Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Harga Porang Jatuh, Petani Porang di Bojonegoro Tunda Panen

IMG 20211001 WA0087

Bojonegoro.com – Jatuhnya harga porang di kisaran Rp 5.000 membuat para petani porang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menunda panen umbi tanaman asli hutan di tahun ini. Rendahnya serapan pasar hingga permainan tengkulak ditengarai menjadi penyebabnya.

Pengurus Lembaga Masyarakat Desa (LMDH) Wana Abadi Desa Dander, Zainal Arifin mengungkapkan, bahwa harga umbi porang jatuh di kisaran harga Rp 5.000 per Kilogram (Kg) pada tahun ini. Jauh dibawah harga pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 14.000 per Kg. Tetapi, ia menilai hal tersebut merupakan hal yang wajar untuk komoditas apapun.

“Saya kira, komoditas apapun wajar ya naik turun,” katanya kepada Bojonegoro.com, Jum’at, 01/10/2021.

Menurut Zainal, penjualan umbi porang pada rentang harga Rp 8.000 – Rp 10.000 sudah ada keuntungan untuk petani. Lonjakan harga pada tahun 2020 yang sempat mencapai Rp 15.000 dinilai sebagai keuntungan yang luar biasa.

Sedangkan umbi porang yang sempat jatuh sampai di titik harga Rp. 5.000 ia belum bisa mengatakan petani berada pada kerugian. Disebabkan, strategi petani porang dalam memperoleh keuntungan berbeda-beda.

Metode yang digunakan pun dua macam, ada metode konvensional dan metode modern. Sehingga dari jatuhnya harga saja belum bisa dikatakan secara langsung, petani porang dalam keadaan rugi atau tidak.

“Yang jelas, rata-rata petani porang menahan atau menunda panen umbi porang,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Ida Yuliastuti mengatakan, bahwa memang ada permasalahan penurunan harga porang.

“Penurunan ini merupakan dampak dari tidak terserapnya porang oleh para investor, dan perusahaan-perusahaan pengolah porang. Lalu diduga ada juga permainan harga oleh para tengkulak,” terangnya.

Baca Juga :  Lancarkan Mobilitas, Pemkab Bojonegoro Berencana Bangun flyover

Luasan lahan porang, kata Ida, ada sekira 900an Hektar terpusat dominan di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro. Setidaknya diperkirakan berada pada tanah persil milik Perhutani dari tujuh Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) berdekatan.

IMG 20211001 WA0088

Ida yuliastuti, Kasi tanaman pangan Dinas ketahanan pangan dan pertanian Bojonegoro.

Disinggung mengenai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada pertanian porang, Ida mengaku sampai hari ini belum ada. Diperkirakan masih berkaitan dengan adanya efisiensi anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Kalau bantuan belum ada, tapi dulu pernah ada anggaran demplot. Sampai kemudian ada efisiensi anggaran. Wacana kedepan, ada kemungkinan didirikan pabrik pengolahan porang di Bojonegoro,” pungkasnya.(*)

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) MARGO SASONO KARYO MULYO Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro mengikuti misi dagang dan investasi bersama...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Thengul merupakan kesenian khas yang telah menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro mampu menarik perhatian banyak pihak, inilah yang menjadi dasar Tim Badan Pengembangan...

Kabar

Bojonegoro.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesian (PSMTI) kabupaten Bojonegoro kembali melakukan kegiatan sosial dengan membagikan ratusan sembako, kali ini menyasar Bojonegoro bagian barat...

Kabar

Bojonegoro.com – Saat aksi sosial berbagi berkah ratusan sembako yang dilakukan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Desa Meduri Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro,...

X