Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik dan Pemerintahan

“Membangun Sejak Dalam Pikiran”, Buku Karya Anna Muawanah di Akhir Masa Jabatannya

IMG 20230924 WA0010

Bojonegoro.com – Lima tahun dalam  pengabdiannya, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mempersembahkan sebuah buku berjudul “Membangun Sejak dalam Pikiran”, Pembangunan dari Titik Paling Pinggir Menuju Masyarakat Modern. Buku bersampul putih eksklusif dengan gambar Bupati Anna menaiki motor trail ber-plat S1AB. Acara Resensi Buku dilaksanakan di Pendopo Malowopati, Sabtu (23/9/2023) malam berlangsung penuh keakraban dan penuh nuansa inspirasi.

Ibu Anna Muawanah menjadi Bupati Perempuan Pertama di Kabupaten Bojonegoro. Bu Anna menuliskan gagasan-gagasannya tentang pembangunan progresif. Buku ini berisi segudang pengalaman Anna Mu’awanah dalam menjalankan tugas sebagai Bupati. Jam terbang sebagai legislator yang menangani berbagai bidang membuatnya sangat menguasai medan ketika mendapatkan amanat masyarakat Bojonegoro untuk memimpin.

Dan gagasan-gagasan kepemimpinannya dia bagikan melalui buku ini-sebagai materi berbagi dan berdiskusi, demi kemajuan pembangunan seluruh daerah di Indonesia. Buku ini sangat cocok untuk dibaca siapa pun yang mencita-citakan perubahan secara progresif.

Ketua Dewan TIK Bojonegoro, Budi Irhadtanto saat meresensi buku ini menggali pesan dengan dimulai dari judul buku. ‘Membangun Sejak Dalam Pikiran’ artinya sudah dari awal diniatkan untuk membangun. Sementara, kendaraan motor trail pada sampulnya menggambarkan kendaraan yang bisa menjangkau semua titik paling ujung. Berbeda esensinya jika menggunakan mobil yang identik dengan wilayah perkotaan.

“Buku setebal 350 halaman ditulis Bupati Anna dan launching di akhir masa jabatan. Ini pertama kali pimpinan menuangkan gagasan melalui buku yang berisikan permasalahan di Bojonegoro, problem solving, skala prioritas dan bagaimana pemahanan pemimpin dalam memimpin dan menangani Bojonegoro. Buku ini akan memberikan wawasan luar biasa,” jelas pria yang akrab disapa Totok ini.

Pada Bab 1, lanjut dia, berisi tentang infrastruktur. Dengan sub judul Membangun Infrastruktur Membangun Harapan. Dalam membangun jangan sampai ada harapan yang mati. Utamanya infrastruktur ialah membangkitkan harapan. Terlihat dr akses jalan, jembatan, drainase, hingga trotoar.

Baca Juga :  Kapolres Bojonegoro Ingatkan Anggotanya Bersikap Netral di Pilkada 2024

“Kelebihan buku ini, pimpinan biasanya tidak berani mengambil risiko. Contohnya soal drainase. Selain itu, infrastruktur lintas sektoral seperti jembatan juga perlu kerjasama kabupaten tetangga dan pemerintah pusat. Semuanya untuk masyarakat Bojonegoro,” tuturnya.

Pada Bab 2 dengan sub judul Membuka Kesempatan Ekonomi. Terlihat skala prioritas kedua yaitu ekonomi. Ada kecermatan penulis menentukan skala prioritas. Ekonomi ini juga berkaitan dengan adanya infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang memadai, ekonomi tidak bisa berjalan lancar.

Sementara pada Bab 3 dengan sub judul Peningkatan IPM dengan Berbagai Terobosan. Sistem bagus, SDM bagus, maka keduanya bisa berjalan dengan lancar. SDM unggul inipun tak lepas dari pendidikan.

“Bagusnya, buku ini memotret semua permasalahan,” imbuhnya.

Pada Bab 4 dengan sub judul Masyarakat Sehat Negara Kuat. Peningkatan akses kesehatan, ketersediaan rumah sakit serta perihal kesehatan lainnya tertulis dengan jelas. Namun, lanjut Totok, sapaan akrabnya, ada satu yang luar biasa. Masyarakat Bojonegoro hampir 100 persen terkaver BPJS.

Sedengkan pada Bab 5 dengan sub judul membangun manusia. Pada bab ini pembaca diajak berpikir. Bojonegoro diarahkan menuju masyarakat yang modern. Salah satunya pembentukan smart city, dan salah satu komponen terlibat yaitu SPBE.

Masyarakat Bojonegoro bisa memahami permasalahan dan langkah yang dilakukan oleh pemerintah. Bagaimana suatu gagasan dipikiran penulis bisa terlaksana. Setelah terlaksana didokumentasikan lewat tulisan. Dari tulisan tersebut bagaimana bisa dibaca oleh orang lain.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro Badrut Tamam berkesempatan menyampaikan tanggapan mengenai buku. Bupati telah mengaktualisasikan pikiran-pikirannya.

“Siapapun di dalamnya tergambar setiap pemimpin harus punya komitmen kuat, Ibu bupati mewujudkan pikiran dan semuanya ada di buku,” jelasmya.

“Membangun Sejak dalam Pikiran” ini sangat menarik, karena tidak semua pemimpin mampu dan berani membuat sebuah buku di penghujung kepemimpinannya. Bupati Anna mampu mengaktualisasikan pemikiran, sementara kekurangan jadi evaluasi. Sebuah sifat kepemimpinan yang cerdas dan terbuka.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gelar Upacara Harkitnas, Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Menuju Indonesia Emas

“Buku Ini menggambarkan sebuah keterbukaan, sebuah sifat kepemimpinan yang transparan dari Anna Muawanah .Beliau adalah pemimpin yang tidak alergi terhadap kritik,” pungkasnya. [*/Red]

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – SOLO- Ibu Pj. TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanto Adriyanto turut menghadiri acara puncak Tasyakuran HUT Dekranasda Ke-44 dan...

Kabar

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara masif menyebarluaskan informasi terkait pangkalan LPG 3 kg bersubsidi. Langkah ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui lokasi pangkalan yang...

Kabar

Bojonegoro.com  – Guna mendukung kelancaran dan keberhasilan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali, Satlantas Polres Bojonegoro mengirim 8 personel sebagai...

Kesehatan

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Bojonegoro mengadakan Lomba Cipta Menu Tahun 2024 denga...

X