Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Pasar Bonsai, Obsesi Pegiat Tingkatkan Kesejahteraan Pembudidaya

IMG 20240421 144516

Bojonegoro.com – Pegiat dan pecinta bonsai di kabupaten Bojonegoro Jawa timur tergolong besar, hal itu bisa diketahui dari setiap ada pemeran bonsai selalu dipadati pengunjung. Potensi yang cukup menjanjikan ini ditangkap baik oleh pegiat bonsai Totok Sudjatmiko untuk membuka pasar Bonsai di kota minyak ini.

Guna meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya tanaman bonsai di Kabupaten Bojonegoro, Pria yang akrab dipanggil Mukidi ini berinisiatif membangun pasar khusus bonsai.

Mukidi adalah pegiat bonsai sekaligus  penggagas pasar bonsai yang lokasinya ada di Gang Sawahan, Kelurahan Sumbang, Kec/kab Bojonegoro.

Sepertinya halnya pasar pada umumnya, di pasar bonsai ini tersedia juga segala macam produk untuk kebutuhan budidaya dan beragam jenis tanaman bonsai tersedia dan siap berpindah kepemilikan jika tercapai kesepakatan harga. Banyak pilihan bagi pengunjung mulai dari bakal bonsai hingga tanaman bonsai yang telah jadi, mulai dari ukuran mini hingga bonsai yang lumayan jumbo tergantung jenis tanamannya.

“Pasar Bonsai ini berdiri atas kesepahaman dan kesamaan profesi dari 8 komunitas pegiat seni bonsai untuk membangun Pasar Bonsai Bojonegoro,” jelas Totok Sudjatmiko. Sabtu (20/04/2024).

Dengan terbangunnya pasar, maka semakin banyak taman bonsai yang tersedia, maka semakin banyak pula pilihan para pengunjung.

” Obsesi kami, Bonsai ini bisa menjadi pilihan untuk tanaman hias di rumah warga, dan potensi di Bojonegoro untuk bahan bonsai ini banyak sekali, khususnya jenis serut dan asem, ujar Mukidi.

Selain itu dangkelan di hutan jati sebagai bahan juga menjadi potensi yang cukup menjanjikan dan masih sangat mungkin untuk dioptimalkan dan diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para peminat seni tanaman asal Negeri Sakura ini.

” Untuk memudahkan pecinta bonsai dalam hobinya kami menyediakan keperluan mulai dari bahan, bibit, sampai dengan bonsai yang sudah jadi,” ungkap pria pemilik ‘Bengkel Bonsai Mukidi’ ini.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Bersama Kemenkeu Perwakilan Jatim Eksplor Potensi Daerah Tingkatkan Perekonomian

Disinggung soal harga, Mukidi menyampaikan harga beragam, berbeda beda tergantung jenis, ukuran, dan nilai seninya. Yang paling mendasar adalah harga juga bisa tergantung dari proses dan tingkat kesulitan membuat serta jenis tanaman itu langka atau tidaknya. Di pasar ini harga mulai dari Rp5.000, Rp10.000, Rp15.000, Rp25.000 hingga puluhan juta tersedia dalam lapak.

Dari delapan komunitas yang beranggota antara 10 sampai 15 orang setiap komunitas baru ada empat lapak. Yakni lapak Bondan, Babon, Bongkotan, dan lapak milik Totok sendiri. Sedang empat lapak lainnya masih dalam proses bergabung.

“Hampir semua tanaman yang dijadikan bonsai ada di sini, mulai dari Serut, Iprik, jenis-jenis beringin, Asem, Loa, Santigi, Hokiantea, Sakura, Sancang dan lain sebagainya,” beber pria yang juga seorang tenaga pendidik itu.

Pada dasarnya merawat tanaman bonsai itu cukup mudah dan sederhana. Namun begitu, pihaknya siap melayani konsultasi pemeliharaan pasca pembelian. Layaknya dealer kendaraan yang memberikan layanan servis setelah pemasaran.

“Menjadi komitmen seluruh anggota komunitas akan mengedepankan pelayanan dengan memberikan edukasi tentang bonsai, kapanpun pengunjung datang kami selalu ada dan siap di pasar ini,” tegasnya.

Sri Apti Handayani, Salah satu pembeli bonsai asal Kecamatan Balen mengaku sejak lama suka dengan bonsai. Keberadaan pasar bonsai ini sangat membantu para pecinta bonsai memiliki banyak alternatif tanaman untuk dijadikan hiasan dirumahnya.

“Saya tentu senang dengan adanya pasar ini, masalah harga juga masih sangat terjangkau,” ucapnya sambil memilih-milih bonsai jenis serut.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melepas peserta studi banding Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Rabu (15/5/2024) di Pendopo Malowopati. Para peserta akan belajar berbagai...

Politik dan Pemerintahan

Bojonegoro.com – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Anugerah Patriot Jawi Wetan II (APJW), Pemkab Bojonegoro menargetkan bisa masuk 5 (lima) besar nominasi desa/kelurahan terbaik se-...

UKM/UMKM

Bojonegoro.com – SOLO- Ibu Pj. TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanto Adriyanto turut menghadiri acara puncak Tasyakuran HUT Dekranasda Ke-44 dan...

Kabar

Bojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara masif menyebarluaskan informasi terkait pangkalan LPG 3 kg bersubsidi. Langkah ini untuk memudahkan masyarakat mengetahui lokasi pangkalan yang...

X