Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kabar

Pasar dan Lahan Pertanian di Desa Sukorejo Tergenang Air, Petani dan Pedagang Terancam Merugi

IMG 20240207 133803

Bojonegoro.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Bojonegoro dua hari terakhir menyebabkan genangan air di beberapa daerah di kecamatan kota, desa Sukorejo menjadi salah satu daerah yang terdampak. Beberapa titik seperti di RT 29 di pemukiman area TPK rumah warga terbenam hingga ukuran dada orang dewasa.

Begitu juga dengan pasar Sukorejo di jln Arif Rahman Hakim 2 hari ini tergenang air dan menyebabkan aktifitas perdagangan terganggu.

Kepala desa Sukorejo, Budi Suprayitno menyampaikan bencana banjir jika hujan lebat selalu menjadi langganan untuk desa Sukorejo, adapun langkah yang telah dilakukan oleh pemdes Sukorejo agar kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan adalah dengan memindahkan aktifitas pedagang dialihkan ke pertigaan kampung baru.

” Ini bencana banjir tahunan, Sukorejo menjadi langganan banjir setiap hujan dengan intensitas tinggi, Karena sungai avoor lebih tinggi elevasinya maka air tidak bisa dialirkan ke sungai, sungai avoor sendiri masih penuh dengan air, jadi ya harus nunggu air surut” jelas Budi Suprayitno. Rabu (07/02/24)

Untuk banjir yang menggenang di area TPK, Pemerintah desa Sukorejo bersama BPBD Bojonegoro langsung bergerak cepat memberikan penanganan dan bantuan untuk warga RT 29 yang rumahnya tergenang air, warga khususnya para manula langsung dievakuasi ke Gedung Sukorejo Sport Center (SSC) dan membuka dapur umum untuk keperluan makan warga terdampak.

” Warga yang terdampak kita evakuasi ke gedung SSC, dan tim kesehatan dari puskesmas kota turun untuk membantu pengobatan dan memastikan kondisi warga sehat” tutur kades Sukorejo.

Pria yang akrab dipanggil Kaji yek ini juga menginformasikan lahan persawahan di selatan kantor Desa juga terdampak, benih padi yang baru berusia 20 hari  terancam gagal panen jika air masih menggenangi tanaman lebih dari 4 hari.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro dan KPK Gelar Talkshow Radio Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang 

“Semoga air segera surut, dan tanaman bisa panen sesuai harapan petani, jika memang harus gagal, kami berharap ada penanganan dari Pemkab Bojonegoro dengan pendekatan program asuransi petani” pungkasnya.

IMG 20240207 WA0021

Lahan pertanian yang tergenang air

Sementara itu Ketua Kelompok Tani (Poktan) desa Sukorejo M Sufyan menginformasikan lahan pertanian yang terdampak banjir sekira 83 ha, lahan desa (bengkok) tersebut milik pemdes Sukorejo 25 ha, Kelurahan Kadipaten 25 ha, kelurahan Kepatihan 24 ha dan Kelurahan Mojokampung 4 ha.

” Jika air masih menggenangi tanaman lebih dari 4 hari maka kemungkinan besar kami akan gagal tanam, itu artinya kami merugi karena harus memulai dari awal, untuk padi dengan umur 20 hari itu petani  sudah melakukan 2 kali pemupukan tanaman” tutur Sofyan.

Bagikan :
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya

Kabar

Bojonegoro.com – Para kader penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro mendapat pelatihan pengolahan pangan alternatif berbahan dasar tepung mocaf atau tepung dari...

Kabar

Bojonegoro.com  – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 78 Tahun 2024, Polres Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitaran...

Kabar

Bojonegoro.com  – Polres Bojonegoro melalui Sat Samapta menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada anak yatim piatu dan warga yang membutuhkan dalam rangka menjelang Hari Bhayangkara...

Kabar

Bojonegoro.com  – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 78 Tahun 2024, Polres Bojonegoro kembali salurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada warga...

X