Bojonegoro.com – Kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi terus berubah seiring berkembangnya pembayaran digital. Kini, tidak hanya di pusat perbelanjaan atau restoran besar, transaksi non-tunai juga mulai digunakan di kalangan pedagang kaki lima, termasuk penjual pentol di Kabupaten Bojonegoro.
Salah seorang pedagang pentol di Bojonegoro, Suyanto (45), mengaku mulai menyediakan pembayaran menggunakan QRIS sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan kemudahan baik bagi penjual maupun pembeli.
“Sekarang banyak pembeli yang tidak bawa uang tunai. Kalau ada QRIS, mereka tetap bisa beli. Bahkan yang beli cuma Rp5.000 juga sering bayar pakai scan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembayaran digital membuat proses transaksi menjadi lebih praktis. Pedagang tidak perlu repot menyediakan uang kembalian, sementara pencatatan pemasukan juga lebih mudah karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis.
Di sisi lain, pembeli juga merasakan manfaat serupa. Rina, warga Bojonegoro Kota, mengaku semakin sering menggunakan aplikasi BRImo untuk bertransaksi sehari-hari.
“Kadang pas keluar rumah cuma bawa ponsel. Mau beli pentol, es teh, atau jajanan lain tinggal scan QRIS. Praktis dan cepat,” katanya.
Menurut Rina, penggunaan QRIS melalui BRImo juga membantu mengontrol pengeluaran karena setiap transaksi langsung tercatat dalam aplikasi. Dengan demikian, pengguna dapat melihat riwayat belanja secara lebih mudah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak lagi terbatas pada transaksi bernilai besar. Kehadiran QRIS telah membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk menerima pembayaran non-tunai dengan mudah dan terjangkau.
Pengamat ekonomi lokal menilai semakin banyaknya pedagang kaki lima yang menerima QRIS menjadi indikator meningkatnya inklusi keuangan di daerah. Dengan dukungan perbankan dan literasi digital yang terus berkembang, transaksi cashless diperkirakan akan semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Dari membeli kebutuhan pokok hingga sekadar menikmati seporsi pentol seharga Rp5.000, masyarakat kini memiliki pilihan transaksi yang lebih praktis melalui BRImo dan QRIS.










































