13 Oktober 2026

Asosiasi Handycraft Jawa Timur Gelar Rakor dan Gathering di Zahida Painting Bojonegoro

0
IMG20250806105117

Bojonegoro.com – Pelaku UMKM dari 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur yang tergabung dalam Asosiasi Handycraft Jawa Timur (AHJ) menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) dan Gathering yang dilaksanakan di Lembaga Pelatihan Ketrampilan (LPK) Zahida  jl KH Mansyur No 58 Ledok Kulon Kecamatan/ Kabupaten Bojonegoro, Rabu (06/08/2025)

Rakor Asosiasi Handicraft Jawa Timur dihadiri oleh 38 koordinator wilayah (korwil) dari masing-masing kabupaten se Jawa Timur,  Rakor ini adalah bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) guna pengukuhan ketua dan pengurus AHJ periode 2024-2025 serta penetapan program dalam satu tahun kedepan.

Hadir dalam kegiatan Wakil Bupati Bojonegoro Dra Hj Nurul Azizah, MM. Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono SE, MM, A, Ketua Asosiasi Handycraaf Jawa Timur (AHJ), Kepala OPD terkait diantaranya adalah Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja,  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta pelaku Ekraf Bojonegoro.

Ketua Asosiasi Handycraaf Jawa Timur, Cici Rahmawati menyampaikan kegiatan hari ini adalah bagian dari rangkaian Musda yang digelar pada 10 Mei 2025 yang dihadiri oleh koordinator wilayah (korwil) se-Jawa Timur. Menurut Cici, Rakor dilaksanakan sekali dalam setahun dan untuk Gathering dilaksanakan dua kali dalam setahun. Kita berkumpul disini untuk menentukan langkah-langkah agar semua anggota AHJ mampu bertumbuh, berkembang dan Suskes bersama.

“Kita semua mengenal  Siti Nurhidayah dan mengetahui kiprah Zahida, semoga capaian luar biasa yang diraih Zahida bisa menjadi motivasi bagi crafter se Jawa timur, terima kasih Zahida Painting telah mensupport penuh acara ini” ungkap Cici.

Ketua Deskranasda Bojonegoro Cantika Wahono dalam pidato pembukaan (Opening Speech) membuka dengan ucapan selamat datang di bumi minyak, Bumi Angling Darmo kepada peserta Rakor, dalam kesempatan tersebut Cantika mengapresiasi Crafter Bojonegoro yang telah banyak berkreasi dan memberi nilai dalam perkembangan Kerajinan Bojonegoro. Lanjut Cantika, dalam sebuah organisasi atau asosiasi yang merangkul banyak pelaku UMKM diperlukan kolaborasi dan sinergi antar sesama pelaku UMKM agar bisa bertumbuh dan berkembang bersama dengan membangun tim work dan jaringan bisnis dengan begitu pelaku Ekonomi kreatif mampu mengembangkan usahanya hingga menembus pasar luar negeri atau ekspor.

Baca Juga :  Wujudkan UMKM Bojonegoro Naik Kelas, Calon Penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Ikuti Sosialisasi

“Maka diperlukan tidak hanya usaha keras namun juga pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan karya” ujar Bunda Cantika.

Menurut Cantika pelaku UMKM tidak bisa berdiri sendiri untuk lebih bisa berkembang dan naik kelas dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak swasta (pengusaha) akademisi dan media.

“Semoga Rakor AHJ ini mampu menumbuhkan jiwa pejuang bagi peserta dan diharapkan mampu mewarnai pembangunan ekonomi di wilayah kerja masing masing sehingga tercipta masyarakat yang Bahagia Makmur dan membanggakan” tutup Cantika dalam sambutannya.

Sementara itu wakil bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan Rakor ini adalah tanda semangat dan kebersamaan para pelaku Handycraaf Jawa Timur untuk meraih Kesuksesan, tentu sukses membutuhkan  proses dan jalan yang panjang. Tentu Rakor ini akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk menuju itu.

Menurut Nurul Azizah Rakor dan gathering AHJ digelar di Bojonegoro ini menandakan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi yang hebat hingga menarik Asosiasi Handycraft Jawa Timur menyelenggarakan Rakor di Bumi Angling Darmo, ujarnya.

Dalam kesempatan itu wakil Bupati Bojonegoro ini menegaskan bahwa Pemerintah daerah mendukung penuh penuh kegiatan UMKM, hal ini selaras dengan program Bupati Setyo Wahono dimana di tahun 2026 memprogram peningkatan ekonomi masyarakat Bojonegoro.

“Dana Bagi Hasil (DBH) Migas disetiap tahunnya berkurang dalam hasilnya, untuk itu Pemerintah tidak bisa mengandalkan pendapatan daerah hanya dari minyak, diperlukannya pemasukan pendapatan daerah dari Sektor lain, pengembangan ekonomi kreatif dari pelaku UMKM menjadi hal yang penting.

“Apa yang dilakukan oleh Zahida adalah bentuk dari dukungan untuk pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat, maka perlunya LPK yang kompetitif lainnya yang harus ditumbuhkan di Bojonegoro dengan cara bersinergi dengan LPK Zahida yang telah membuktikan kesuksesannya dalam dunia bisnis dan menjadi UKM yang telah naik kelas” jelas Nurul Azizah.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Dorong IKM Lokal Naik Kelas Fasilitasi Merek Gratis

Diakhir sambutannya dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membuka Rakor AHJ 2025 secara resmi dan dinyatakan bisa dimulai, disambut dengan tepuk tangan dari para peserta.

Setelah Rakor, para peserta melanjutkan kegiatan Trip Wisata Edukasi dengan mengunjungi kerajinan gerabah di Malo dan Geopark Khayangan Api. Kegiatan Rakor sebagai rangkaian Musda AHJ 2025 ini didukung penuh oleh Siti Nurhidayah dan Zahida Painting Bojonegoro.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X