Connect with us

Hi, what are you looking for?

Opini & Cerita

Gaza Adalah Luka Hati Umat Manusia

akibat blokade warga jalur gaza harus menghadapi penderitaan berkepanjangan 140701135345 670

Bojonegoro.com – Gaza adalah nestapa berkepanjangan bahkan di saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H ini, saat dimana setiap anak akan merasakan kebahagiaan, memakai baju baru, menerima uang saku dan menikmati hidangan di hari kemenangan yang Fitri bersama keluarga, sementara di Gaza hanya untuk sebatas makan saja nyawa menjadi taruhan akibat kepungan zionis.

Tempat tinggal mereka rata dengan tanah tak ada tempat berlindung dari dingin, panas, dan hujan. Satu-satunya harapan pertolongan melalui Rafah – perbatasan Mesir – jalur suplai makanan, minuman, baju, sarana prasarana kesehatan dan lain-lain pun dijaga ketat dan ditutup rapat sampai ada restu dari zionis Israel.

Bila direnungkan, seringkali kita menyematkan berbagai macam hal kepada manusia, seperti memahami, mengenali, mencintai, membenci, menolak dan berbagai keinginan serta keadaan batin lainnya, pada dasarnya semua itu adalah kerja-kerja hati. Hati disini tentu saja bukan hati (jantung) yang tugasnya memompa darah. Apabila seseorang hendak dekat dengan Tuhannya, dia harus mencapai tujuan itu dengan melalui jalan hati. Apabila dia hendak membersihkan dirinya dari berbagai kotoran, dia harus menyucikan hatinya dari berbagai kotoran.

Jalan untuk kebaikan dan perbaikan umat manusia adalah melalui perbaikan pada hatinya. Bahkan hakikat manusia itu tidak lain adalah hatinya. Singkat kata, hatilah yang memiliki dan memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia.

Demo atau aksi yang terjadi di hampir seluruh kota – terutama kota besar – di seluruh dunia atas penderitaan Gaza itulah yang dimaksudkan sebenarnya yang menggerakkan mereka adalah hati.

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya” (QS. An-Najm : 11). Yang dimaksud dengan penglihatan disini, tentu penglihatan hati (ru’yah qalbiy)

Dunia mengetahui, Gaza tidak memiliki militer, tidak ada artileri, tidak punya tank apalagi pasukan angkatan udara, tidak adanya pasukan angkatan laut, tidak punya pelindung tubuh yang memadai, bahkan helm sebagai pelindung kepala mereka tidak punya, apalagi senjata berat. Gaza tidak tersedia bahan bakar yang cukup, minimnya pasokan listrik, dan tertutupnya komunikasi dan bantuan dari dunia luar.

Di Gaza 2,3 juta warga sipil terkepung. 50% dari populasi berusia 14 tahun atau lebih muda. Jutaan pasang mata menyaksikan warga Gaza dibantai,  bahkan ribuan anak-anak tak berdosa tak terkecuali wanita menjadi korbannya. Semua tindakan biadab itu sudah masuk kategori  genosida yang dilakukan pengecut terbesar dalam sepanjang sejarah modern, Zionis Israel.

Israel membantai warga Palestina di kamp pengungsi, menyerbu rumah sakit, menghancurkan sekolah, membom rumah ibadah, bahkan warga sipil yang tidak bersenjata yang hendak pulang ke rumah mereka serang dengan ditembaki, dan yang memprihatinkan tidak ada tindakan apapun dari komunitas internasional untuk menghentikan perbuatan biadab ini yang dilakukan oleh rezim rasis penjajah pelanggar HAM Zionis.

Semua tikus zionis ini datang dari seluruh Dunia, dari berbagai negara, ras dan warna kulit ke Palestina, hanya untuk membunuh dan membantai perempuan dan anak-anak Palestina. Pernahkah Anda melihat seorang anak ketakutan, kedinginan, lapar dan haus dan kehilangan seluruh keluarganya karena di bom, kecuali yang kita saksikan di Gaza.

Apakah ada di antara kalian yang bisa menahan rasa sakit karena operasi tanpa anestesi? Adakah di belahan dunia ini rumah sakit yang hancur peralatan medis dan obat-obatan tak tersedia sehingga tidak mampu merawat para korban sebagaimana prosedur kesehatan selain di Gaza?! Bagaimana dunia bisa tetap diam tidak mampu berbuat apa-apa setelah menyaksikan kejahatan barbar menganga di depan mata ini?

Gaza adalah saksi nyata kejahatan atas kemanusiaan, Gaza adalah garis batas antara kedzaliman dan kemungkaran, Gaza membedakan kelompok Tuhan dari Iblis.

Mereka yang turun ke jalan di kota-kota besar di negara seluruh dunia melakukan protes tentunya mereka yang punya hati. karena memang luka Gaza adalah luka umat manusia (MP)

Selasa, 9 April 2024

Cover by Republika.co.id

 

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melepas peserta studi banding Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Rabu (15/5/2024) di Pendopo Malowopati. Para peserta akan belajar berbagai...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Anugerah Patriot Jawi Wetan II (APJW), Pemkab Bojonegoro menargetkan bisa masuk 5 (lima) besar nominasi desa/kelurahan terbaik se-...

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – SOLO- Ibu Pj. TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanto Adriyanto turut menghadiri acara puncak Tasyakuran HUT Dekranasda Ke-44 dan...

Kabar

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara masif menyebarluaskan informasi terkait pangkalan LPG 3 kg bersubsidi. Langkah ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui lokasi pangkalan yang...

X