Connect with us

Hi, what are you looking for?

IMG 20241127 WA0019
IMG 20241127 WA0019

UKM/UMKM

Klaster Budidaya Ale Berkembang Berkat KUR BRI Bojonegoro

Bojonegoro.com – Ale merupakan jenis sayuran yang dibiakkan dari biji pohon klampis (Acacia Tomentosa), sejenis pohon dari suku Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini banyak dijumpai sebagai penghuni sabana, hutan jati dan hutan musim di daerah kering dan agak kering.

Secara fisik sayuran Ale menyerupai kecambah atau tauge. Bedanya dengan tauge yang sehari-hari kita jumpai dalam sajian kuliner ketoprak, ale memiliki kepala yang lebih besar berwarna kuning serta berbadan panjang.

Klaster petani Ale bisa kita temukan di Kabupaten Bojonegoro wilayah bantaran Bengawan Solo atau salah satunya di Desa Bogo, Kecamatan Kapas. Bahkan hampir keseluruhan warganya aktif sebagai petani Ale.

Di tangan Utomo, budidaya Ale yang telah ia jalani secara turun-temurun kini telah sukses dan mampu meraup omzet bersih hingga 30 juta rupiah. Dengan mengandalkan lahan pekarangan belakang rumah seluas 20 x 20 meter dan ilmu serta pengalaman budidaya Ale.

“Budidaya Ale ini turun-temurun, mayoritas warga sekitar memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Dan di Desa Bogo ini merupakan sentra ale di Bojonegoro, total aktif 17 petani Ale,” ungkap Utomo.

Rupanya perawatan Ale juga sangat mudah. Untuk Ale sejenis Lamtoro dibutuhkan masa tanam 4 hari, Ale sejenis Klampis 6 hari. Serta membutuhkan penyiraman air sebanyak 3-4 kali dalam satu minggu.

“Ale Klampis paling lama 6 hari, ale klampis agak besar biasanya untuk memasak sayur. Kalau Ale Lamtoro kecil-kecil untuk sajian pecel atau sambal mentah,” jelas pria asal Bogo ini.

Untuk proses persemaian benih Ale tidaklah sulit, dan tentu melewati beberapa tahapan. Diantaranya, kulit ale yang telah dikupas direndam air selama kurang lebih 5 jam hingga mengembang, kedua biji yang tidak layak dibuang untuk dipilah.

Baca Juga :  Tingkatkan Kapasitas Manajemen UMKM, EMCL dan PIB Bojonegoro Gelar Pelatihan

Kemudian untuk biji yang memiliki kualitas baik, direndam lagi selama 15 jam. Dan di tahapan terakhir biji terbaik baru bisa ditanam di tanah persemaian, Ale yang telah ia panen kemudian tak serta merta hanya dibiarkan saja. Namun masih akan ia kelola dengan baik hingga menghasilkan rupiah, yakni distribusikan di Pasar Kota Bojonegoro, Sumberejo, Dander, Temayang, Prambon, Kalitidu. Hingga Pasar Soko-Tuban dan Pasar Bangilan-Tuban.

Ketersediaan bibit Ale, hanya ada di bulan tertentu. Misal Agustus dan November. Jika tidak musim ale, maka tidak ada bibit Ale. Sehingga, setiap membeli bibit Ale, para petani ini menghabiskan mulai dari 5 hingga 10 ton. Selain itu, harga bibit Ale juga mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Bibit Ale paling bagus dari NTT, kemudian Bondowoso. Dan itu hanya di bulan tertentu saja, kadang habis sampai 10 ton tiap musim tersebut,” tambahnya.

Karena bibit Ale hanya ada di musim tertentu, ia pun tak kehabisan akal. Sebagai seorang petani Ale, ia terus berinovasi. Yaitu selain menjual Ale juga bisa menerima pesanan berupa pembenihan bibit. Hingga suatu ketika, bibit Ale tersebut laku keras di pasaran wilayah Jawa Tengah dan tetangga sekitar.

“Sekarang juga menerima pembenihan bibit Ale, tak sungkan juga mengajari pemula cara budidaya ale. Tetangga juga banyak yang bergabung, masalah saingan pasaran itu sudah rezeki masing-masing,” bebernya.

Terus merambah budidaya Ale, pria asal Bogo tersebut juga bergabung dengan CSR BRI Unit Kapas di kluster petani Ale. Termasuk pengambilan kredit usaha ringan (KUR) bagi pelaku usaha.

“Dengan harapan usaha turun-temurun di bidang pertanian yang sudah ia lakoni ini bisa berkembang semakin pesat. Ale tidak hanya dikenal di Bojonegoro dan Tuban, tetapi juga daerah lainnya,” tutupnya.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Pendidikan

Bojonegoro.com – MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro melakukan terobosan yang sangat membanggakan dengan mengirimkan sembilan anak didiknya belajar ke luar negeri melalui kegiatan SmartBot...

Peristiwa

Bojonegoro.com – Di penghujung bulan kemerdekaan satu Rumah toko (Ruko) milik Siti Ulfiah (49) di jl Raya Pasar Kedungadem kecamatan Kedungkandang kabupaten Bojonegoro mengalami...

Kabar

Bojonegoro.com– Para pencari kerja memadati Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (29/8/2026) dalam gelaran Bejo Career Day 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pencari...

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Warga Desa Purwosari Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro merayakan HUT  ke-81 Kemerdekaan Indonesia dengan berbagai pertunjukan seni tradisi dengan mengangkat budaya lokal melalui...

X