Connect with us

Hi, what are you looking for?

2SP5AIl8OuJbY7k0
2SP5AIl8OuJbY7k0

UKM/UMKM

Manfaatkan Bahan Sisa Pangan, Sherly Rahayu Berhasil Olah Bekatul Menjadi Crepe Roll Cake yang Gurih Alami

Bojonegoro.com – Inovasi olahan sisa pangan kembali lahir dari generasi muda Kabupaten Bojonegoro. Sherly Rahayu Retnoningtyas, mahasiswi asal Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, mengkreasikan Bekatul Crepe Roll Cake. Inovasinya ini pun meraih juara 2 Lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro melalui karyanya bertajuk

Sherly yang saat ini menempuh pendidikan Program Studi S1 Gizi di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro dikenal aktif dalam kegiatan akademik, organisasi, serta berbagai kompetisi inovasi pangan. Di tengah kesibukannya mengikuti perkuliahan dan pekerjaan sampingan, ia terus mengembangkan ide kreatif yang berorientasi pada pemanfaatan pangan lokal dan pengurangan limbah pangan.

Inovasi Bekatul Crepe Roll Cake berangkat dari kepedulian terhadap pemanfaatan bekatul, hasil samping penggilingan padi yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai pakan ternak. Padahal, berdasarkan kajian gizi, bekatul memiliki kandungan protein, serat, dan antioksidan yang cukup tinggi serta berpotensi diolah menjadi pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat.

Dalam proses pengolahannya, bekatul terlebih dahulu melalui tahap sterilisasi dengan cara dikukus pada suhu 100 derajat Celsius selama 30 menit untuk memastikan keamanannya. Selanjutnya, bekatul disangrai pada suhu 70 hingga 90 derajat Celsius guna mengurangi kadar air sebelum dihaluskan menjadi tepung. Tepung bekatul kemudian dicampurkan dengan susu, telur, dan mentega untuk menghasilkan adonan crepe yang tipis, lentur, dan memiliki cita rasa gurih alami.

Crepe yang telah matang kemudian digulung bersama whipcream dan potongan stroberi segar sehingga menghasilkan sajian dengan perpaduan rasa manis, gurih, dan segar. Dengan tampilan yang modern dan rasa yang familiar, inovasi ini dinilai mudah diterima konsumen tanpa meninggalkan nilai gizi dari bahan dasar bekatul.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga di Ledok Tekuni Bisnis Craft dari Rumah, Transaksi Usaha Makin Praktis Pakai BRImo

Meski demikian, Sherly mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan inovasi ini, terutama dalam mengubah persepsi masyarakat bahwa bekatul hanya layak digunakan sebagai pakan ternak. Selain itu, proses sterilisasi yang tepat serta teknik penyajian agar kualitas produk tetap terjaga juga menjadi perhatian tersendiri.

Melalui capaian tersebut, Sherly berharap Bekatul Crepe Roll Cake dapat menjadi contoh bahwa sisa pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai gizi sekaligus bernilai ekonomi.

Ke depan, ia berencana mengembangkan variasi rasa, meningkatkan kualitas tampilan dan tekstur, serta menjajaki peluang produksi skala kecil sebagai camilan sehat berbasis pangan lokal.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam mendorong inovasi pangan berkelanjutan serta peran aktif generasi muda dalam mengangkat potensi lokal daerah. [*]

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Perancangan busana kebanggaan Bojonegoro, Sri Artiningsih, S.Pd, atau lebih dikenal dengan bunda Arva diundang Mitra Desa Nusantara (MDN) sebagai narasumber dalam seminar nasional...

Pendidikan

Bojonegoro.com – MI ICP Nurul Ulum Bojonegoro melakukan terobosan yang sangat membanggakan dengan mengirimkan sembilan anak didiknya belajar ke luar negeri melalui kegiatan SmartBot...

Pendidikan

Bojonegoro.com – Tiga siswa Bojonegoro menerima penghargaan atas prestasinya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tingkat nasional dan Provinsi Jawa Timur....

Digital

Bojonegoro.com – Kehadiran Agen BRILink di wilayah pelosok Kabupaten Bojonegoro membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini harus menempuh jarak...

X