Bojonegoro.com – Operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobile Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Investasi Sosial Indonesia (ISI) menggelar sosialisasi Program Penyediaan Akses Sanitasi Masyarakat (AKSIMAS) di Balai Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa 21/09/2021.
Hadir dalam kegiatan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kalitidu, Kepala Desa (Kades) Leran beserta jajaran, Tokoh Masyarakat, Ketua Yayasan Pendamping, serta PGA EMCL.
Kades Leran, Muttabi’in dalam sambutannya menyanpaikan, EMCL setiap tahun selalu berkontribusi untuk pembangunan yang bermanfaat kepada masyarakat Desa Leran. Melalui program bantuan Corporate Social Responsibility (SCR).
Sebelum adanya program sanitasi dari EMCL, Muttabi’in mengaku bahwa warganya masih banyak buang air besar (BAB) sembarangan. Misalnya di sungai bengawan dan kadang di bawah pohon bambu. Sekarang kebiasaan itu sudah berubah 90 persen.
“Warga kami 90 persen sudah melakukan BAB di jambannya masing- masing,” terangnya.
Program itu juga sudah dipastikan tidak akan tumpang tindih dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro karena sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Dan data calon penerima manfaat sudah terupdate,” imbuhnya.
Camat Kalitidu, Mohammad Yasir melihat Desa Leran sangat diuntungkan dengan adanya EMCL. Karena sebagai bagian dari desa terdekat dengan Proyek Strategis Nasional, Desa Leran setiap tahun mendapatkan CSR dari EMCL. Dengan begitu, tentunya pembangunan yang ada di desa Leran dinilai akan semakin baik.
“Kami berharap adanya proyek ini masyarakat dan perusahaan bisa duduk berdampingan, menjaga fasilitas untuk keberlangsungan kegiatan proyek negara ini di Kedung Keris,” harap Camat Yasir..
Sementara itu, Public Govermet Affair (PGA) Relation Community EMCL, Jony Wicaksana menyatakan, terkait sosialisasi akses sanitasi, bahwa EMCL mendukung dan bersinergi dengan program pemerintah. Khususnya pada desa-desa terdampak. Dan bukan hanya pada infrastuktur itu saja, tetapi juga termasuk dalam program pemberdayaan masyarakat sekitar kegiatan EMCL.
“Diharapkan, adanya program sanitasi bisa bermanfaat bagi masyarakat, buang air besar di jambannya masing-masing, dan membawa kebiasaan masyarakat berubah ke arah yang lebih sehat,” katanya kepada Bojonegoro.com usai kegiatan.
Menyambung pernyataan Jony Wicaksana, Ketua Yayasan ISI, Sukur Sugeng Apiwiyanto mengungkapkan, dalam sosialisasi tersebut pihaknya selaku mitra EMCL memberikan pemahaman AKSIMAS, berikut berbagai tahapan yang harus dilakukan ditingkat masyarakat. Diantaranya adalah pembentukan Tim Pelaksana (Timlak).
“Agar nanti terjadi transformasi pengetahuan, pengalaman. Dan masyarakat Desa leran ini bisa menjadi subyek program ini, bukan hanya menjadi obyek,” jelasnya.
Setelah tahapan sosialisasi, kata Sugeng, selanjutnya akan diberikan pembekalan atau penguatan Timlak. Yang beberapa materinya antara lain tentang konstruksi dan administrasi, sehingga Timlak mampu melaksanakan tugas dengan baik. Diteruskan dengan pemetaan akses sanitasi yang ada di Leran.
“Melalui Kolaborasi antara pemerintah dengan Perusahaan EMCL akan membuat Desa Leran menuju Open Defecation Free (ODF). Karena sudah hampir 100 persen masyarakat mendapat akses sanitasi dan kepemilikan jamban di Desa Leran ini,” pungkasnya.*
