Connect with us

Hi, what are you looking for?

UKM/UMKM

Nia Sari, Penyandang Disabilitas Pengrajin Tas Rajut Desa Gamongan

IMG 20221119 WA0071

Bojonegoro.com – Nia Sari (20) warga Desa Gamongan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur adalah wanita disabilitas pengrajin tas dari benang rajut.

Tas rajut karya Nia memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan banyak diminati oleh warga Bojonegoro.

Terlahir dari pasangan Kurlan dan Siti Rukayah Nia Sari telah menyandang tuna wicara sejak dia lahir. Namun dibalik keterbatasannya Nia memiliki kelebihan dan semangat yang luar biasa.

Nia sudah menekuni kerajinan membuat tas rajut sejak tahun 2016 dimana dia  masih duduk di bangku SMP. Karya tas rajut Nia kaya akan motif dan corak, jadi tak heran jika tas rajutnya banyak diminati berbagai kalangan dari orang tua dan anak muda.

Menutut penuturan ibunya (Siti Rukayah) dalam membuat satu karya Nia membutuhkan 3 sampai 4 hari untuk satu tas. Dalam satu bulan rata rata Nia mampu membuat 10 tas dengan berbagai ukuran dan motif tergantung permintaan pemesan. Harga yang dipatok bervariasi mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung motif, ukuran dan tingkat kesulitannya. Sabtu, 19/11/2022.

Untuk pemasaran karyanya Nia hanya mengandalkan media sosial Facebook. Pelanggan tas rajut karya Nia Sari berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro seperti Ngraho, Padangan, Purwosari hingga keluar daerah seperti Kabupaten Blora.

Nia mengaku untuk kendala yang dihadapi saat ini kurang maksimalnya dalam pemasaran, karena hanya melayani permintaan dari pelanggan saja. Kendala lain adalah tidak memiliki karyawan yang membantunya, jadi seringkali kewalahan saat ada pesanan.

Rumah produksi Tas Rajut Nia berada di Desa Gamongan Dusun Gamongan RT 3 RW 4 Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Sementara itu Camat Tambakrejo Zeny Bachtiar mengatakan pihaknya sangat mendukung dan mensuport penuh atas potensi Nia yang membuat tas rajut khas Desa Gamongan. Karya Nia ini bisa menjadi ikon Kecamatan Tambakrejo.

Baca Juga :  Jajane Mba’He Plosolanang Jadi Pilihan Hiasi Meja Saat Hari Raya

“Saya berharap kerajinan tas rajut asli Gamongan ini nantinya bisa lebih dikenal masyarakat secara luas, tidak hanya di Bojonegoro namun mampu menarik masyarakat yang lebih luas lagi baik regional bahkan nasional  tuturnya. (*Bis)

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Opini & Cerita

Bojonegoro.com – Gaza adalah nestapa berkepanjangan bahkan di saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H ini, saat dimana setiap anak akan merasakan kebahagiaan,...

Kabar

Bojonegoro.com  – Guna mempersiapkan mudik lebaran berlangsung aman, Polres Bojonegoro mengambil langkah proaktif dengan memperketat pengamanan dan pelayanan di jalur poros Bojonegoro – Babat....

Kabar

Bojonegoro.com –  Sang surya pun mulai terbenam, dan rembulan datang menjadi pertanda berakhirnya bulan ramadhan 2024. Senandung takbir sayup-sayup terdengar dari segala penjuru, seluruh...

Kabar

Bojonegoro.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro melakukan pemasangan rambu petunjuk arah jalur alternatif bagi para pemudik yang melintasi jalur utama jalan nasional. Pemasangan...

X