15 September 2026

Gaza Bojonegoro Peringati Syahidnya Ayatullah Ali Khamenei dan Desak Prabowo Keluar Dari BoP

0
IMG20260305220402

Bojonegoro.com – Syahidnya Sayyid Ali Khamenei pemimpin tertinggi Iran meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pejuang kemanusiaan, untuk memperingati kepahlawanan sang pejuang, Gerakan Anti Zionis dan Amerika (GAZA) Bojonegoro menggelar Doa dan Tahlil  di markas Gaza jl Monginsidi, Gg 3 No 1 Sukorejo – Bojonegoro, Kamis (05)03/26) untuk mengenang seorang yang sepanjang hidupnya dicurahkan demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina,

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gaza Bojonegoro, Mujiburahman Psy dalam pernyataannya menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan yang bertepatan dengan malam tujuh harinya Ayatullah Ali Khamenei adalah menegaskan penolakannya terhadap segala macam penindasan dan penjajahan.

Menurut Mujiburahman, penyerangan Israel dan Amerika terhadap Iran adalah bentuk kesewenangan dan melanggar hukum internasional, Gaza Bojonegoro dengan tegas mengutuk kebijakan politik luar negeri Trump.

Masih menurut Mujiburahman, kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei telah membuka mata dunia dimana di tengah dunia yang acuh terhadap berbagai kezaliman yang menimpa bangsa Palestina,  di jaman dimana orang lebih memilih materialistik atau keduniawian, masih ada seseorang yang teguh berdiri  melawan arogansi Zionis Israel dan Amerika beserta sekutu-sekutunya. Imam Ali Khamenei beserta pengikut setianya dengan gagah berdiri lantang melawan kezaliman yang diinisiasi oleh rezim Zionis Israel dan Amerika.

“ Tak lagi terbantahkan sosok Sayyid Ali Khamenei adalah pejuang kemanusiaan dan dan pelindung Rakyat Palestina, jelas” Mujiburahman.

Mengingat semua itu,  Gerakan Anti Zionis dan Amerika (GAZA) Bojonegoro menyerukan dua hal:

1. Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami menyerukan agar berhenti berdiri di belakang komplotan Amerika dengan alasan apapun. Kami menuntut agar Indonesia segera keluar dan tidak berpartisipasi pada Board of Peace (BoP) yang nyata-nyata tidak memiliki legalitas dan kompetensi sebagai badan internasional yang bisa memberikan situasi damai. Alih-alih mendamaikan, justru kelompok ini berpartisipasi dalam tindakan kekacauan yang dibuat Amerika dan Israel dalam perang melawan Iran yang selama ini diketahui sebagai pembela bangsa Palestina.

Baca Juga :  Dini Hari, Rumah Huni dan Toko Mebel di Nganti Dilalap Api

2. Kepada seluruh ummat Muslim di Indonesia, berhentilah membangun narasi dikotomis Sunni-Syiah dalam melihat konstalasi dan dinamika pembelaan terhadap Palestina. Mari bersatu dan bergandengan tangan untuk membela kaum tertindas Palestina sebagaimana Sayyid Ali Khamenei yang Syiah tidak pernah melihat fakta bahwa bangsa Palestina adalah penganut mazhab Sunni. Berhentilah membangun narasi perpecahan sesama ummat Islam, sebab ini situasi yang paling diinginkan oleh kaum Zionis-Israel dan Amerika agar ummat Islam lemah dan tidak mampu melakukan perlawanan terhadap mereka.

 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X