Bojonegoro.com – Sempat menolak undangan dari panitia, dan meragukan proses tahapan ujian tulis Pilkades Desa Sukorejo, Syahli, SH salah satu peserta yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Antar Waktu Desa Sukorejo justru menjadi terbaik ke tiga dengan mengumpulkan total nilai 82,5 dalam penilaian ujian tulis dan Portofolio.
Dikabarkan sebelumnya, Syahli warga Desa Bakalan RT.07 RW.002, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro yang berminat mengikuti konstelasi politik dalam pemilihan Pilkades Antar Waktu Desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro ini menolak undangan yang diberikan oleh panitia pemilihan usai pembekalan bakal calon kepala desa antar waktu.
Dalam pernyataannya laki-laki yang memang terkenal suka berbicara blak-blakan ini dengan terang-terangan menyatakan keraguannya dihadapan panitia dan bakal calon dengan menduga proses pembuatan soal ujian tidak berjalan dengan adil dan rawan ada kecurangan. Menurutnya waktu yang terlalu lama dalam proses pembuatan soal oleh pihak ke tiga menjadi alasan Syahli tidak sepenuhnya mempercayai panitia pemilihan.
Namun demikian, meski telah menolak undangan untuk mengikuti ujian tulis dan meragukan proses pembuatan soal dalam ujian tulis, Syahli tetap datang dan berniat mengikuti ujian tulis dan Portofolio, hal inilah yang menyebabkan sempat terjadi kericuhan dan perdebatan antara syahli dan panitia pemilihan Pilkades Antar Waktu Desa Sukorejo, Syahli ngotot pengen ikut ujian dan panitia menolaknya karena sebelumnya.
Beruntung hal tersebut tidak berlangsung lama, sebelum bertambah keruh, panitia pemilihan akhirnya mengabulkan Syahli untuk mengikuti ujian setelah dilakukan koordinasi dan atas persetujuan semua peserta ujian.
Saat dikonfirmasi awak media Bojonegoro.com dirinya yang ternyata lolos ke tahapan selanjutnya karena menjadi terbaik ke tiga, Syahli hanya mengucap syukur Alhamdulillah, saat ditanya masalah keraguan dirinya akan panitia, Syahli berseloroh “itu hal yang biasa dalam proses demokrasi, saya hanya ingin tahapan pilihan berjalan dengan baik dan adil, semua bisa belajar dari proses ini” ujarnya. Kamis (13/11/25).
Syahli juga menegaskan akan mengikuti proses tahapan selanjutnya setelah ditetapkan menjadi calon kepala desa antar waktu oleh panitia, warga Desa Bakalan Kapas ini berharap tahapan selanjutnya berjalan amanah dengan demikian akan terpilih pemimpin yang amanah juga.
“Saya akan tetap mengikuti tahapan selanjutnya yaitu penetapan calon dan pengundian nomer urut calon, untuk masalah hasil saya hanya bisa mengatakan akan mengikuti proses dengan baik, berusaha menjadi yang terbaik, dan akan menerima apapun hasilnya dengan baik pula, itu saja” tuturnya.
Sementara itu ketua panitia Pilkades Antar Waktu Desa Sukorejo Teguh Supriyadi menyampaikan bahwa semua yang terjadi, ada perbedaan, ada debat, diskusi dan menduga-duga meskipun belum tentu benar adanya adalah bunga bunga demokrasi.
“Tidak menjadi masalah bagi kami panitia menghadapi hal-hal yang menyebabkan terjadinya perdebatan seperti itu, semua sudah terselesaikan dan ujian berjalan dengan baik, hasil diumumkan dengan adil tanpa terkendali apapun, saya berharap proses selanjutnya semua pihak bisa menahan diri dan bersikap dewasa dalam mengikuti proses demokrasi ini” pungkasnya.










































