17 September 2026

Keranjang Telur dari Anyaman Bambu Pengrajin Desa Gapluk – Purwosari Diminati Pembeli Luar Desa

0
Keranjang dari anyaman bambu kreasi ibu-ibu desa Gapluk Purwosari

Bojonegoro.com – Eksistensi sebagai desa perajin anyaman bambu masih terjaga dengan baik di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, di desa ini ibu-ibu masih menjaga kreatifitas dengan  mengkreasikan bahan bambu diubah menjadi kerajinan anyaman, keranjang mini untuk tempat telur program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) misalnya.

Menangkap peluang dari program Gayatri, pengrajin membuat  keranjang telur dari anyaman bambu berukuran kecil namun multifungsi dalam penggunaan. Bentuknya yang mungil namun memiliki estetika yang apik menarik minat pembeli dari luar untuk membelinya, keranjang buatan ibu ibu desa Gapluk bisa  untuk menyimpan 10 hingga 13 telur.

Ketua TP PKK Kecamatan Purwosari, Sri Wilujeng, menyampaikan potensi dan keahlian perajin lokal di Desa Gapluk sangat baik dalam membaca peluang pasar. Meski demikian, potensi ini masih menghadapi kendala. Keterbatasan tenaga produksi untuk memenuhi permintaan pasar hingga bahan baku yang masih sulit.

“Inovasi produk seperti keranjang mini ini sangat potensial. Terinspirasi dari e-commerce,” ujarnya.

Selain itu juga ada kreasi anyaman bambu lainnya seperti besek, keranjang nyadran, rinjing dan lainnya. Pengerjaan satu kerajinan anyaman bambu ini bisa jadi dalam sehari. Dibuat sesuai pesanan seperti hajatan, bingkisan parcel, atau untuk souvenir acara. Harga mulai Rp15 ribu.

Perhatian terhadap potensi kerajinan rotan Desa Gapluk juga datang langsung dari jajaran penggerak PKK tingkat kabupaten. Pada Agustus lalu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, sempat turun langsung dan berbincang hangat dengan salah satu perajin rotan di Desa Gapluk.

Dalam kesempatan tersebut, Cantika memberikan apresiasi serta dorongan agar kapasitas produksi dan kualitas kerajinan warga terus ditingkatkan. Baik dalam segi pembinaan keterampilan, penambahan sumber daya manusia, hingga perluasan akses pemasaran produk UMKM lokal.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X