Connect with us

Hi, what are you looking for?

UKM

Meirina Geluti Sospeso, Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah.

1622670566774

Bojonegoro.com – Sospeso dan decoupage, kerajinan tangan dengan cara mengunting dan menempel kertas dan kain motif sedang menjadi tren. Kerajinan tangan ini mempunyai nilai ekonomi tinggi. Salah satu perajin sospeso adalah Meirina Suminar warga Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro.

Mei, sapaan akrabnya menuturkan, kerajinan tangan ini digelutinya sejak tiga tahun lalu. Ditemui di workshop QQ Collection di Jalan Serma Abdullah No 154 Bojonegoro, Mei mengatakan produk yang dihasilkan beragam mulai dari dompet, tas, home decor seperti botol serta telenan.

Bersama salah satu karyawannya, Mei memberikan tutorial singkat bagaimana cara membuat sospeso. Jemarinya lihai menggunting motif kain batik, lalu menempelkan pada media termal film atau sejenis mika, dan melayukannya pada api lilin.

“Langkah selanjutnya inilah penentu kalau mau buat sospeso. Kalau sospeso seni menggunting dan menempel supaya nampak 3 dimensi. Teknik turunan dari decoupage. Nah, supaya jadi 3D kita pakai burin. Alat khusus untuk menekan bagian tertentu agar ada lekuknya. Kayak nguleg gitu,” jelas Mei.

Khusus untuk burin, kata dia, menggunakan jasa lokal, tepatnya di Trucuk. Sekali pesan, bisa sampai 50 burin karena pada dasarnya perempuan berkerudung ini juga memberikan pelatihan pada ibu-ibu di berbagai desa.

“Kalau pesan di perajin di Trucuk dapat setengah harga. Sementara kalau beli di luar harganya dua kali lipat.”

Saat ini, Mei sudah mengkreasikan 10 item kerajinan. Harganya bermacam-macam. Untuk decoupage mulai dari Rp 50 ribu, sementara sospeso mulai dari Rp 150 ribu. Selain dibuat menjadi dompet atau tas, sospeso maupun decoupage bisa diaplikasikan ke dalam home decor atau aksesoris. Seperti pin dari sospeso berukuran kecil, Mei mematok harga Rp 14 ribu, sementara pin berukuran besar sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu.

Baca Juga :  Kak Rose, Pelaku Usaha Rajut dan Seni Tenun Tapestri Bojonegoro

Untuk pemasaran, Mei lebih mengandalkan media sosial. Mulai dari Instagram, Facebook, maupun TikTok. Khusus TikTok, biasanya Mei menyajikan konten-konten singkat bagaimana pembuata sospeso dan decoupage. Katanya, letak workshop yang berada di gang sempit itulah membuat Mei menggunakan media sosial untuk penjualan.

“Kalau pemasaran sampai ke Jawa, Sumatera, Lampung dan Bekasi. Kalau di luar Indonesia sampai ke Israel. Untuk omzet, alhamdulillah sekarang sudah mulai normal. Sekitar Rp 5 juta per bulan,” tutur Mei sambil memperlihatkan produk-produk kerajinan yang dipajang dengan apik.(FIF/NN)

Iklan. Scroll untuk lanjutkan membaca.
artikelsubmit

WA : 08125926468
Fb : @Meirina Suminar
Ig : @qq_collection_craft_souvenir
Email : [email protected]

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Copyright © 2020 Tim Digital Bojonegoro.com - Redaksi - Kontak

X