Connect with us

Hi, what are you looking for?

Bojonegoro.com
IMG 20221207 WA0031

Kebijakan

Demplot dan Pupuk Organik Upaya Pemkab Bojonegoro Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Bojonegoro.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro menegaskan, jika adanya kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi saat ini disebabkan pengajuan kuota pupuk bersubsidi ke pemerintah pusat tidak terpenuhi 100 persen.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Zainal Fanani, Rabu (7/12/2022).

Pihaknya menegaskan, jika Pemkab Bojonegoro telah melakukan upaya maksimal dalam memberikan solusi kepada petani.

“Kami sudah memberikan solusi, yakni mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Dinas Pertanian Pemprov Jatim dan menggalakkan penggunaan pupuk organik,” tegasnya.

Dia menyatakan, jika usulan tambahan alokasi pupuk telah diberikan sebanyak dua kali namun tetap saja tidak memenuhi kebutuhan petani di Bojonegoro.

Kemudian, lanjut dia, solusi yang kedua dengan melakukan demplot untuk budidaya tanaman sehat dimana bisa meningkatkan jumlah penggunaan pupuk organik.

“Ada demplot seluas 25 hektar di Desa Sendangrejo Kecamatan Dander,” tegasnya.

Zaenal menyatakan, jika setelah ada dem, DKPP Bojonegoro memberikan pelatihan-pelatihan kepada seluruh petani disetiap kecamatan untuk pembuatan pupuk organik.

“Intinya, solusi pertanian sekarang adalah dengan penggunaan pupuk organik,” tandasnya.

Meskipun penggunaan pupuk ornagik memiliki kelemahan, dimana hara dimana pupuk organis perlu waktu untuk diserap tanaman 3 bulan, namun juga kelebihannya banyak diantaranya mampu memperbaiki struktur, tekstur, kimia, bio kimia, dan tanah.

Dia menyampaikan, jika adanya kelangkaan pupuk bersubsidi selama ini usulan kuota pupuk ini tidak dipenuhi 100 persen.

Dia mengatakan, jika pemerintah pusat mengurangi jumlah pupuk bersubsidi. Sekarang ini, jenis pupuk yang bersubsidi hanya jenis Urea dan NPK.

“Sedangkan untuk alokasi pupuk Urea yang diajukan sesuai sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK sebanyak 101.026 ton,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Realisasikan 1.467 Sambungan Listrik Gratis Bagi Warga Tak Mampu 

Sementara lanjut dia, alokasinya dikurangi hanya sebesar 72 persen atau sebanyak 73.631 ton dari usulan. Sedangkan untuk pupuk subsidi jenis NPK alokasi 45.300 ton sudah tersalurkan 35.115 ton atau 77,52 persen.

“Pupuk NPK ini sesuai e-RDKK ini hanya terealisasi sebesar 40 persen,” pungkasnya. (*)

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Olahraga

Bojonegoro.com – Dua pesilat PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo) Cabang Bojonegoro berhasil membawa satu medali emas dan satu medali Perunggu dalam kejuaraan pencak silat...

Pendidikan

Bojonegoro.com – Bupati Bojonegoro bersama OPD terkait mengundang elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Bojonegoro untuk melakukan diskusi bersama membahas tentang kemajuan Bojonegoro kedepan....

Kabar

bojonegoro.com –  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro meraih penghargaan sebagai satuan kerja (satker) mitra kerja Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro dengan nilai IKPA...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, di Jalan Veteran, Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, telah selesai dan diresmikan...

X