Dari Bojonegoro untuk Senayan: HMI Tekan DPRD Lanjutkan Tuntutan

Bojonegoro.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kamis (4/9/2025). Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan bersama yang telah ditandatangani pada Selasa (2/9/2025) oleh Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar S.Pd, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, dan Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro Rony Sugiarto.
Dalam orasinya, Ketua Umum HMI Cabang Bojonegoro menegaskan bahwa dokumen pernyataan bersama tidak boleh berhenti sebatas simbol formalitas, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata baik melalui sikap politik maupun jalur kelembagaan. Ia menambahkan bahwa selain tiga tuntutan yang tercantum dalam nota kesepahaman, HMI juga menyertakan tambahan 17+8 tuntutan yang harus diteruskan ke DPR RI agar segera ditindaklanjuti.
Adapun tiga tuntutan utama tersebut antara lain pemangkasan tunjangan dan fasilitas DPR sebagai bentuk empati terhadap penderitaan rakyat, desakan kepada Presiden agar mencopot Kapolri yang dinilai bertanggung jawab atas tindakan represif aparat di berbagai daerah, serta desakan pengusutan tuntas kasus penabrakan pengemudi ojek online yang belakangan menjadi sorotan publik. HMI juga mendesak Bupati Bojonegoro untuk menyatakan sikap resmi menolak segala bentuk kekerasan aparat terhadap warga.

Aksi damai ini direspons oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro yang menemui massa aksi dengan mendengarkan orasi dan menyerap aspirasi. Ketua DPRD Bojonegoro menyampaikan bahwa tuntutan HMI sudah dikirim sejak pagi hari, namun hingga kini belum ada konfirmasi dari pusat. Sementara itu, Mitroatin selaku wakil DPRD menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti 17+8 tuntutan yang ramai berseliweran di media sosial untuk segera diteruskan ke DPR RI.
Aksi kemudian ditutup dengan doa bersama dan sholat gaib yang dipimpin oleh massa HMI bersama jajaran DPRD Kabupaten Bojonegoro sebagai simbol solidaritas perjuangan.
