Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, M. Amin Asrofin menyampaikan, alasan dipilihnya Kedewan sebagai lokasi KaGet dalam pengembangan geopark didasari oleh statusnya sebagai ikon dengan tema petroleum system.
“Kami fokuskan Geopark di Kedewan menjadi wisata yang berbeda dengan yang lain, tidak hanya edukasi Georpak kedepannya bisa kita kembangkan menjadi wisata Bojonegoro yang tertata dan terintegrasi dengan wisata lainnya,” jelasnya.
Dalam hal ini, pemerintah kabupaten Bojonegoro memiliki visi yang jauh berbeda dengan wisata pada umumnya yang mentargetkan kuantitas atau besarnya jumlah pengunjung, namun di Wisata KaGet, Disbudpar justru mentargetkan wisatawan bisa tinggal lebih lama di Bojonegoro.
“Tujuan diluncurkan KaGet memang terletak bagaimana wisatawan lebih betah tinggal di Bojonegoro, bukan semata angka kunjungan wisatawan,” terang Amin.
Keberadaan wisata Kaget di Kedewan tentu berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat, 30 UMKM dan sekira puluhan karyawannya serta keterlibatan pemandu wisata yang terlibat dalam kegiatan tentu akan merasakan dampaknya dengan peningkatan ekonomi.
“KaGet pastinya akan memberikan dampak ekonomi dan membuka peluang kerja bagi warga lokal,” tegas Amin.
Memilki keunggulan dan kekhasan masing-masing, KaGet menawarkan empat destinasi utama. Kampung Tumo, menawarkan warung dengan suasana pedesaan yang asri dikolaborasikan dengan camping, kemah, dan glamping.
Rumah Singgah, berfungsi sebagai rumah edukasi di mana wisatawan dapat mempelajari sejarah penambangan minyak tradisional, Alang-alang dan Sumur Meluntur, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menyaksikan langsung penambang minyak secara tradisional yang dilakukan masyarakat secara turun temurun.
“Setiap lokasi yang dikunjungi mempunyai kekhasan dan nilai sendiri-sendiri, nantinya kita kolaborasikan juga dengan agro, edukasi, kuliner dan budaya masyarakat penambang tradisional. Ini bisa menjadi suatu atraksi bagaimana menarik wisatawan,” jelasnya.
“Ke depan harapannya paket wisata yang ada di wilayah Kedewan ini, bisa menjadi ikon baru yang ada di Bojonegoro dan mampu menarik wisatawan yang ada di luar Bojonegoro bahkan di luar negeri untuk datang ke tempat wisata ini,” pungkas Amin.
Di Kedewan terdapat area Agroforestry seluas 45 hektar yang ditanami lebih dari 1.000 jenis tanaman buah-buahan. Yang menarik, tanaman buah di kebun ini bisa terus dipanen, sehingga pengunjung bisa dipastikan tidak akan kehabisan buah untuk disajikan.

Keunikan lain yang ditawarkan di wilayah Kedewan adalah kondisi alamnya yang luar biasa. Meskipun dikenal sebagai hutan dan perminyakan, berbagai jenis tanaman seperti alpukat dapat tumbuh subur di sana.
Paket wisata KaGeT juga akan menawarkan berbagai aktivitas lain seperti pemancingan, kolam kecek, dan area camping. Semua yang disediakan ini untuk menjaga minat wisatawan agar betah di Kedewan.
“Konsepnya adalah menciptakan suasana damai dan nyaman, di mana pengunjung dapat merasakan pengalaman berwisata di kampung dengan nuansa kota,” jelas Yoyok.(*/Red)










































