Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

Dyas Kirana, Seniman Muda Bojonegoro Kenalkan Seni Tradisi Pada Kaum Milenial Melalui Tari Tudhung Sesandur.

20201108121100

BOJONEGORO-Tari Tudhung Sesandur adalah salah satu kesenian tari kreasi baru yang ditampilkan Kabupaten Bojonegoro dalam Gelar Seni dan Budaya yang di selenggarakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Jakarta pada Minggu 08 November 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Gedung Serbaguna Bojonegoro.

Salah satu seniman pendukung pagelaran seni dan budaya Greget samin dan tari Tudhung Sesandur adalah koreografer muda Dyas Kirana Khomariah. Penata Tari pembuka ” Tudhung Sesandur ” dan sekaligus penata gerak Drama Tari Greget Samin ” yang berkolaborasi dengan seniman – seniman muda Bojonegoro.
Tari Tudhung Sesandur diciptakan oleh Dyas Kirana (25), gadis Lajang Lulusan Universitas Surabaya (Unesa). Tari Tudhung Sesandur terinspirasi dari kesenian Sandur Bojonegoro, yang sudah sudah masuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang mulai meredup karena tergilas modernisasi.

20201108121607

Salah satu Gerakan tari Tudhung Sesandur saat gladi bersih di gedung serba guna Bojonegoro.

Keprihatinan Dyas sebagai seniman berupaya untuk melestarikan kesenian tradisional dan guna lebih mengenalkan kesenian Sandur kepada para generasi muda, khususnya Bojonegoro. Dengan melihat Tari Tudhung Sesandur mereka dapat mengetahui karakter dan ciri yang ada pada kesenian sandur, karena tarian ini setiap gerak dan iringannya mengandung simbol-simbol pertunjukan kesenian Sandur Bojonegoro.
Irama musik dan lirik dalam tarian Tudhung Sesandur juga menggambarkan setiap adegan dalam kesenian Sandur, sebagai contoh saat adegan jaranan, irama musiknya juga musik Jaranan, hal ini untuk memudahkan generasi muda saat mendengar musik saja, mereka sudah bisa mengenali kesenian Sandur.
Tari Tudhung sesandur menggambarkan setiap adegan yg ada pada kesenian Sandur, mulai dari adegan tutup kudung, buka kudung, penokohan, jaranan, dan kalongking. Tudhung yang berarti penutup sebagai simbol dimulainya pertunjukan sandur, dan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan selanjutnya sesuai tahapan dalam kesenian Sandur.

Baca Juga :  Kesenian Jaranan dan Pameran Lukisan Semarakkan Pasar Keroncong.

Gerakan tari yang syarat dengan pertunjukan Sandur yang diiringi musik khas tembang sandur, menjadikan tarian ini sangat unik dan menarik, namun tidak hanya menarik seperti halnya kesenian Sandur, tari Tudhung Sesandur juga memiliki daya Magic dalam penyajiannya.’
Ditemui di sela-sela gladi bersih pagelaran seni dan budaya, Dyas Kirana menyampaikan, proses pembuatan tari ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus intens, tujuan dan sasaran penciptaan tari tudhung Sesandur adalah lebih mengenalkan kesenian tradisi Sandur kepada anak muda, sasaran utama adalah diperuntukkan untuk usia remaja siswa tepatnya SMA/SMK. Dengan memvisualisasikan seni Sandur kedalam seni tari, diharapkan para generasi muda lebih mudah mengenal tradisi Sandur, karena didalam Tari Tudhung Sesandur ini menceritakan tahapan atau adegan di setiap frase kesenian Sandur, jelas Dyas.

20201108121210 1

Penyajian Tudhung Sesandur dalam gelaran seni dan budaya disaksikan oleh Bupati Bojonegoro dan Forkompimda.

Lebih lanjut pemilik Bintang Leo ini berharap, tarian ini tidak hanya dikenal oleh generasi muda, namun semua siswa mampu ” njoget” (menari) Tari Tudhung Sesandur, seperti halnya tari Thengul, tari Tudhung Sesandur juga bisa dimainkan individu, Berkelompok bahkan masal, karena tarian ini pada dasarnya adalah tarian dengan metode pembelajaran disekolahan, bagi warga Bojonegoro yang tertarik untuk tahu dan ingin bisa menari, ada tutorial yang bisa diakses di Facebook saya¬† https://www.facebook.com/dyas.kirana.1 Terang, Dyas.

Permasalahan yang ada di kalangan muda yang lebih tertarik dengan kesenian luar seperti K-Pop, dan kesenian Barat, melecut rasa keprihatinan Dyas untuk lebih mempopulerkan kesenian tradisi dalam bentuk tari agar lebih mudah diterima oleh generasi Milenial, Permasalahan inilah yang dicoba untuk diurai Dyas dengan menciptakan banyak tarian kreasi baru, seperti tari Cahndur, Tari Catur Nyawiji, Tari Sukijah, tari Nutu, tari cekak aos, dan Tudhung Sesandur, tarian inilah yang juga menjadi bahan tesis Dyas dalam menyelesaikan Program Pasca Sarjananya, Insyallah Desember ini saya maju pengajuan tesis S2 saya, mohon doanya, tutup Dyas.

Baca Juga :  Sandur Rumah "Selendang Kuning" Karya Oky Persembahan Apik Seniman Bojonegoro di Masa Pandemi.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak

X