Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

Kenalkan Budaya Sejak Dini, Sanggar SMART Datangkan Dua Dalang

IMG 20210905 WA0037

Bojonegoro.com – Guna melestarikan seni budaya dan tradisi lokal yang ditengarai kian berkurang diminati, sanggar literasi Bojonegoro SMART melakukan upaya dengan mengenalkan tradisi dan kebudayaan lokal kepada anak sejak usia dini.

Dua dalang yang cukup terkenal di Bojonegoro sengaja didatangkan ke sanggar SNART yang berlokasi di desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Minggu 04/09/2021.

Pemilik Sanggar Literasi Bojonegoro SMART Oktian Ika Ardhiani, mengaku mendatangkan dalang kondang Bojonegoro Ki Hadi Guno carito dan dalang cilik Ananda Rozzak Wiratama. Tujuannya, untuk mengenalkan wayang kulit kepada generasi muda sejak usia dini.

“Kesenian wayang kulit merupakan kebudayaan asli Indonesia. Untuk tetap melestarikan kesenian ini, kita kenalkan kepada generasi muda sedini mungkin,” katanya kepada Bojonegoro.com.

Diharapkan, lanjut Oktian, hadirnya dalang Bojonegoro dan dalang cilik bisa memicu motivasi generasi muda nguri-uri (melestarikan) kesenian wayang kulit, minimal anak anak mengenal bahasa ada kesenian wayang kulit di Bojonegoro, khususnya pada anak-anak yang belajar di Sanggar Literasi Bojonegoro SMART.

“Dari sini, kedepannya kita harapkan lahir dalang-dalang muda yang berbakat meneruskan tradisi wayang kulit di Indonesia,” tandas perempuan yang juga menjabat Kepala SDN Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

IMG 20210905 WA0036

Ki Hadi dan Ananda Wiratama saat memberikan pengenalan wayang di sanggar SMART

Di tempat yang sama, Ki Hadi menilai, gempuran kebudayaan yang datang dari luar negeri saat ini, sangat mengkhawatirkan bagi eksistensi kebudayaan lokal. Tanpa ada regenerasi, tidak menutup kemungkinan kebudayaan lokal berpotensi akan tergeser dan dilupakan oleh generasi berikutnya.

Sehingga adanya ruang edukasi semacam ini, memiliki tujuan supaya kebudayaan adiluhung jawa, jangan sampai tergeser, atau punah digerus kebudayaan asing, terang Ki Hadi.

“Kalau semua elemen seniman dan pemerintah daerah tidak melakukan upaya untuk melestarikan seni budaya, kedepan wayang kulit ini bisa jadi akan menjadi kenangan,terkhusus di Bojonegoro, karena dibanyak kota seperti Solo, Jogja, Nganjuk, Ponorogo, dan beberapa kota kabupaten lainnya masih terjaga dengan baik,  tetapi kalau ada regenerasi, wayang kulit akan tetap lestari,” ujarnya.

Iklan. Scroll untuk lanjutkan membaca.
artikelsubmit
Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

X