17 September 2026

Ngopi Bareng Bupati, Rencana Revitalisasi Alun-alun Untuk UMKM Naik Kelas

0
whatsapp-image-2025-06-11-at-143802

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar Hujan forum Ngobrol Bareng Pak Bupati (NGOPI). Diskusi bareng Bupati Setyo Wahono kali ini bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga para stakeholder lainnya, dengan mengusung tema diskusi revitalisasi Alun-alun Bojonegoro di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Rabu (11/06/25)

Bupati Setyo Wahono menyampaikan bagaimana Alun-alun Bojonegoro memiliki nilai strategis, maka dirasa perlu penataan fasilitas terpadu lain di sekitarnya seperti pendopo Pemkab, Masjid Agung Darussalam dan Pasar Kota. Alun-alun berfungsi sebagai tempat berinteraksi, orang berkumpul dan berdiskusi, sehingga fasilitas pendukung harus ada.

Mas Wahono, sapaan akrab Bupati, perlu ada tempat parkir di luar Alun-alun, juga lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Agar warga parkir sudah terjaja makanan dan produk lokal sesuai program Pemkab Bojonegoro yang selalu berkomitmen dalam peningkatan UMKM naik kelas.

“Pedagang harus ada, tapi tempatnya harus kita perhatikan betul kita pikirkan tempat yang strategis agar dagangannya tetap laku,” ungkapnya.

Masih menurut Wahono, Alun-alun harus ada penghijauannya, fasilitas publik, dan UMKM. Aset pendopo perlu dipatenkan agar tidak diubah. Hal itu akan menjadi ikon Bojonegoro.

 

“Harapan saya ini tidak diubah, jadi penting untuk menyatukan alun-alun, pendopo masjid dan pasar. OPD-OPD harus saling berkoordinasi untuk mewujudkan semua ini. Juga standarisasi di Bojonegoro harus standar internasional, tidak ada cat biru kuning hijau atau yang lainya yang menyesuaikan warna parpol dari pemimpin pada saat itu. Agar anak cucu kita ada standar agar berpikir lebih maju,” tandasnya.

 

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Bojonegoro Andik Sudjarwo menambahkan penataan parkir bagi pengunjung yang ada di alun-alun, bisa menggunakan lahan Pemkab yang sudah ada. Semisal menggunakan halaman kantor Inspektorat atau BPKAD. Jika memungkinkan kantor Bakesbangpol dipindahkan, agar lahannya bisa dimanfaatkan untuk kantong parkir dan tempat bagi para PKL.

Baca Juga :  "GASPOL" Gerakan ASN Bojonegoro Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Beras Lokal

Sedang di pojok alun-alun, terdapat kantor Perhutani. Pemkab bisa bekerjasama dengan Perhutani untuk memanfaatkan lahan-lahannya untuk parkir. “Pada saat alun-alun ditata dengan bagus kami sepakat untuk tidak menghilangkan PKL, namun disentralkan di tempat parkir, di sana pasti laku asalkan parkir dan PKLnya dijadikan satu,” ungkapnya.

Penataan alun-alun, lanjut Pj Sekda, berarti penataan PKL yang selama ini sudah ada di pinggir jalan. Juga tanaman penghijauan tidak dikurangi, bahkan kalau bisa bertambah untuk mempercantik wajah alun-alun yang sejuk.

“Bangunan-bangunan yang masuk cagar budaya di sekitar Bojonegoro harus dilindungi dan dipertahankan untuk dilestarikan sebagai peninggalan budaya,” pungkasnya.

Diskusi strategis yang dibalut dengan acara NGOPI ini berlangsung cukup gayeng, bermunculan ide-ide segar untuk menata wajah kota Bojonegoro, terutama alun-alun. Posisi strategis alun-alun sebagai pusat kebudayaan di masa lampau perlu untuk dilestarikan dalam era kekinian.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X