Connect with us

Hi, what are you looking for?

Olahraga

OLAH RAGA TANPA KEMANUSIAAN HANYALAH HURA-HURA BELAKA

FB IMG 1680253434000

Bojonegoro.com – 2 hari belakangan ini masyarakat Indonesia sedang ricuh  dengan pro dan kontra penolakan israel menjadi salah satu peserta Piala dunia U-20, dan akhirnya FIFA memutuskan Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

Saya mencoba mencoba memahami ke dua belah pihak baik yang menolak israel maupun yang mendukung Indonesia tetap menjadi tuan rumah piala dunia. Sepakbola dengan pesta pora dan hiruk pikuknya saat ini tidak hanya sebagai olahraga namun mampu berkembang menjadi sebuah industri bahkan mampu menjelma menjadi identitas bangsa.

Para pecinta Bola bersorak gembira saat mendengar Indonesia menjadi peserta piala dunia u-20 dengan menjadi tuan rumah, namun tidak lama mereka kecewa, geram dan marah terhadap keputusan pemimpin daerah yang menolak kehadiran israel dan berimbas gagalnya Timnas Indonesia berlaga di ajang bergengsi piala dunia.

Mari kita coba bahas dan bedah apa itu olahraga, apa itu sportifitas, bagaimana sebuah fair play dijalankan dan dimana posisi kehormatan sebuah Bangsa.

“Membuang ke tong sampah prinsip dan nilai bangsa yang diperjuangkan dengan darah dan air mata lalu menukarnya dengan pesta pora pastilah amat sangat bodoh”.

Mereka yang marah atas gagalnya Timas Indonesia berlaga di piala dunia berkata, “JANGAN CAMPUR ADUK OLAHRAGA DENGAN POLITIK”,  sekilas tuntutan dalam kalimat tersebut benar dan masuk akal, namun kita musti fair dan obyektif juga, pertanyaanya aturan itu untuk siapa?

Mari kita lihat faktanya..

Operasi militer Rusia yang baru 3 bulan di Ukraina menjadi alasan FIFA dan UEFA melarang Rusia merumput di Liga Champions serta ikut di ajang piala dunia 2022 di Qatar.

Sementara Amerika Serikat (USA) tercatat lebih dari 20 tahun tentaranya menduduki Afghanistan, Suriah dan Irak. Namun hingga sampai hari ini kita tetap tidak pernah mendengar FIFA mengeluarkan sanksi untuk Amerika.

Baca Juga :  Ratusan Gibol Bojonegoro Nonton Bareng Timnas U-23 di Pendopo Malowopati 

 

BAGAIMANA DENGAN ISRAEL?

September 2019, otoritas Israel tak mengizinkan sebagian besar pemain tim Khadamat Rafah asal Gaza melawan Balata FC di Tepi Barat, dalam pertandingan final Liga Palestina. Padahal pemenang pertandingan ini akan menjadi wakil Palestina dalam Liga Champions Asia, dan kita sudah bisa menebak tidak ada suara apalagi sanksi dikekuarkan oleh FIFA, dimana keberadaan FIFA??

 

Mau contoh lain?

Desember 2022, Aljazeera melaporkan, tentara israel menembak mati Ahmed Daraghmeh, pesepakbola dari klub Thaqafi Tulkarem yang masih berusia 23 tahun kejadian itu terjadi saat Israel menyerbu Kota Nablus. Perlu kita ketahui bersama Israel juga melarang Palestina memiliki stadion sepak bola, dan melarang Palestina memiliki Liga yang dikhawatirkan menumbuhkan semangat Nasionalisme. Dalam hal ini, Israel jelas bertindak jauh melampaui FIFA.

Hampir seluruh organisasi olahraga internasional selalu menerapkan standar ganda. Komite internasional Olimpiade (IOC) misalnya, sangat diskriminatif dalam melihat kasus Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina.

Saat Venezuela, Korea Utara, Kuba, dan Iran MENOLAK bertanding dengan tim olehraga Israel, seluruh negara hipokrit mengeroyok mereka dan berkata, ‘Kick politics out from football’ tendang keluar politik dari sepak bola.

Terus, apa Venezuela, Korea Utara, Kuba dan Iran merengek kepada organisasi olahraga internasional di cabor yang mereka tolak. TIDAK, negara-negara itu justru bangga karena selalu MERDEKA.

Jika kalian yang ingin bahas olahraga hanya untuk olahraga saya sarankan silahkan pelajari prinsip utama dari olahraga.

Prinsip olahraga adalah FAIR PLAY, yakni sikap mental yang menunjukkan keadilan dan persaudaraan yang bermartabat kesatria pada olahraga. Itu harusnya dimulai dari induk organisasinya, penyelenggaraanya, penitipan pelaksana (Panpel) wasitnya dan semua perangkat sepakbola tanpa terkecuali. Pertanyaan mengapa FIFA diam saja atas brutalnya Israel memberangus sepak bola Palestina? Apakah itu FAIR PLAY?

Baca Juga :  Kalahkan Tri Brata Raflesia FC, Persibo Puncaki Group M

Timnas Israel datang dengan memakai atribut atau identitas mewakili sebuah negara, mereka bukan sekelompok orang yang datang untuk sekedar pelesir menikmati keindahan alam Indonesia. Mereka adalah duta olahraga resmi negaranya yang selama ini kita dengan bangganya menyuarakan untuk menolak penjajahan terhadap Palestina dan prilaku brutalnya atas Palestina.

Kalian tahu tidak, Sejarahnya Stadion Gelora bung Karno itu ada dan berdiri berkat penolakan pendiri negara (Soekarno) atas entitas Israel yang membunuhi ratusan warga desa Palestinaz karena kegigihan Soekarno melawan Israel dan pernyataan dukungannya terhadap Palestina, konon menjadikan Uni Soviet pada saat itu menghadiahi Indonesia dengan dibantu dibangunkan stadion dan Monas.

Lalu, apakah simbol yang memiliki pesan kuat terhadap penolakan imperialis di seluruh dunia itu akan kita relakan ditempati oleh Timnas entitas negara penjajah yang akan mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaanya?

FIFA jelas berpolitik dan lebih berpihak kepada Israel daripada Indonesia yang eksistensi negaranya jelas dan diakui oleh semua negara di dunia.

Saya tegaskan, saya bangga menjadi bagian dari sebuah bangsa yang menolak kedatangan timnas Israel, saya bangga bukan termasuk bagian dari kemunafikan FIFA.

Massayik IR, Jumat, 31 Maret 2023.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melepas peserta studi banding Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Rabu (15/5/2024) di Pendopo Malowopati. Para peserta akan belajar berbagai...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Anugerah Patriot Jawi Wetan II (APJW), Pemkab Bojonegoro menargetkan bisa masuk 5 (lima) besar nominasi desa/kelurahan terbaik se-...

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – SOLO- Ibu Pj. TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanto Adriyanto turut menghadiri acara puncak Tasyakuran HUT Dekranasda Ke-44 dan...

Kabar

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara masif menyebarluaskan informasi terkait pangkalan LPG 3 kg bersubsidi. Langkah ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui lokasi pangkalan yang...

X