Connect with us

Hi, what are you looking for?

Profile

Hanya Satu Di Indonesia, Kang Juari, Pengrajin Sikke dan Turban Khas Turki Asal Bojonegoro

IMG 20210404 WA0016

Bojonegoro.com – Tarian sufi dari Turki dengan pakaian terusan dan topi tinggi menari dengan berputar putar pasti sudah banyak tahu, namun masyarakat pada umumnya belum banyak yang tahu nama Topi panjang yang dikenakan penari sufi itu namanya adalah Sikke, dan pasti juga belum banyak yang tahu kalau di kota Bojonegoro ada seorang pengrajin topi Sikke dan Peci Turban khas Turki, dan ini adalah satu satunya pengrajin peci khas Turki yang ada di Indonesia.

Muhammad Zuhri (52) atau lebih dikenal dengan sebutan kang Juari warga desa Sukorejo, kec/kab Bojonegoro adalah pengrajin topi Sikke dan Peci Turban khas Turki.

Ditemui di tempat kerjanya, “Rumah Cinta” Jalan Munginsidi GG 3 RT 25, RW 06 no 54, Sukorejo – Bojonegoro, nampak sedang asyik membuat peci Turban pesanan pelanggannya.

Menurut Kang Juari, dia menggeluti jadi pengrajin topi Sikke dan Turban sejak tahun 2018, berawal dari ketidaksengajaan, saat ketemu Mubalig Kondang asal Semarang Kyai Budi Harjono, yang mengeluhkan Turban miliknya dari pemberian seorang ulama Turki rusak dan meminta saya memperbaikinya, semenjak itu saya berpikiran untuk sekalian mencoba membuat Sikke dan Turban sendiri, Dengan otodidak hanya dengan melihat bentuknya, Kang Juari mencoba mereka- reka cara membuatnya, Setelah melakukan berbagai eksperimen bentuk dan bahan, akhirnya saya mampu menemukan pola dan bahan yang pas untuk membuat Topi Sikke dan peci Turban. “Hasil karya pertama saya berupa peci Turban dibeli kyai Budi”, jelas Kang Juari.

IMG 20210404 WA0015

Kang Juari bersama istri dan pelanggan Turban di rumah cinta.

Peci Turban buatan kang Juari dipakai kyai Budi setiap kali bercermah, dari ceramah keliling Indonesia itulah peci Turban khas Turki buatan kang Juari mulai dikenal dan banyak menerima pesanan dari kyai atau mubalig seluruh Indonesia, Banyak kyai dari Jawa, Kalimantan, Jakarta, Sumatera, Sulawesi dan kota kota besar memesan Turban buatannya.

Umumnya Peci Turban dipakai pada pendakwah atau ulama berwarna Hijau, namun ada juga yang memesan khusus dengan warna putih untuk perkawinan saat ijab kabul, biasanya ini dipesan oleh orang Arab atau habaib, terang Kang Juari

Dalam sehari Kang Juari mampu membuat Topi Sikke atau Turban 3-5 buah, semua dikerjakan sendiri, mulai dari potong bahan, ngemal, mengelem hingga membentuk. HargaTopi Sikke dihargai 150 ribu perbiji, dan Peci Turban dihargai 300 ribu perbiji nya.

IMG 20210404 121250

Sikke dan Turban karya Kang Juari yang sudah banyak dipesan kyai seluruh Indonesia.

Selain sebagai pengrajin Sikke dan Turban satu-satunya di Bojonegoro bahkan mungkin Indonesia, Kang Juari juga memiliki Group Tari Sufi yang anggotanya sudah mencapai 5000 penari yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten Bojonegoro, dan Keys Craft yang memproduksi mahar, hantaran kawinan dan keperluan pernikahan lainnya, semua aktifitas mulai proses belajar menari, latihan menari, membuat Sikke dan Turban dan craft mahar semua dilakukan di rumah Cinta.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Baca Artikel Lainnya

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak

X