Connect with us

Hi, what are you looking for?

IMG 20260619 104024
IMG 20260619 104024

Seni dan Budaya

Jaga Warisan Leluhur, Warga Samin Gelar Gumbregan di Setiap Bulan Suro

Bojonegoro.com – Gelaran Festival Samin ke 10, mengangkat tema “Sabare DiEling-eling  Trokale dilakoni” menjadi pengingat untuk lebih semangat dalam kesabaran dan menjalankan tugas dengan baik, salah satu rangkaian acara adalah Gumbregan, Gumbregan adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di bulan suro (Muharram).

Gumbregan dilaksanakan di perempatan Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro, Jum’at Pagi (19/06/2026). Bambang Sutrisno selaku penerus ajaran Samin dan juga dituakan dalam masyarakat Samin memimpin acara Gumbregan.

Adat Gumbregan masyarakat Samin dilaksanakan di hari Jum’at Pahing bulan Suro / Muharam yang telah menjadi kebiasaan turun menurun sebagai ajaran dari leluhur.

Malam harinya acara dilanjutkan dengan umbul Donga, ritual warga berdoa bersama untuk kesejahteraan dan ketentraman desa, yang dilaksanakan di kediaman almarhum Mbah Harjo Kardi, sesepuh Samin yang juga ayah dari Mas Bambang Sutrisno. Setelahnya digelar pertunjukan wayang Thengul di Balai Budaya Samin dusun Jepang.

Hadir dalam kegiatan Kepala Dusun Jepang, Tokoh masyarakat, Tokoh pemerhati Samin, Mahasiswa ISI Jogja, dan seluruh  warga Dusun Jepang.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sutrisno generasi ke lima  Samin Surosentiko menyampaikan, Kegiatan Gumbregan dilaksanakan setiap tahun dan telah menjadi agenda rutin warga Samin, ini adalah wujud Syukur kepada Allah SWT atas rejeki yang diterima warga atas berkah ternak yang dimiliki oleh masyarakat Samin, seperti Sapi, kerbau, kambing dan lain sebagainya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Adat budaya gumbregan bertujuan untuk menjaga kelestarian  adat dan budaya warga Samin, Gumbregan merupakan kearifan lokal (local wisdom) yang harus tetap dijaga keberlangsungan dan eksistensinya.

“Gumbregan bukan hanya warisan leluhur namun juga sebagai bahasa komunikasi rasa syukur warga kepada Tuhan yang Maha Esa” jelasnya

Baca Juga :  Meriah, Pawai Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit Warnai Perayaan HUT RI  ke-81 Warga Purwosari

Kami sebagai penerus hanya menjalankan titah leluhur karena ini menjadi bagian masa lalu yang mengajarkan nilai-nilai luhur dan kearifan, sebagai generasi penerus hanya berkewajiban memelihara semangat dan ajaran para leluhur, Pungkasnya.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Pendidikan

Bojonegoro.com – MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro melakukan terobosan yang sangat membanggakan dengan mengirimkan sembilan anak didiknya belajar ke luar negeri melalui kegiatan SmartBot...

Peristiwa

Bojonegoro.com – Di penghujung bulan kemerdekaan satu Rumah toko (Ruko) milik Siti Ulfiah (49) di jl Raya Pasar Kedungadem kecamatan Kedungkandang kabupaten Bojonegoro mengalami...

Kabar

Bojonegoro.com– Para pencari kerja memadati Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (29/8/2026) dalam gelaran Bejo Career Day 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pencari...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Warga Desa Purwosari Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro merayakan HUT  ke-81 Kemerdekaan Indonesia dengan berbagai pertunjukan seni tradisi dengan mengangkat budaya lokal melalui...

X