Motof Unik Batik Ecoprint Ketileng Memiliki Nilai Seni dan Harga Jual Tinggi

Bojonegoro.com – Siapa sangka lembaran daun kering yang sering dianggap kotor dan menggangu kebersihan bisa dimanfaatkan menjadi bahan membuat kain cantik yang memilki motif unik. Motif dan warna alaminya membuat produk yang dihasilkan dari kain tersebut memiliki daya tarik tersendiri.
Batik motif ecoprint kini memang tengah digandrungi masyarakat. Tak hanya dari keunikan, namun batik jenis ini juga termasuk ramah lingkungan, sebab proses pembuatan menggunakan bahan alami yang tidak mencemari lingkungan sekitar.
Seperti yang tengah di tekuni oleh Muhammad Kholiq warga Desa Ketileng RT/RW 001/001 kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Jawa tiimur.
Awal mulanya Kholiq produksi batik motif ecoprint sejak tahun 2018 pasca mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Bojonegoro terlatih pemanfaatan warna alami.
Hingga akhirnya ia bertekad untuk menggeluti produksi batik ecoprint dan mulai bergabung dengan komunitas UKM untuk memperlebar sayap produksi.
“Kalau motif batik ecoprint ciri khasnya warnanya lebih kalem. Selain itu, produknya apabila digunakan di kulit lebih aman karena dari bahan alami,” tegas
Lanjut, untuk pewarnaan maupun motif batik sendiri. Ia memilih memanfaatkan pewarnaan dari bahan alami seperti kulit kayu, dedaunan, akar hingga batang kayu.
“Teknik yang saya gunakan iron blanket (steam), pounding (pukul), jumputan dan shibori. Dengan motif bunga daun jati, gemerlap bintang dan masih mengembangkan motif unik lainnya,” terangnya.
Disinggung terkait kendala memproduksi batik ecoprint, Kholiq mengaku kesulitannya saat mencari bahan pewarna dan dedaunan yang harus berpetualang ke kampung bahkan tak jarang keluar masuk hutan sekitar Malo.
” Karena batik ini ciri khasnya semua produksi secara manual,” ungkapnya.
Terkait omzet sendiri, selama pandemi Covid-19 masih belum berjalan dengan lancar. “Namun beberapa produk yang dipasarkan di outlet masih terbantu dari penjualan onljne seperti Toga Mas dan sibaba Store,” imbuh dia.
Ia berharap, sebagai pelaku UMK di bidang produk batik saat pandemi ini masih terus bisa berkembang dan semakin dikenal masyarakat, Selaku pelaku UKM saya berharap ada uluran tangan dan sentuhan dari pemkab Bojonegoro untuk lebih memperhatikan kelangsungan usaha terutama terkait dengan pemasaran, tutup Kholiq.

tulisane kok MOTOF
KOREKSI GAN, MUNGKIN MOTIF BUKAN MOTOF
Oke.. typo.. terima kasih koreksinya..