13 Oktober 2026

Dari Warung ke Bank Mini, AgenBRILink Bantu Usaha Warga Bojonegoro Lebih Berkembang

0
IMG-20260807-WA0001

Bojonegoro.com – Kehadiran AgenBRILink di berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga. Melalui layanan yang tersedia di warung atau toko kelontong, AgenBRILink kini berperan layaknya bank mini yang melayani berbagai kebutuhan transaksi masyarakat.

Masyarakat dapat melakukan tarik tunai, setor tunai, transfer antarbank, pembayaran tagihan listrik, BPJS, pembelian pulsa, hingga berbagai transaksi digital lainnya tanpa harus datang ke kantor bank. Kemudahan tersebut membuat AgenBRILink menjadi pilihan warga, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Siti Aminah (42), warga Kecamatan Ngasem, mengaku keberadaan AgenBRILink sangat membantu aktivitas keuangannya. Menurutnya, layanan tersebut membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

“Kalau dulu harus meluangkan waktu ke kantor bank, sekarang cukup datang ke agen dekat rumah. Prosesnya cepat dan tidak perlu antre lama. Sangat membantu, terutama saat membutuhkan uang tunai atau ingin transfer,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Agus Setiawan (35), warga Kecamatan Dander. Ia mengatakan AgenBRILink menjadi solusi bagi masyarakat desa yang membutuhkan layanan perbankan dengan akses yang lebih mudah.

“Lokasinya dekat dan jam pelayanannya lebih fleksibel. Setelah pulang bekerja saya masih bisa melakukan transaksi. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke bank hanya untuk transfer atau bayar tagihan,” katanya.

Selain memberikan kemudahan bagi nasabah, keberadaan AgenBRILink juga berdampak positif terhadap pelaku usaha yang menjadi agen. Banyak pemilik warung mendapatkan tambahan pendapatan dari biaya transaksi sekaligus memperoleh pelanggan baru yang datang untuk menggunakan layanan perbankan.

Dengan semakin tingginya kebutuhan transaksi masyarakat, AgenBRILink tidak hanya menjadi sarana layanan keuangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro di desa.

Baca Juga :  359 Calon Penerima Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Ikuti Sosialisasi dan Bimbingan

“Kehadirannya turut memperkuat perputaran ekonomi lokal dan mendukung inklusi keuangan hingga ke pelosok Bojonegoro,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X