Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Jelang Lebaran, Dinperinaker Bojonegoro Buka Posko Pengaduan THR

Jelang Lebaran, Dinperinaker Bojonegoro Buka Posko Pengaduan THR

Bojonegoro.com – Mendekati Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR). Posko berada di kantor Dinperinaker Jalan Basuki Rahmat Nomor 4.

Posko ini nantinya bisa dikunjungi pengusaha atau buruh yang memiliki keluhan atau pertanyaan terkait pembayaran THR.

Pembangunan posko ini berdasarkan PP No 36 tahun 2021 tentang Pengupahan, Permenaker No 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Selain itu juga sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI No M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Timur nomor 560/6490/012/2021 perihal Tunjangan hari Raya Keagamaan bagi Pekerja / Buruh di Perusahaan Tahun 2021.

Sesuai aturan, THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu dalam bentuk rupiah serta paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro Welly Fritama mengatakan, pembayaran THR secara penuh akan berdampak positif terhadap perekonomian karena hal tersebut akan mendorong daya beli masyarakat khususnya pekerja. Peningkatan konsumsi akan berimbas pada perputaran ekonomi.

Welly menjelaskan, ada tiga pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan THR: Pertama, pekerja/buruh berdasarkan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK terhitung sejak H-30 ahri sebelum hari raya keagamaan.

Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan sebelumnya belum mendapat THR.

“Bagi pengusaha atau buruh yang ingin bertanya terkait THR keagamaan yang wajib dibayarkan kepada pekerja bisa mendatangi posko ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Rakor SDM PKH, Bupati Bojonegoro Tekankan Kesantunan, Integritas dan profesional

Bagi perusahaan yang melanggar pembayaran THR Keagamaan akan dikenakan denda 5 persen dari total THR yang harus dibayar. Selain denda, ada sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

Posko pengaduan THR buka saat jam kerja mulai Senin sampai Jumat.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) MARGO SASONO KARYO MULYO Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro mengikuti misi dagang dan investasi bersama...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Thengul merupakan kesenian khas yang telah menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro mampu menarik perhatian banyak pihak, inilah yang menjadi dasar Tim Badan Pengembangan...

Kabar

Bojonegoro.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesian (PSMTI) kabupaten Bojonegoro kembali melakukan kegiatan sosial dengan membagikan ratusan sembako, kali ini menyasar Bojonegoro bagian barat...

Kabar

Bojonegoro.com – Saat aksi sosial berbagi berkah ratusan sembako yang dilakukan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Desa Meduri Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro,...

X