadir pula Farkhat Fikriyan Selaku konsultan pengembangan pariwisata dan budaya Bojonegoro yang akan mendengarkan dan mencatat semua apa yang menjadi kendala dan keinginan para seniman di Bojonegoro.
Adapun bentuk kegiatan workshop pergelaran wayang thengul khas bojonegoro dihari pertama adalah
diskusi tentang perkembangan wayang thengul, sedangkan di hari kedua pelatihan dan Proses kreatif pergelaran wayang pakem tradisional dan pergelaran wayang kontemporer (perkembangan pergelaran wayang modern)
Turut hadir dan sekaligus membuka acara adalah Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Djoko Lukito, yang mewakili bapak Bupati Setyo Wahono dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Welly Fitrama
Dalam sambutannya Djoko Lukito mengawali dengan bercerita tentang pengalaman masa kecilnya dia sering menonton pertunjukan wayang Thengul Ki Suratmin di desanya, desa Siwalan kecamatan temayang.
“Bapak Bupati berharap setelah Workshop ini akan lahir kembali wayang thengul yang inovatif dan mampu membangkitkan minat maupun kepedulian masyarakat serta ketertarikan menonton pergelaran wayang thengul” ujar Pria berkaca mata ini.
Sementara itu dalam laporannya Welly Fitrama selaku kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan kabupaten Bojonegoro serius dalam pelestarian budaya yang memuat kearifan lokal dimana telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pelestarian Kesenian Tradisional dan telah menjadi Program Pengembangan Kebudayaan Kabupaten di Bojonegoro.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi pembekalan dan pelatihan untuk dalang wayang Thengul dan juga sebagai ruang dialog kebudayaan kesenian dan pembelajaran bersama. Dimana dalam Workshop ini akan ada pelatihan bagaimana membuat paket pergelaran wayang dalam bentuk pakem tradisional dan pengembangan kontemporer dengan harapan bisa lebih menyentuh dan memperkenalkan wayang sebagai media tontonan dan nilai moral yang diajarkan dalam setiap lakon pertunjukan kepada kaum milenial.
“Kedepannya akan kita usahakan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro bagaimana teknis mengenalkan Wayang Thengul ini ke sekolah sekolah” ujar Fitra.
Alfian salah satu peserta workshop menyampaikan rasa senangnya bisa menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah Bojonegoro untuk mengangkat kembali Marwah wayang Thengul agar mampu bersinar dengan wajah dan warna baru yang penuh inovasi baik dalam garap lakon maupun iringan.










































