Connect with us

Hi, what are you looking for?

Seni dan Budaya

“Ngangsu Kawruh” Festival Samin ke-6 2022 Usung Tema “Samin Dalam Kacamata Dunia”

IMG 20220825 WA0006

Bojonegoro.com –  Seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali digelar Festival Samin ke-6 tahun 2022, festival kali ini mengusung tema ” Samin Dalam Kacamata Dunia” kegiatan dilangsungkan di dusun Jipang, Desa Margomulyo kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro, Rabu, 24/8/2022.

Tahun ini festival dikemas dalam sebuah talk show atau seminar dengan tajuk “Ngangsu Kawruh” dimana kegiatan ini mengajak peserta untuk lebih mengenal perilaku dan mengupas tuntas ajaran masyarakat Samin.

Dipandu oleh Adi Sutarto Peneliti Kearifan Lokal Untuk Pendidikan Berkelanjutan dari Lab Seni Senthong Sekarjati SMPN 1 Margomulyo selaku Moderator, Dengan Pemateri Dr. Ari Ambarwati, SS., M.Pd Dosen FKIP Universitas Islam Malang – Narasi Tokoh Samin Surosentiko untuk Materi Bacaan Sastra dan Dr. Sri Wahyuni, M.Pd – Ajaran Baik Samin Untuk Generasi Ke 2.

Kegiatan Ngangsu Kwaruh ini diikuti oleh banyak Pemerhati budaya dari berbagai universitas tinggi di Indonesia antara lain :

1. Dr. Yan Yan Sunarya, S.Sn., M.Sn. – Fakultas Seni Rupa & Desain ITB Bandung

2. Prof. Drs. Martinus Marianto, MFA., Ph.D. – Guru Besar Fakultas Seni Rupa ISI Jogja

3. Prof. Dr. Drs. Guntur M. Hum. – Guru Besar Fakultas Seni Rupa ISI Surakarta

4. Sugeng Wardoyo, S.Sn. M.Sn. – Fakultas Seni Rupa ISI Jogja ( Kandidat Doktor )

5. Muhammad Nuril Huda, M.Pd – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya

6. Dr. Sulaman, M.Pd – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Bambang Sutrisno generasi Ke lima Samin Surosentiko selaku Nara sumber menyampaikan kegiatan ini guna membahas atau mengupas tuntas tentang ajaran Budaya Samin agar semua masyarakat mengenal dan memahaminya.

Untuk itu peserta festival Samin Ngangsu Kwaruh diberikan kesempatan untuk bertanya hal hal yang terkait tentang SAMIN, dan Bambang Sutrisno menjawab dengan memaparkan ajaran dan budaya Samin.

Baca Juga :  Prioritaskan Kenyamanan, Regulasi Pawai Budaya Bojonegoro Tidak Memperkenankan Gunakan Pengeras Suara

” Saya berharap dengan kegiatan ini peserta mengerti dan paham tentang ajaran dan budaya Samin” Ungkap Bambang.

Dyah Enggarini Mukti Camat Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan Rasa Syukurnya atas kembali diselenggarakannya festival Samin, Terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan Ngangsu Kawruh ini, semoga dengan kegiatan ini kita semua bisa memberikan dan menyelaraskan Stigma- stigma negatif dari kata Samin atau Nyamin ini, Apresiasi setinggi tingginya saya haturkan kepada Mas Bambang Sutrisno Generasi Ke Lima Samin Surosentiko, atas jasa dan keberadaan beliau telah banyak membantu dan menjadikan nafas bagi Kecamatan Margomulyo.

” Semoga dengan Festival Samin “Ngangsu Kawruh” yang ke 6 dengan Tema “SAMIN DALAM KACA MATA DUNIA” ini kita semua bisa lebih mengerti tentang apa itu Ajaran Budaya Samin, Kegiatan Festival Samin yang Ke 6 ini bertepatan dengan HUT RI Ke – 77 sesuai dengan Tema saya harapkan Samin bisa Mendunia ” Pungkas Enggar.

Sementara itu Sugeng Wardoyo, S.Sn. M.Sn. – Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta menyampaikan suksesnya Festival Budaya ini tidak lepas dari peran para tokoh – tokoh besar dari berbagai Universitas yang ada di Indonesia. Masih banyak yang perlu kita gali bersama tentang ajaran ilmu kebaikan budaya Samin, harapan saya mungkin untuk acara Festival Samin berikutnya akan lebih baik jika mahasiswa – mahasiswa yang berada di kabupaten Bojonegoro ini dapat ikut turut serta dalam nguri – nguri ajaran budaya Samin ini agar ajaran budaya Samin di Bojonegoro ini dapat terus dilestarikan” Pungkasnya.

Hadir pula Kapolsek Margomulyo, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Margomulyo, Perhutani Kecamatan Margomulyo dan Perwakilan SD, SMP dan SLTA se Kecamatan Margomulyo.

Baca Juga :  Red Carpet "CFD" Fashion Show Memperkenalkan Karya Designer Cilik Bojonegoro

Ngangsu adalah bahasa Jawa yang memilki arti mengambil air dari sumbernya, kemudian dibawa pulang untuk ditempatkan di penampung air. Sedangkan Kawruh itu memiliki arti Pengetahuan atau Ilmu.

Jadi makna “Ngangsu Kwaruh adalah mengambil pengetahuan atau ilmu dari sumber aslinya. (*/Red)

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan

Baca Artikel Lainnya

Seni dan Budaya

Bojonegoro.com – Fashion RedCarpet Suport Sistem Management Bojonegoro menggelar Car Free Day Fashion Show di Alun-alun kota Bojonegoro, Minggu, 25/9/2022. Menampilkan 10 model yang...

Ekonomi

Bojonegoro.com – Kopi merupakan salah satu minuman yang paling terkenal di kalangan masyarakat. Kopi digemari karena memiliki citarasa dan aroma yang khas. Kopi adalah...

Pendidikan

Bojonegoro.com – Generasi milenial perlu bekal cerdas dalam bermedia sosial. Memutus rantai informasi yang belum jelas kebenarannya menjadi tugas agen pejuang penangkal hoax. Hal itu...

Kabar

Bojonegoro.com –  Guna lebih mempererat komunikasi dan bersinergi, Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Bojonegoro melaksanakan gathering bersama puluhan awak media, kegiatan berlangsung di Cafe Semilir,...

X