Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Menjelang Peringatan HUT RI, Pedagang Atribut Perayaan Kemerdekaan Mulai Gelar Dagangannya.

Menjelang Peringatan HUT RI, Pedagang Atribut Perayaan Kemerdekaan Mulai Gelar Dagangannya.

Bojonegoro – Selasa,03/08/20, 17 Agustus diperingati sebagai hari Kemerdekan Republik Indonesia, tahun ini Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-75. Semua ruas jalan, baik jalan kota maupun jalan-jalan,di kampung nampak meriah dengan hiasan pernah pernik atribut yg didonminasi warna merah dan putih.

menjelang peringatan hut ri pedagang atribut perayaan kemerdekaan mulai gelar dagangannya

Salah satu gang dikota yang berhias untuk memperingati HUT RI ke-75

Kebutuhan atribut perayaaan kemerdekaan itu artinya rejeki bagi penjual atribut baik yang berjualan di toko maupun pedagang kaki 5 yang berjualan ditrotor jalan, dimana para pedagang ini menyediakan bendera merah putih ukuran kecil, umbul umbul, rontek dan berbagai jenis atribut kemerdekaan.

Di ruas jalan kota, dan di perempatan jalan lampu merah, banyak kita temui pedagang dadakan yang menjual atribut perayaan kemerdekaan yang menggelar dagangannya. Andreas (35 Thn) salah satunya, pedagang warga kelurahan Ngrowo kecamatan Bojonegoro,kabupaten Bojonegoro ini setiap menjelang Bulan Agustus selalu mencoba mencari tambahan rejeki dengan berjualan atribut di pinggir jalan.

Laki-laki asal Sumba,Nusa Tenggara Timur yang kesehariannya membuka warung makan ini,berjualan atribut perayaan kemerdekaan ini sudah dijalaninya sejak tahun 2010. Di masa pandemi covid-19, meski tidak ada perayaaan yang sifatnya mengumpulkan masa, Andreas tetap berjualan atribut seperti tahun-tahun sebelumnya. “Meskipun perayaan HUT RI kemungkinan besar tidak semeriah seperti Tahun-tahun sebelummya dikarenakan ditengah masa pandemi, tetapi desa atau kelurahan dan semua intansi masih di wajibkan memperingati HUT Kemerdekaan dengan memasang atribut, jadi saya tetap berjualan”, terang Andreas saat ditemui di lapaknya,di trotoar jalan Diponegoro.

Dimasa pandemi ini omsetnya menurun, dibanding tahun kemarin, tapi masih banyak yang membutuhkan umbul umbul dan rontek untuk menghiasi kampungnya,juga bendera kecil untuk di pasang di kendaraan warga.

Baca Juga :  Guyub, Warga Desa Margoagung Shalat Tarawih Bersama Bupati Anna

Meski tidak seramai Tahun lalu, saya masih tetap bersyukur, karena masih bisa jualan dan masih banyak yang membeli dagangan saya, jelas Andreas. Semoga mendekati tanggal 17 Agustus warga yang membeli dagangan saya makin rame, harapnya.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Thengul merupakan kesenian khas yang telah menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro mampu menarik perhatian banyak pihak, inilah yang menjadi dasar Tim Badan Pengembangan...

Kabar

Bojonegoro.com – Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) MARGO SASONO KARYO MULYO Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro mengikuti misi dagang dan investasi bersama...

Kabar

Bojonegoro.com – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesian (PSMTI) kabupaten Bojonegoro kembali melakukan kegiatan sosial dengan membagikan ratusan sembako, kali ini menyasar Bojonegoro bagian barat...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Bupati Anna Mu’awanah menggelar pertemuan dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan sejumlah organisasi mahasiswa Bojonegoro di rumah dinas Jumat, 20/05/2022. Kesempatan tersebut...

X