Dari Lapak Sayur ke Layar Ponsel, Cerita Pedagang Pasar Menembus Dunia Digital

Bojonegoro.com – Pemandangan berbeda kini mulai terlihat di sejumlah pasar tradisional. Jika dulu pedagang hanya menunggu pembeli datang ke lapak, kini sebagian dari mereka mulai melayani pesanan melalui telepon genggam. Transformasi itu hadir seiring berkembangnya platform New Pasar.id yang mendorong digitalisasi perdagangan di pasar tradisional.
Salah satu pedagang sayur, Mafy (38), mengaku awalnya tidak pernah membayangkan dagangannya bisa dibeli pelanggan tanpa harus bertatap muka. Selama bertahun-tahun, ia mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar setiap pagi.
“Dulu saya hanya menunggu pembeli datang. Kalau pasar sepi, ya pendapatan ikut turun. Sekarang ada pelanggan yang pesan lewat aplikasi atau WhatsApp, jadi jualan lebih fleksibel,” ungkap Mafy.
Menurut Mafy, proses beradaptasi dengan teknologi memang tidak mudah. Ia harus belajar mengunggah foto produk, memperbarui stok barang, hingga merespons pesanan pelanggan secara cepat. Namun setelah beberapa bulan mencoba, manfaatnya mulai dirasakan.
Pesanan tidak hanya datang dari pelanggan sekitar pasar, tetapi juga dari warga yang sibuk bekerja dan memilih berbelanja dari rumah. Sayuran, cabai, bawang, hingga kebutuhan dapur lainnya dapat dipesan secara daring dan diantar oleh kurir.
Digitalisasi pasar melalui New Pasar.id memang dirancang untuk mempertemukan pedagang pasar dengan pembeli secara online sehingga transaksi dapat dilakukan lebih mudah dan praktis. “Platform ini menjadi salah satu upaya untuk membantu pedagang pasar tradisional tetap bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital,” ujarnya.
Mafy berharap semakin banyak pedagang yang mau mencoba teknologi digital. Menurutnya, keberadaan platform tersebut bukan untuk menggantikan pasar tradisional, melainkan memperluas peluang usaha.
“Pasar tetap ramai, tetapi sekarang kami punya cara baru menjangkau pembeli. Kalau dulu dagangan hanya terlihat oleh orang yang datang ke pasar, sekarang bisa dilihat lewat layar ponsel,”katanya.
Kisah Mafy menjadi gambaran bagaimana pedagang pasar tradisional mulai beradaptasi dengan perubahan zaman. Dari lapak sederhana yang penuh sayuran segar, kini mereka mampu menembus ruang digital dan menjangkau pelanggan lebih luas tanpa meninggalkan identitas pasar rakyat yang menjadi denyut ekonomi masyarakat.
